Liputan dan Dokumentasi Kirab Sriwijaya 22 Desember 2011 di Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Kirab Sriwijaya 22 Desember 2011 :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Tanggal 22 Desember adalah bertepatan dengan hari IBU, sebagai kita harus bisa menghargai ibu yang telah melahirkan kita dan mengharapkan kita sebagai anak yang berbakti, luhur, tekun dan taat kepada orang tua.

Tanggal tersebut bertepatan juga dengan hari Tang CE (Dong Zhi) yang dalam perhitungan kalender Tionghoa merupakan hari saat matahari tepat di atas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan,yang bertepatan dengan tanggal 21 Desember atau 22 Desember tahun kabisat.

Pada saat itu di belahan bumi utara mempunyai siang hari yang paling pendek dan malam hari yang paling panjang, pada daerah-daerah utara khatulistiwa yang mempunyai iklim subtropis dan dingin, tibalah saat musim dingin.

Onde - Onde (Tang Yuan)

Sembahyang Dong zhi disebut juga sembahyang Zheng, atau sembahyang syukur dan yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa yang bermaknakan rasa syukur dan yakin atas rahmat-Nya. Sembahyang ini merupakan salah satu dari empat sembahyang besar kepada Thian/Tuhan (Yue, Ci, Zheng, Chang seperti tertulis dalam sajak Tian Bao).

Pada jaman dinasti Ciu/ Zhou (1122 – 155SM) sampai sekarang, saat Dongzhi ini menentukan sebagai permulaan tahun baharu karena pada hari itu adalah merupakan titik tolak matahari bergerak dari selatan ke arah utara. Selanjutnya letak matahari mulai balik ke arah utara, siang menjadi panjang dan malam kian menjadi pendek.

Pada saat tanggal tersebut, biasa masyarakat Tiong Hoa melakukan kegiatan sembayang ronde (onde – onde/tang yuan) berwarna merah muda dan putih berkuah manis sebagai lambang keutuhan keluarga dan datangnya rejeki bagi mereka. Tradisi perayaan inilebih dikenal dengan sembayang onde-onde. (asal usu dari sembayang onde-onde atau sejarah Dong Zhi, silahkan cari di google. Adm).

Dalam rangka Dong Zhi tersebut, masyarakat Tionghoa yang berada di kota Palembang mengadakan Kirab Sriwijaya. Tujuan diadakan Kirab Sriwijaya ini adalah berdoa agar wilayah Sumsel dan umumnya Negara RI agar terhindar dari balak bencana, untuk mendoakan keselamatan bumi dan bangsa Indonesia dari malapetaka, memohon berkah, membersihkan kota dari energi negatif, menghindarkan kota Palembang dari segala bencana, dll. Kirab Sriwijaya ini sudah dimulai pada tanggal 21 Desember 2011, diawali dengan penerimaan berbagai Pratima dari beberapa Vihara atau Klenteng yang terlibat acara ini, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya juga termasuk salah satu peserta Kirab ini. Dalam acara Kirab ini, umat Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya akan mengarak Pratima Maha Dewi Yao Chi. Pada tanggal 21 Desember 2011 tersebut, dari beberapa vihara telah mengadakan Ritual sesuai dengan aliran masing – masing. Proses ritual kirab Sriwijaya di Kampung Kapitan merupakan puncaknya dari berbagai acara di hari pertama.

Tanggal 22 Desember 2011 merupakan jadwal Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya untuk mengadakan ritual. Ritual yang akan di adakan adalah Upacara Api Homa Maha Dewi Yao Chi. Berbagai persiapan untuk ritual homa ini telah dilakukan agar semua bisa berjalan dengan lancar pada waktunya. Selain mempersiapkan barang, pengurus dan peserta kirab dari Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya juga mempersiapkan stamina agar dapat berpartisipasi menyemarakkan Kirab Sriwijaya.

Tanggal 22 Desember 2011, Ritual Api Homa Maha Dewi Yao Chi dimulai pada pukul 06.00 WIB bertempat di Kelenteng Kwan Im 10 Ulu. Walau ritual Api Homa tersebut diselenggarakan pada pagi hari, hal itu tidak menjadi penghalang bagi umat untuk berpartisipasi. Ratusan umat dari berbagai kalangan juga ikut berpartisipasi. Ritual Api Homa ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan dan di dampingi oleh para Bhikkhu Lhama dan Pandita Lokapalasraya. Di tengah – tengah upacara, rombongan peserta kirab yang mengarak rupang tiba di Klenteng Kwan Im 10 ulu. Selesai Ritual Api Homa, rupang – rupang tersebut yang dibawa oleh masing – masing perwakilan dari vihara atau klenteng mengelilingi tungku homa sambil melafalkan mantra Maha Dewi Yao Chi.

Selanjutnya rombongan peserta kirab yang mengarak rupang tersebut mengarak Rupang Maha Dewi Yao Chi dan rupang lainnya menuju ke Pulau Kemarao diiringi barisan panji – panji dari Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya yang bertuliskan nama para Buddha Bodhisattva. 10 panji dikerahkan untuk mengiringi rupang – rupang tersebut. Dari Pulau Kemarao, rupang tersebut di arak menuju Tangga buntung, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Gandus, setelah itu menuju Bukit Siguntang. Di bukti Siguntang inilah dimulai peresmian acara Kirab. Berbagai pejabat Daerah dan instansi pemerintahan, serta tokoh – tokoh agama juga hadir untuk meresmikan acara Kirab tersebut. Di bukit Siguntang ini juga dilaksanakan Ritual penyambutan dari berbagai titik anjungan yakni timur, barat, selatan, tenggara dan utara. Hal ini tujuannya Supaya terjadi keharmonian alam. Supaya alam ini menjadi bersahabat menjadi harmoni. Sehingga semua kita yang disana mendapatkan kenyamanan dan ketenangan jiwa. Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya juga mengadakan Ritual bersama di daerah Selatan. Rupang Maha Dewi Yao Chi beserta panji – panji di bawa ke tempat ritual. Sesampai barisan kirab tersebut di tempat Ritual Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya, V.A Lian Yuan di damping para Bhikkhu Lhama dan Pandita Lokapalasraya segera memulai ritual bersama.

Selesai mengadakan Ritual, peserta Kirab dari berbagai perwakilan Vihara atau Kelenteng melanjutkan perjalanan mereka menggunakan mobil (kirab mobil) dari Simpang Kandang Kawat menuju Jl Dr M Isa. Lalu menuju Jl Veteran hingga ke simpang Charitas hingga ke fly over menuju Demang Lebar Daun. Dan berakhir di Jl Trikora (Che Bun Lau).

Pukul 18.30 WIB Kirab jalan kaki pun dimulai dari Klenteng Che Bun Lao (Jl. Trikora).Semua peserta telah berkumpul dan siap melaksanan kirab tersebut. Peserta Kirab mulai mengarak rupang – rupang dengan diiringi berbagai alat Musik khas masing – masing menuju Jalan Wijaya Kusuma. Panitia dan umat serta Muda – mudi Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya dengan sangat bersemangat mengarak Rupang Maha Dewi Yao Chi yang di letakkan di atas tandu. Barisan arakan ini diiringi oleh oleh10 Panji yang bertuliskan nama – nama para Buddha Bodhisattva serta diiringi pelafalan mantra Maha Dewi Yao Chi (Om Jin Mu Xi Di Hum). Saat mengarak Pratima Maha Dewi Yao Chi di atas tandu bagaikan Maha Dewi Yao Chi sendiri yang duduk di atas tandu tersebut, Dengan paras yang sangat welas asih, cantik dan berwibawa. Sungguh bagaikan Maha Dewi Yao Chi sendiri yang berada di atas tandu tersebut.
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya pertama kali berpartisipasi dalam Kirab Sriwijaya ini. Kirab Jalan kaki ini ditempuh sejauh kurang lebih 10 Km. Lebih dari ratusan umat berpartisipasi mengarak Pratima menggunakan tandu dengan berjalan kaki. Dari Anak kecil hingga orang tua pun tidak ketinggalan.

V.A Lian Yuan pernah mengatakan bahwa jika kita mengarak Pratima Maha Dewi Yao Chi, maka mendapatkan pemberkahan dari Maha Dewi Yao Chi, permohonan kita dapat terkabul, kesehatan, dll.

Perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki oleh peserta Kirab lumayan jauh. Dari rute yang ditentukan, terdapat berbagai Klenteng yang dikunjungi. Rute kirab jalan kaki yaitu dari Jl. Trikora, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Jaksa Agung R. Suprapto, Puncak Sekuning, Jalan Sumpah Pemuda dan berakhir kembali di Jalan Trikora di Kelenteng Che Bun Lao. Selama perjalanan tersebut umat Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya saling bergantian mengarak Rupang Maha Dewi Yao Chi dan membawa 10 Panji tersebut. Kesempatan ini sungguh jarang terjadi dan tidak dilewatkan oleh umat yang berpartisipasi. Sambil mengarak, sambil menjapa Mantra Dewi Yao Chi yang diiringi oleh alat Musik Fa Qi. Hal ini membuat para peserta arak – arakan menjadi terus semangat membawakan tandu Pratima Maha Dewi Yao Chi.

Kurang lebih pukul 23.00 WIB rombongan kirab tiba di tempat awal berkumpul yaitu Jl. Trikora (klenteng Che Bun Lao). Semua orang terlihat lelah dan keringat bercucuran membasahi baju. Walaupun seperti itu, pengalaman ini sungguh tidak akan terlupakan. Dan semoga di tahun berikutnya, bisa terselenggarakan kembali.

Terima kasih kepada panitia Kirab Sriwijaya dan seluruh umat Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kirab Sriwijaya ini. Semoga Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva memberkati kita semua. Bagi temen – temen yang belum sempat berpartisipasi, jika tahun berikutnya di selenggarakan kembali, jangan sampai terlewatkan!

Semoga Mahaguru selalu sehat dan senantiasa memutar roda dharma.

Untuk download Mantra Maha Dewi Yao Chi beserta bulatan penjapannya, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mantra/

Untuk download Sutra Maha Dewi Yao Chi beserta bulatan penjapaannya, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/sutra/

Untuk download Penyalinan sutra silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/penyalinan-sutra/

Untuk download music mantra dan lagu Buddhist silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/gallery/musik/

Untuk download Screen Saver Maha Dewi Yao Chi, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/lainnya/

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment