Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Sri Laksmi 3 Juli 2011 di VVBS Palembang

Temen – temen,
berikut ini adalah dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Sri Laksmi 3 Juli 2011

Liputannya adalah sebagai berikut

Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan Dewi Sri Laksmi (南摩大白蓮花童子息災祈福護摩火供大法會) pada hari minggu, 3 juli 2011 pukul 16.00 WIB. Upacara ini dipimpin oleh Vajra Acarya Lian Yuan (釋蓮元金剛上師主壇) dan di damping oleh para Bhikkhu Lhama (眾法師護壇).

Sebelum upacara di mulai, para umat sibuk mengisi formulir pemberkahan dengan cara mengisi pendaftaran kayu homa. Cara mengisi kayu homa dengan menuliskan nama kita di kayu tersebut, kemudian akan di masukkan ke dalam tungku homa oleh V.A.Lian Yuan. Dengan memvisualisasikan diri kita sama seperti kayu tersebut dan terbakar habis oleh api sehingga karma buruk kita terkikis sedikit demi sedikit. Maupun kita memvisualisasikan diri kita terbakar, tapi perasaan kita tetap sejuk, dan api yang membakar kita juga terasa sejuk. Perlu teman – teman sedharma ketahui, karena kayu homa melambangkan tubuh kita, dan setiap karma orang itu berbeda walau masih satu keluarga. Pengisian satu keping kayu homa hanya boleh bertuliskan satu nama.

Upacara Dimulai dengan prosesi penjemputan Vajra Acarya dan di lanjutkan dengan mempersilakan Vajra Acarya Lian Yuan untuk mempersembahkan dupa hingga memohon kehadiran Buddha Bodhisattva dan Dewi Sri Laksmi untuk memberkati serta melafalkan mantra Dewi Sri Laksmi teman teman yang ingin mengetahuinya dapat mendownloadnya di http://www.shenlun.org/mantra/mantra-shri-laksmi/. Semua berjalan sesuai dengan tata ritual Upacara Api Homa Pemberkahan Sri Laksmi dan berlangsung dengan khidmat. Vajra Acarya memperagakan mudra dengan diiringi mantra Sri Laksmi.

Setelah Upacara selesai, Vajra Acarya menyampaikan ceramah dharma. Inti dari ceramah Beliau adalah :

Vajra Acarya membabarkan dharmadesana bahwa di Cina, Jepang dan di Tibet bentuk Sri Laksmi berbeda – beda. Seperti di Cina bentuk Sri Laksmi seperti Guan Yin memakai topi berwujud wanita (Bodhisattva), sedangkan di Jepang rupang Sri Laksmi satu tangan memegang buah kesempurnaan dan tangan satunya mengarah ke bawah, di Tibet rupang Sri Laksmi berbentuk seperti Mara. Aliran kuning (Gelugpa) di tibet sangat menghormati Sri Laksmi. Sri Laksmi adalah dewa pelindung atau dharmapala. Apabila Sri Laksmi ini berdiri, maka di sisi kanan dan kirinya ada Dewa Brahma dan Dewa Indra . Berbeda dengan di Cina dan Jepang, Sri Laksmi dianggap bisa untuk memohon rezeki. Sedangkan karena di Tibet banyak orang yang membuat guna – guna, maka ini sebagai pemecah dari guna – guna.

Apabila kita sudah memohon petunjuk dari Dewi Sri Laksmi ini, anda tidak perlu lagi bertanya kepada Acarya (問事/Wen Shi), karena pasti akan di jawab melalui mimpi oleh Dewi Sri Laksmi. Untuk melatih sadhana ini kita perlu abhisekha khusus. Selain itu ketika kita ingin melatih sadhana ini kita memerlukan rupang Sri Laksmi atau thanka Sri Laksmi atau gambar Sri Laksmi, kemudian harus meletakkan persembahan. ketika anda memulai melakukan sadhana ini, maka pertama anda harus mengatakan “saya adalah murid Tantrayana Zhenfo Zong, Mahaguru Lian Sheng mengajarkan sadhana memohon petunjuk dalam mimpi, saya murid bernama …(sebutkan nama anda)… hari ini dengan tulus mempersembahkan kepada Maha Bodhisattva Sri Laksmi semoga berkenan turun dan menerima persembahan ini. Dengan setulus hati memohon kepada Sri Laksmi semoga …(sebutkan 1 pertanyaan apa yang ingin ditanyakan)… bisa diberikan petunjuk dalam mimpi” kalimat ini diulang sebanyak 3 kali.

Sri Laksmi dapat menghilangkan roh jahat atau gangguan jahat, Sri Laksmi dapat mengikat mara, dapat memberi rezeki, serta dapat memberi mimpi. Sri Laksmi berada di langit yang bernama Ji Xiang Tian atau dalam bahasa sansekerta disebut Rupadhatu. Dalam aliran Brahma di India, Sri Laksmi memiliki keluarga, ayahnya bernama Raja Naga De Ca Chia dan ibunya bernama Hariti. Dan Sri Laksmi bersaudara dengan Huang Cai Shen.

Rupang dari Sri Laksmi ini menaiki kuda, di pinggul kudanya ada mata, Sri Laksmi bermuka seram, seram berarti untuk menaklukan mara, senjata yang di miliki Sri Laksmi antara lain : Kapala(melambangkan cinta kasih, perlindungan, bahagia), Kantong Obat, Dadu putih dan dadu hitam melambangkan perlindungan, kitab suci melambangkan kekuatan Dharma yang kuat, Tali bola yang melambangkan penangkal, dan Tongkat yang melambangkan penolak bala.

Bagi teman teman sedharma yang ingin membaca artikel “Sadhana Tantra Dalam Memohon Petunjuk” dapat membaca selengkapnya dalam Majalah DharmaTalk edisi Mei 2011.

Upacara selesai dengan sukses dan sempurna berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva serta Dharmapala dan makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada seluruh teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya upacara ini. Semoga kita semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva serta mendapat perlindungan dari Dharmapala dan makhluk suci lainnya.

Semoga Mahaguru selalu memutar roda dharma.

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment