Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Maha Dewi Yao Chi 18 Agustus 2011 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Dokumentasi dari Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Maha Dewi Yao Chi :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Dalam rangka Hari suci Maha Dewi Yao Chi, hari Kamis tanggal 18 Agustus 2011 pukul 19.00 WIB, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Maha Dewi Yao Chi (瑤池金母息災祈福超度護摩火供大法會). Upacara ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan dan di dampingi oleh para Bhikkhu Lhama dan Pandita Lokapalasraya.

Sebelum upacara dimulai, beberapa umat telah hadir terlebih dahulu untuk mengisi formulir pendaftaran atau kayu homa. Waktu terus berjalan, sampai saat upacara hendak dimulai, vihara sudah dipadati oleh para umat yang ingin berpartisipasi dalam upacara ini. Upacara dimulai dengan mempersilahkan Vajra Acarya untuk mempersembahkan dupa, kemudian melakukan Namaskara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Lu Xiang Zan” dan “Qing Jing Zan”. Setelah itu, mempersilahkan Vajra Acarya untuk menempati kursi dharma dan juga semua yang hadir dipersilahkan duduk. Bhikkhu Lhama memanjatkan Naskah doa Upacara. Setelah selesai, Vajra Acarya memberkati Naskah doa dan formulir pendaftaran serta nama – nama donatur upacara. Upacara dimulai sesuai dengan tata ritual Upacara Api Homa. Hari ini Yidam-nya adalah Maha Dewi Yaochi (瑤池金母). Masa saat memasuki tahap inti (setelah pelafalan Mantra Padmakumara), membentuk Mudra Yidam yaitu mudra Yao Chi Jin Mu, seperti gambar berikut Mudra Yaochi Jinmu

Visualisasi-nya adalah “Di atas samudera, langit cerah tanpa awan, cakra candra muncul dari permukaan laut, ditengah cakra candra terdapat bijaksara HUM berwarna putih, memancarkan cahaya putih. Bijaksara HUM berputar searah jarum jam, berubah menjadi Yaochijinmu, memakai mahkota feniks, tangan kanan membawa Vjayana, tangan kiri membawa Ruyi. Berupa agung, tersenyum dan menatap para makhluk dengan penuh kasih. Bervisualisasi vyajana dan ruyi memancarkan cahaya putih melesat ke atas, membusur memasuki ubun – ubun sadhaka, menyebar ke seluruh tubuh, karma buruk berubauh menjadi asap hitam keluar melalui pori pori tubuh, sekujur tubuh menjadi sebening kristal. (Atau bervisualisasi cakra dahi Yaochijinmu memancarkan cahaya putih menyinari dahi kita. Leher Yaochijinmu memancarkan seutas sinar merah menyinari leher kita, dan cakra hati Yaochijinmu memancarkan sinar biru menyinari cakra hati kita.)” Mantra-nya adalah “嗡。金母悉地。吽”om. jin mu xi di. hum. Melafalkan mantra Yidam sebanyak 108x.

Selesai melafalkan mantra, mempersilahkan Vajra Acarya dan rombongan menuju kursi homa. Kemudian Vajra Acarya memberkati sarana puja dan kayu homa, para umat yang hadir melafalkan mantra “嗡。別 渣 哈 薩” om. bie ca ha sa mengiringi Vajra Acarya. Kemudian, vajra Acarya memutar japamala memberkati dan melakukan Sima Bhandana pada tungku homa dengan Tongkat Vajra. Puja api homa dimulai, mempersilahkan Vajra Acarya untuk menyalakan api pada tungku homa, memasukkan sarana puja, memperagakan mudra tolak bala, pemberkatan, dan penyeberangan. Umat yang hadir melafalkan mantra Maha Dewi Yaochi mengiringi Vajra Acarya melakukan puja api homa.

Setelah selesai melakukan Puja Api Homa, Vajra Acarya kembali ke Kursi Dharma, dilanjutkan dengan membaca Sutra Yao Chi Jin Mu (瑤池金母普度收圓定慧解脫真經) hingga penyaluran jasa, pelafalan mantra sataksara, melakukan namaskara dan melafalkan mantra Paripurna.

Selesai upacara, Bhikkhu Lhama Lian Pu menginfokan bahwa pada tanggal 4 September 2011 akan diselenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan Jambala Kuning untuk memperingati Hari Suci Jambala Kuning. Vajra Acarya menyampaikan ceramah Beliau, inti dari ceramah Beliau adalah, Vajra Acarya menceritakan secara singkat beberapa pengalaman beliau keliling berberapa kota untuk memimpin upacara Ulambana. Kemudian Vajra Acarya menjelasakan mengenai Sutra Raja Agung Avalokitesvara. Beliau menjelaskan bahwa kebanyakan orang menyebut sutra ini berasal dari mimpi atau bisa disebut orang Sutra mimpi. Tetapi Mahaguru mengatakan bahwa Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini merupakan Sutra yang sangat hebat atau sangat bermanfaat. Setiap kata yang terdapat dari Sutra Raja Agung Avalokitesvara, mempunyai manfaat. Dan juga terdapat berbagai nama – nama Buddha di masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang (nama – nama Buddha ini juga terdapat di dalam sutra Pertobatan 3000 Buddha). Di dalam sutra ini juga Buddha yang terdapat di 6 penjuru yaitu 4 penjuru Buddha (utara, selatan, barat, timur) ditambah Buddha yang terdapat di bagian atas dan bagian bawah, kemudian 7 Buddha, kemudian semua Buddha yang terdapat di alam para Buddha. Selain itu juga terdapat nama – nama para Bodhisattva. Membaca sutra ini bisa mendapatkan pahala yang besar, bisa mendapatkan umur yang panjang, rezeki, pemberkahan, terhindar dari orang yang ingin mencelakakan kita, dll. Vajra Acarya selalu menyarankan kepada umat untuk melafal sebanyak – banyaknya Sutra Raja Agung Avalokitesvara dikarenakan selain bisa menerima manfaat yaitu umur panjang, rezeki, pemberkahan, dll paling utama yaitu kita bisa mengikis karma buruk terutama karma tetap. Kemudian di akhir sutra kita melafalkan mantra 7 Buddha untuk menghilangkan karma tetap juga. Beliau juga menyarakan kepada semua uimat untuk melafalkan sutra ini sebanyak – banyaknya.

Untuk sutra Raja Agung Avalokitesvara dan bulatan penjapaan-nya silahkan download di http://www.shenlun.org/sutra/sutra-raja-agung-avalokitesvara/

Upacara Api homa Pemberkahan dan Penyeberangan Maha Dewi Yao Chi telah selesai dengan sukses dan sempurna berkat pancaran cahaya Adhisatana dari Mahaguru dan para Budha Bodhisattva. Terima kasih kepada temen – temen yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya Upacara ini. Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva.

Semoga Mahaguru selalu sehat dan senantiasa memutar roda dharma.

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment