Tugas Paling Penting Dalam Hidup

Majalah dharma talk edisi Desember 2009 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2009/desember/
Berikut ini salah satu artikel dari dharma talk edisi Desember 2009 yang berjudul Tugas Paling Penting Dalam Hidup

Hari ini saya bicara tentang “mengapa kita harus melatih diri?” Banyak orang bertanya hal ini kepada saya. Jawaban saya kepada mereka adalah “untuk meningkatkan pahala kita dan prajna kita.” Mengapa Sakyamuni Buddha mengabdikan diri kepada hidup bhavana? Ia pasti mempunyai alasan-alasan yang kuat. Sebagai seorang pangeran, ia mempunyai banyak kekayaan, menikah dengan istri yang cantik, dan mempunyai seorang putra. Ia masih muda dan sehat, mempunyai masa depan yang cerah sebagai calon pemimpin bangsa.

Lalu, mengapa ia meninggalkan keduniawian? Ia menyadari bahwa hidup ini penuh dengan dukha, kekosongan, dan anitya. Kehidupan manusia penuh dengan dukha. Manusia harus menghadapi ketidakkekalan dari lahir, menua, sakit, dan mati. Pada akhirnya, segala sesuatu menjadi kekosongan

Perubahan adalah suatu hal yang konstan. Posisi seorang pangeran tidaklah abadi. Umur sebuah negara juga terbatas. Tak ada keluarga yang sempurna selamanya. Bahkan anak-anak kita juga akan berubah. Segala sesuatu akan berubah, bahkan kelahiran dan kematian juga tidak terkecuali. Ini adalah alasan-alasan mengapa Sakyamuni Buddha meninggalkan keduniawian.

Menurut pandangan sang Buddha, hidup ini tidak nyata adanya. Hidup ini bagaikan mimpi belaka. Lebih bermakna kalau hidup ini digunakan untuk mencari kebenaran alam semesta dan untuk mendapatkan prajna abadi. Kebanyakan sadhaka yang meninggalkan keduniawian telah melihat cukup banyak anitya, perubahan silih berganti, dan kejadian-kejadian menyedihkan dalam kehidupan mereka sehari hari.

Saya ingin membuat satu hal menjadi jelas. Saya tidak mengharapkan kalian semua untuk menjadi bhiksu. Itu bukanlah persyaratan untuk mencapai “tubuh sinar pelangi”. Seorang awam juga bisa mencapai “tubuh sinar pelangi.” Perbedaan antara orang awam dan para bhiksu adalah bahwa para bhiksu dapat mempunyai konsentrasi yang penuh. Seperti aliran Tantra lainnya, aliran Satya Buddha mempunyai 4 jenis komunitas: bhiksu, bhiksuni, upasaka, dan upasika.

Tujuan bhavana adalah mencari kebenaran abadi, meningkatkan pahala kita, meningkatkan prajna kita. Bila anda mengejar ketenaran dan status, anda harus menghadapi banyak penderitaan dan anitya. Apakah anda berhasil dalam mencapai nya atau tidak, pada akhirnya semuanya akan menjadi kekosongan. Begitu anda dapat menembus arti dari kehidupan ini, anda akan memilih jalan bhavana. Apa yang kita dapat dari pelatihan diri? Banyak orang juga bertanya kepada saya, “Apa yang saya dapat dari “tubuh sinar pelangi”?” Kebijaksanaan saya meningkat. Dengan menggunakan kebijaksanaan, saya mendapatkan banyak hal yang abadi dan tak dapat diubah. Sebagai hasilnya, saya terbebaskan dari penderitaan, saya mendapat banyak pahala, dan saya dapat menceburkan diri dalam terang yang abadi.

Sebagai sadhaka, kita semua tahu bahwa hanya ada satu hal yang tidak berubah yaitu kekosongan. Segala hal lainnya akan berubah dan tak dapat diprediksi. Hanya lewat bhavana, kita dapat memperoleh kekuatan prajna dan mengatasi kehidupan ini. Dalam hidup sehari-hari, kita bisa menjadi takut dan kuatir tentang berbagai masalah yang tak ada habisnya.

Setelah melatih diri, kita akan dapat mengatasi segala ujian dari berbagai penderitaan, kekhawatiran, dan mulai hidup seperti para dewata di surga. Para sadhaka akan dapat memperoleh segala sesuatu yang para makhluk suci punya. Para sadhaka bahkan bisa melebihinya lagi lewat alam arupadhatu dan memasuki ke 4 alam suci, mencapai kesempurnaan yang sama dengan para Buddha, Bodhisattva, Pratyeka Buddha, dan para Arahat.

Taatilah proses bhavana dari Tantra Satya Buddha. Anda akan dapat memperoleh kebenaran abadi, memperoleh prajna, dan membebaskan diri dari berbagai jenis penderitaan, dan pada akhirnya dapat bebas menentukan kehidupan dan kematian diri sendiri. Bagi saya, ini adalah tugas paling penting dalam hidup.

Demikian untuk hari ini.

Om Mani Pad Me Hum.

Dalam majalah dharma talk ini juga berisi penjelasan mengenai:

  • * Pengalaman perjalanan astral Maha Guru, melihat kehidupan sebelum ini.
  • * Sebagai sadhaka, kita semua tahu bahwa hanya ada satu hal yang tidak berubah yaitu kekosongan. segala hal lainnya akan berubah dan takdapat diprediksi. hanya lewat bhavana, kita dapat memperoleh kekuatan prajna dan mengatasi kehidupan ini. dalam hidup sehari – hari, kita bisa menjadi takut dan kuatir tentang berbagai masalah yang tak ada habisnya
  • * Empat titik berat pencerahan
  • * Kalachakra adalah penjelmaan Dharmasukha jati diri yang terang dan welas asih agung yang tanpa jodoh dan universal, memiliki kebijaksanaan yang melebur sepenuhnya dan pemberkatan yang sempurna tiada tara. Sadhana Kalachakra adalah mahasadhana penyelamatan mahatinggi, Buddha Hidup Lian-Sheng adalah siddha yang memiliki kualitas pencapaian sempurna, bahkan adalah Dharmaraja Bangsa Han pertama yang mentransmisikan secara terbuka Mahasadhana Kalachakra dalam sejarah.
  • * Kemanunggalan antara Sadhaka, hawa spiritual dan heruka akan menghasilkan kontak yoga
  • * Sebagai sadhaka, kita hanya bersyukur, bila melihat orang berlapang dada, kita harus belajar, bila kita melihat orang berpikiran sempit, kita harus introspeksi diri, dunia ini harus menjadi surga yang sejati, ternyata dengan berlapang dada, maka dunia pun menjadi surga. Bila berpikiran sempit, maka selamanya percekcokan dan perselisihan yang tanpa henti.
  • * Acara pelepasan satwa Vihara Vajra Bumi Kertayuga Pontianak.
  • * Mencari surga dunia
  • * Upacara Homa Kalachakra yang luar biasa di Rainbow Temple. Dalam upacara ini, Maha Guru berceramah bahwa homa adalah mempersembahkan kepada dewa lewat proses pembakaran. Kalachakara adalah titisan dari Sang Buddha, tubuh setara yang dijelmakan oleh Sang Buddha, oleh karena itu, puja api homa Kalachakra ini sangat luar biasa, karena Kalachakra menetap di dalam api homa.
  • * Di dalam “Sutra Acintya” dikatakan : “Tempat yang dicapai oleh kebijaksanaan Buddha, disitu ada nirmanakaya Buddha, di situ ada terang Buddha. Tempat yang dipancari oleh terang Buddha, di situ ada surga Buddha, suara Buddha ada dimana – mana, sama halnya dengan mahamaitri dan mahakaruna Buddha ada di mana – mana”
  • * Hati sadhaka harus bersih, singkirkan segala kotoran, manusia harus polos, semakin banyak tahu, semakin banyak kerisauan, masyarakat ini adalah perabadan tempayan asinan, banyak hal belum tentu harus tahu, terlalu banyak tahu malah tercemar, sadhaka hanya perlu mencari kebersihan lubuk hati, di dalam hati sendiri menemukan jati diri yang pada dasarnya bersih, maka bisa cerah.
  • * Sekuat tenaga manekuni metode mengamati hati, bisa menyaksikan Buddhata. Belajar Buddhadharma adalah jiwa kebijaksanaan yang tersadarkan, sadhaka jangan terlena oleh kekayaan, seks, popularitas, makan, dan tidur.

==================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

  • Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
  • Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

  • Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
  • Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
  • Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
  • Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: www.facebook.com/VVBS.Palembang
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment