Liputan dan Dokumentasi Upacara Dalam Rangka Hari Suci Avalokitesvara 15 – 16 Oktober 2011 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Dokumentasi dari Upacara Pertobatan Avalokitesvara dan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Avalokitesvara Seribu Tangan dan Seribu Mata :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Dalam rangka Hari Suci Avalokitesvara (9月19日) , Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan dua buah Upacara yaitu Upacara Pertobatan Avalokitesvara (大悲寶懺) dan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Sahasrabhuja netra Avalokitesvara Bodhisattva.

Sabtu, 15 Oktober 2011, diselenggarakan Upacara Pertobatan Avalokitesvara (大悲寶懺). Upacara dimulai pukul 19.30 WIB. Ratusan umat memenuhi Vihara dengan membawa persembahan untuk dipersembahkan kepada Avalokitesvara Bodhisattva. Tidak ada umat Buddha yang tidak mengenal Avalokitesvara. Beliau dikenal Bodhisattva yang Maha pengasih dan Maha Penyayang (大慈大悲觀世音菩薩). Upacara pertobatan Avalokitesvara berjalan sesuai dengan liturgi pertobatan. Selesai upacara, V.A Lian Yuan menjelaskan secara singkat mengenai isi dari kitab Pertobatan Avalokitesvara. Kitab pertobatan Avalokitesvara merupakan intisari dari segala pertobatan . Di dalam kitab ini dijelaskan penjelasan secara global. Di dalam kitab ini tertulis bahwa penyesalan terhadap kita yang tidak mengenal sebab akibat, kita yang tidak mengenal Buddha Dharma, kita yang tidak mengetahui perbuatan mana yang bisa mengakibatkan demikian sehingga menimbulkan masalah berturut – turut.

Di dalam kitab ini juga terdapat bahwa kita mewakili para makhluk yang berada di enam alam gati. Disini mewakili para dewa dewi (dewa naga, dewa pohon, dewa yang menjaga pagoda, dewa rumput, dll), garuda, hantu – hantu, setan kelaparan, dan lainnya. Jadi kita mewakili mereka semua termasuk kita untuk menyatakan pertobatan. Kita memohon kepada Avalokitesvara agar Avalokitesvara dapat menyelamatkan umat manusia, agar kita semua bisa terhindar dari kesusahan, segera mencapai gunung prajna paramitha dan segera terlahir di alam Sukhavatiloka. Bila dapat mencapai ini, maka jika berhadapan dengan pedang maka pedang akan patah, bila masuk neraka maka neraka akan hilang, bila bertemu dengan setan kelaparan, maka mereka akan kenyang, dan lainnya.

Semoga dengan kita melakukan pertobatan ini bisa bermanfaat bagi makhluk yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, semoga kita bisa melatih diri dan menjalakan Bodhicitta. Semoga kita dan semua makhluk bersama – sama menyatakan ikrar agar dapat menanamkan kebajikan. Semoga apa yang pertobatan yang kita lakukan dapat melenyapkan semua karma buruk. Semoga Avalokitesvara dengan seribu tangan bisa membantu kita, dengan 1000 mata bisa melihat kita dimanapun kita berada. Semoga kita sendiri dapat mencapai penerangan sempurna serta semoga semua makhluk bisa terlahir di Surga Sukhavatiloka.

Di dalam kitab pertobatan ini, kita ada melafalkan Maha Karuna Dharani, hal ini bisa membantu untuk menyucikan karma buruk kita, semoga segala penyakit bisa sembuh dan cita – cita serta harapan yang baik dapat tercapai dengan sempurna.

Upacara Pertobatan Avalokitesvara Bodhisattva telah selesai dengan sukses dan sempurna.

Sadhana Tubuh Altar Avalokitesvara Penolak Bencana

Minggu, 26 Oktober 2011, terselenggara Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyebarangan Avalokitesvara seribu tangan dan seribu mata. Upacara ini dimulai pada pukul 16.00 WIB. Dalam upacara ini, visualisasi yang kita lakukan adalah visualisasi sadhana tubuh altar Avalokitesvara penolak bencana. Visualisasinya adalah sebagai berikut :

1. visualisasi rambut sadhaka bersatu, berubah menjadi avalokitesvara seribu tangan, duduk di atas altar.
2. bervisualisasi kulit tubuh sadhaka berubah menjadi payung pelindung di atas altar, dan dari pori – pori kulit memancarkan cahaya keemasan, mengelilingi altar
3. bervisualisasi mata sadhaka berubah menjadi butiran –butiran batu berlian, mengelilingi altar
4. bervisualisasi hidung sadhaka berubah menjadi batu permata, menempel di baris kedua dari batu berlian
5. bervisualisasi gigi sadhaka berubah menjadi untaian mutiara mengelilingi di baris ketiga dari batu permata
6. bervisualisasi telinga sadhaka berubah menjadi panji – panji yang bertuliskan mantra [om mani padme hum] atau mantra [namo samanduo wa ri la da mo xie] yang tergantung di empat penjuru altar
7. bervisualisasi telapak kaki sadhaka berubah menjadi cakra angin yang berwarna biru, di bawah kaki
8. bervisualisasi cakra akar berubah menjadi cakra api berwarna merah,
9. bervisualisasi cakra pusar berubah menjadi cakra air berwarna hijau
10. bervisualisasi cakra hati sadhaka berubah menjadi cakra tanah berwarna kuning
11. bervisualisasi tulang belakang sadhaka berubah menjadi gunung Maha Meru berwarna coklat tua / warna kopi
12. bervisualisasi sadhaka berubah menjadi bagaikan sebutir beras duduk di atas gunung Maha Meru, dan paling atas adalah Avalokitesvara seribu tangan.
13. melafalkan mantra avalokitesvara seribu tangan「南摩三滿多。母陀南。瓦日拉。達摩些」[namo san man duo, mu duo nan, wa ri la, da mo xie]

Setelah selesai Upacara, V.A Lian Yuan menyampaikan ceramah dharma. Inti dari ceramah Beliau adalah :
Dalam mengisi atau menulis kayu homa, hendaknya menuliskan nama tersebut tidak terbalik. Jika anda tidak mengetahui cara menulisnya, sebaiknya bertanya kepada pengurus atau umat yang berada disamping anda. Kemudian 1 keping kayu homa itu ditulis dengan 1 nama, jangan lebih dari 1 nama. Karena kayu homa melambangkan tubuh dan karma kita, masing – masing orang mempunyai tubuh dan karma yang berbeda. Jika ingin menulis nama lebih dari satu, sebaiknya menulis formulir berkah saja. Kemudian dalam menulis permohonan dan alamat di kayu homa, itu ditulis di bagian belakang kayu, jangan sampai bagian depan dan bagian samping juga ditulis. Di dalam kayu homa juga tidak perlu menuliskan umur, nomer handphone, dll. Hanya perlu nama, alamat dan permohonan. Itu saja sudah cukup.

Beliau juga menjelaskan mengenai visualisasi sadhana tubuh altar Avalokitesvara penolak bencana (觀音身壇城避災法觀想). Sebelum Upacara di mulai, hujan turun disertai angin besar. Mahaguru mengatakan jika pada hari itu sebelum upacara dimulai, hujan turun dan angin besar juga datang, maka menandakan dewa hujan dan dewa angin telah hadir untuk melindungi, memberkati dan membersihkan.

Visualisasi sadhana tubuh altar Avalokitesvara penolak bencana ini agar kita dapat terhindar dari orang yang ingin mencelakakan kita. Jika anda ingin melakukannya di rumah, setiap tanggal 1 dan 15 imlek atau Ding ri atau Man ri boleh melakukan sadhana ini, agar bisa terhindar dari chiong. Setiap tahun pasti ada shio yang chiong, tetapi jangan dianggap bahwa selama setahun itu selalu chiong, tidak seperti itu, bulan dan hari-nya yang tidak baik.

Visualisasi sadhana tubuh altar Avalokitesvara penolak bencana ini juga sangat baik sekali, untuk orang yang suka bepergian jauh atau orang yang sering bertemu dengan banyak orang (contoh customer service atau bagian pelayanan yang selalu berhadapan dengan orang banyak) maka jika bervisualisasi sadhana tubuh altar Avalokitesvara penolak bencana ini, bisa membantu anda atau anda bisa terhindar dari orang yang berniat mencelakakan anda.

Dalam sadhana ini, kita bervisualisasi telinga, mata, hidung, kulit, kaki, dll itu terurai semua menjadi Avalokitesvara Bodhisattva Seribu Tangan Seribu Mata, panji – panji yang bertuliskan mantra, 5 unsur (air, tanah, udara, kosong, api), dll. Dan juga anda dan Avalokitesvara telah bersatu menjadi satu. Jadi jika anda diganggu orang, maka sama saja dengan mengganggu Avalokitesvara. Dimana anda berada akan mendapatkan perlindungan. Dimana anda berjalan juga akan terhindar dari bencana karena terdapat visualisasi 5 unsur tersebut.

Ini merupakan sadhana besar dan istimewa.
.

V.A Lian Yuan juga berbagi sedikit informasi bahwa jika kita takut menerima barang dari orang karena takut diguna – guna oleh orang, maka kita bisa melafalkan mantra Avalokitesvara Seribu tangan Seribu Mata, karena mantra ini bisa memecahkan guna – guna / black magic. Atau jika pergi ke tempat baru anda juga takut terkena sesuatu, anda bisa melafalkan mantra tersebut. Setiap kali V.A melakukan pemberkahan (Jia Chi) baik air maupun makanan, V.A selalu melafalkan mantra Avalokitesvara Seribu Tangan Seribu Mata. Hal ini pernah diajarkan oleh Mahaguru. Tetapi melafalkan mantra ini, atau melakukan hal ini tidak boleh sembarangan. Jika dilakukan dengan sembarangan, maka mantra ini tidak akan mempunyai kekuatan. Jika digunakan pada hal / tempat yang benar serta sungguh2 maka mantra tersebut akan mempunyai kekuatan yang besar.

Selesai upacara, V.A Lian Yuan mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka bersarana kepada umat baru dan abhiseka Pemberkahan kepada umat.

Upacara telah selesai dengan sukses dan sempurna berkat pancaran cahaya Adhisatana dari Mahaguru dan para Budha Bodhisattva. Terima kasih kepada temen – temen yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya Upacara ini. Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva.

Semoga Mahaguru selalu sehat dan senantiasa memutar roda dharma.

Untuk download Mantra Avalokitesvara Seribu Tangan dan Seribu mata silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mantra/mantra-avalokitesvara-seribu-tangan-seribu-mata/

Untuk download Tata Ritual Sadhana Avalokitesvara silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/liturgi/tata-ritual-sadhana-avalokitesvara-bodhisattva/

Untuk download music mantra dan lagu Buddhist silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/gallery/musik/

Untuk download Screen Saver silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/lainnya/

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment