Keresahan Akibat Terpecah Belahnya Sangha

Majalah dharma talk edisi Mei 2010 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2010/mei/
Berikut ini salah satu artikel dari dharma talk edisi Mei 2010 yang berjudul Keresahan Akibat Terpecah Belahnya Sangha

Bila dilihat dari mata orang awam, kerisauan Buddha Sakyamuni sangatlah banyak, Sang Buddha mengalami: derita sakit, serangan enam guru sesat, kemusnahan Suku Sakya, dua macam fi tnah (fi tnah dari Sundari dan Cincamana), desas-desus, nama jelek dimana-mana, berbagai macam perangkap (kubangan api, nasi beracun, senjata), dan terpecah-belahnya Sangha.

Di antaranya, menurut saya, yang membuat Sang Buddha paling sedih adalah terpecah-belahnya Sangha. Belakangan, menurut pembahasan orang-orang sekarang, bahwa pukulan terbesar sepanjang hidup Sang Buddha adalah masalah terpecahbelahnya Sangha. Penyebab terpecah-belahnya Sangha adalah Devadatta, anak Raja Dronodana, kakak laki-laki Arya Ananda, sepupu Sang Buddha. Ia menjadi Bhikku demi belajar kesaktian, tubuhnya memiliki 30 rupa, memahami 60 ribu Dharmapitaka.

Dalam Sutra Dvadasabhramyati tercatat: “Devadatta lahir pada gerhana matahari tanggal 7 bulan 4, tingginya 280 cm. Memiliki 30 tanda keagungan.”

Orang ini cukup lama di sisi Sang Buddha, malah sangat dekat. Kemudian, ia ingin merebut posisi Sang Buddha sebagai pemimpin Sangha, ingin menjadi pemimpin Agama Buddha, Sang Buddha tidak menuruti keinginannya. Kemudian Devadatta menghasut 500 anggota Sangha untuk meninggalkan Sangha Sang Buddha. Lima ratus anggota Sangha di sini maksudnya jumlah yang sangat banyak, bukan benarbenar hanya 500 orang. Sehingga menyebabkan terpecah-belahnya Sangha.

Devadatta mengajukan Pancadharma Nirdesa:
1. Mengenakan jubah usang.
2. Selalu mengemis makanan.
3. Makan sekali sehari.
4. Selalu berdiam di tempat-tempat terbuka.
5. Tidak menyantap makanan bergaram dan 5 rasa.

Tujuan utama Devadatta adalah menyerang prinsip jalan tengah dari Sang Buddha. Karena Sang Buddha memakai jubah dari bahan brokat, menerima persembahan dari para umat, berdiam di Jetavana, rumah mewah Anathapindada-arama…

Para anggota Sangha yang terhasut pergi mengikuti Devadatta.

Kita tahu bahwa lima macam perbuatan durhaka dalam Agama Buddha adalah: membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh Arahat, melukai diri Sang Buddha sehingga meneteskan darah-Nya keluar, dan memecah-belahkan Sangha. Di antaranya, pelanggaran terberat adalah memecah-belahkan Sangha.

Mengapa memecah-belahkan Sangha adalah pelanggaran terberat?

Jawabannya adalah: memecah-belahkan Sangha adalah mengadu domba antara anggota Sangha, merusak Dharma benar pada diri manusia, dan membunuh jiwa prajna manusia.

Sang Buddha berpendapat:
Jiwa prajna itu nomor satu, memecah-belahkan Sangha berarti merusak Dharma yang benar pada diri manusia dan membunuh jiwa prajna Dharma benar yang tak terhitung banyaknya. (pelanggaran ini lebih berat daripada membunuh manusia)

Saya pribadi berasumsi, Buddha Sakyamuni sepanjang hidup-Nya telah mengalami badai dan ombak besar, boleh dikatakan Beliau tidak pernah hidup tenang. Pukulan dari terpecah-belahnya Sangha adalah yang terbesar.

Orang-orang sekarang mengira, “Beginilah dunia manusia…..” Sebuah ratapan tak berdaya!

Namun, menurut pandangan saya sebagai orang yang telah memahami hati dan menyaksikan Buddhata, pukulan ini, terutama pukulan atas terpecah-belahnya Sangha, batin Buddha Sakyamuni seharusnya tidak goyah. Mengapa? Sebab, Buddha Sakyamuni mencapai kebuddhaan di Dunia Saha, sedari awal Beliau telah memahami sepenuhnya apa itu Dunia Saha. Karena pahamlah, batin-Nya tidak goyah.

Hemat kata, “Masalah sebesar ini pun, sama halnya tidak ada masalah, mengertikah
kalian?”

Dalam majalah dharma talk ini juga berisi penjelasan mengenai:

  • * ketika hari ulang tahun Maha Dewi Yi Hwang di sebuah kuil, ini awal Mahaguru mempraktekan yang di pelajarinya dari Yang Mulia San San Chiu Hou.
  • * Upacara tolak bala dan penyeberangan Amitabha dalam rangka festival Qing Ming tahun Gengyin di Ling Shen Ching Tze Temple. dharmaraja Y.A.Lian Yuan selanjutnya menerangkan Sutra Altar Patriak VI.
  • * dharmaraja Lian Sheng memimpin peresmian Fayin Leizang Si dan Upacara Homa Marici yang terang dan luar biasa.
  • * Dharmaraja Lian Sheng hadir di pusat pertapaan Tucheng Zhongguan dalam rangka meresmikan Roh Janin-Ksitigarbhasala dan pusat pertapaan
  • * keresahaan akibat terpecah belahnya sangha. Mengapa memecah-belakan Sangha adalah pelanggaran terberat? karena mengadu domba antara anggota Sangha, merusak Dharma benar pada diri manusia, dan membunuh jiwa prajna manusia.
  • * Umat Ling Shen Ching Tze Temple gembira menyambut kepulangan Mahaguru dan Gurudhara dari pembabaran Dharma di Taiwan
  • * pengalaman “keluar dari badan”. Ini mengingatkan saya akan sebuah paragraf dalam Sutra Teratai, “Kebijaksanaan para Buddha begitu mendalam. kunci kebijaksanaan mereka begitu sulit sehingga bahkan para Arahat dan Pratyeka Buddha tidak dapat memahami nya.” juga disebutkan, “Pencapaian semua Buddha sungguh sulit dimengerti. Hanya para Buddha sendiri yang dapat memahami kebenaran semua fenomena.”
  • * Dharmaraja Mahaguru Living Buddha Lian Sheng memimpin Homa Usnisa Vijaya Bhagawati dan menjelaskan kehebatan mantra Usnisa Vijaya di Rainbow Temple. Mahaguru berceramah bahwa Usnisa Vijaya Bhagawati merupakan penyatuan tritunggal dengan Bodhisattva Avalokitesvara dan Bodhisattva Vajrapani, dilengkapi dengan bermacam – macam sadhana, merupakan kombinasi dari kebijaksanaan, kemurkaan, penaklukan, dan welas asih, menjelma di puncak tertinggi Tathagata, memiliki kesaktian dan kedahsyatan yang luar biasa.
  • * Ling Shen Ching Tze Temple dan para umat dengan tulus merayakan peringatan ke-24 Mulaguru Living Buddha Lian Sheng menjadi Bhikku.
  • * Hati Buddha dicapai dan dicerahi oleh diri sendiri, mencerahi hati mengandalkan diri sendiri; mengakhiri samsara, menghentikan kerisauan, hanya diri sendiri yang tahu, ibarat kita minum air. Siapa mengukuhkan siapa? Di bawah Kebenaran Teragung, sebelum tercerahkan maka guru yang menyeberangkan, setelah tercerahkan maka menyeberangkan diri sendiri. seorang siswa juga tidak boleh menebak-nebak Gurunya sendiri.
  • * Maha Acarya ingin terlahir lagi menjadi apa?

==================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

  • Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
  • Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

  • Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
  • Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
  • Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
  • Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: www.facebook.com/VVBS.Palembang
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment