Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Raja Agung Avalokitesvara 17 Juni 2012 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Raja Agung Avalokitesvara :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Minggu, 17 Juni 2012 pukul 14.00 WIB, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Raja Agung Avalokitesvara (南無高王觀世音菩薩息災祈福超度護摩火供大法會). Upacara ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan, di dampingi oleh para Bhikkhu Lhama dan para Pandita Lokapalasraya. Upacara ini dihadiri oleh kurang lebih 350 orang serta ada beberapa umat dari Lubuk Linggau ikut berpartisipasi dalam Upacara ini.

Untuk pertama kalinya Yidam dari Upacara Api Homa yang diselenggarakan oleh Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya adalah Raja Agung Avalokitesvara. Tanggal 10 Maret 2012 lalu, di Vihara Taiwan (Taiwan Lei Zang Si) Mahaguru memberikan Transmisi Perdana Mahasadhana Avineka Raja Agung Avalokitesvara. Selain itu juga di beberapa Vihara, Mahaguru juga telah memberikan abhiseka sadhana Raja Agung Avalokitesvara. Selain itu juga, Vajra Acarya telah mendapatkan izin dari Mahaguru untuk memimpin Upacara Api Homa dengan Yidam Raja Agung Avalokitesvara, kesempatan ini tidak akan dilewatkan begitu saja oleh umat. Untuk itu mereka mengajak teman, keluarga, dan kerabat mereka berbondong – bondong datang ke Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya untuk berpartisipasi dalam Upacara ini. Sungguh sebuah kesempatan yang luar biasa. Bisa dilihat dalam Video dokumentasi dimana ruang Bhaktisala penuh.

Upacara di mulai pukul 14.00 WIB, lantunan mantra Padmakumara mengiringi prosesi penjemputan Vajra Acarya dan rombongan. Seluruh umat dipersilahkan untuk berdiri untuk menyambut. Sesampai Vajra Acarya di ruang Bhaktisala, mempersilahkan Beliau untuk mempersembahkan dupa yang diiringi lagu pendupaan. Upacara berjalan sesuai dengan tata ritual Upacara Api Homa.

mudra dan aksara Raja Agung Avalokitesvara Cara Bervisualisasi Raja Agung Avalokitesvara adalah :
Bervisualisasi di atas samudera, langit cerah tak berawan, cakra chandra terbit dari permukaan samudera, di tengah cakra chandra terdapat bijaksara [Di/帝], memancarkan cahaya. Untuk warna dari bijaksara tersebut tergantung dari permohonan. Bila permohonan tolak bala maka bervisualisasi bijaksara tersebut berwarna putih dan Bodhisattva Raja Agung Avalokitesvara juga memancarkan cahaya putih. Bila memohon berkah rezeki (paustika) warnanya kuning, bila memohon cinta kasih (wasikarana) warnanya merah, bila memohon penaklukan (abicaruka) warnanya biru.

Bijaksara tersebut berputar kemudian berubah menjadi Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, mengenakan Mahkota Tujuh (Tujuh Buddha masa lampau : Vipasyin, Sikhin, Visvabhu, Krakucchanda Tathagatha, Kanakamuni Tathagatha, Kasyapa Buddha, Sakyamuni Buddha).

Di bagian kening Raja Agung Avalokitesvara memancarkan seberkas cahaya putih menerangi kening kita. Di bagian tenggorokan Raja Agung Avalokitesvara memancarkan seberkas cahaya merah menerangi tenggorokan kita. Di bagian cakra hati Raja Agung Avalokitesvara memancarkan seberkas cahaya biru menerangi cakra hati kita. Demikian tri cahaya melebur ke dalam lahir batin diri kita.

Mantra Raja Agung Avalokitesvara : 嗡。離婆離婆帝。求訶求訶帝。陀羅尼帝。尼訶囉帝。毘黎你帝。摩訶伽帝。真陵乾帝。梭哈。 (om. li po li po di. qiu he qiu he di. tuo luo ni di. ni he luo di. pi li ni di. mo he jia di. zhen ling qian di. suo ha). Mantra ini mengiringi Vajra Acarya melakukan persembahan homa.

Setelah Upacara selesai, sebelum Vajra Acarya menyampaikan ceramah dharma, terlebih dahulu Bhikkhu Lhama Lian Pu menyampaikan ceramah Dharma. Inti dari ceramah-Nya adalah setiap umat Zhenfo Zong tahu bahwa bila kita melafalkan sutra Raja Agung Avalokitesvara, maka bisa memberikan mujizat bagi orang yang melafalkannya. Mahaguru pernah mengatakan, di dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini terdapat 3 inti yaitu kita membaca nama – nama Buddha, kita membaca nama – nama delapan Bodhisattva, dan terakhir kita juga ada melafalkan mantra tujuh Buddha yang sangat luar biasa. Di dalam sutra Raja Agung Avalokitesvara sebenarnya setelah mantra Tujuh Buddha masih ada pujian – pujian kepada Avalokitesvara Bodhisattva dan sepuluh penjuru Avalokitesvara Bodhisattva. Bila kita melafalkan sutra ini, maka seluruh penjelmaan dari Avalokitesvara Bodhisattva yang berada di seluruh penjuru bisa mendengarkan. Mahaguru juga mengatakan bila kita ada permohonan yang mendesak atau khusus, maka kita melafalkan sutra Raja Agung Avalokitesvara ini sebanyak 1000 kali, pasti terjadi mujizat. Karena di dalam sutra tersebut tertulis hal itu. Bila kita mempunyai waktu yang lebih, kita melafalkan sutra ini satu hari 10 kali penjapaan, pagi 5 kali, malam 5 kali. Tetapi bila kita ada permohonan khusus, maka sutra ini dilafalkan dalam tempo 10 hari jadi 1 hari 100 x pelafalan dengan total 1000 kali pelafalan.

Raja Agung Avalokitesvara

Setelah Bhikkhu Lhama Lian Pu menyampaikan ceramah Dharma, dipersilahkan Vajra Acarya untuk menyampaikan ceramah dharma-Nya. Inti dari ceramah Beliau adalah hari ini upacara api homa berjalan dengan baik dan lancar, semoga apa yang kita cita – citakan bisa tercapai. Vajra Acarya menjelaskan cara visualisasi Raja Agung Avalokitesvara. Raja Agung Avalokitesvara ada mengenakan Mahkota dimana mahkota tersebut terdapat gambar tujuh Buddha. Mantra tujuh Buddha dan mantra Raja Agung Avalokitesvara memiliki kemiripan yaitu li po li po di qiu he qiu he di…… Bila kita melafalkan mantra tujuh Buddha, bisa menghilangkan karma kita yang paling berat. Sebagian agama Buddha mengatakan bahwa karma berat tidak dapat dihilangkan, tetapi dalam Tantrayana Satya Buddha bisa. Jadi karma berat bisa dihilangkan dengan melafalkan mantra tersebut asalkan kita bevisualisasi dan bersungguh – sungguh melafalkannya. Untuk visualisasi Raja Agung Avalokitevara, bila kita memohon keharmonisan keluarga kita memancarkan cahaya merah, bila kita ingin memohon berkah rezeki kita bervisualisasi Raja Agung Avalokitesvara memancarkan sinar kuning, begitu juga untuk penaklukan yaitu berwarna biru. Bila kita memohon sehat atau untuk penyakit bisa bervisualisasi warna putih. Perwujudan dari Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva ini sebenarnya merupakan Raja dharma dari tujuh Buddha. Banyak orang beranggapan bahwa Sakyamuni Buddha adalah Buddha terbesar. Sebenarnya, di dalam Buddha tidak ada yang namanya Buddha x paling besar Buddha y paling kecil atau Buddha lampau atau Buddha sekarang, itu hanya merupakan ceritanya saja. Kenyataannya Buddha adalah semua sama, semua Buddha adalah sama.

Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini banyak sekali manfaat. Mahaguru atau Vajra Acarya bila ada orang bertanya mengenai penyakit atau apa saja (wen shi), selalu menyarankan untuk melafalkan sutra Raja Agung Avalokitesvara sebanyak 1000 kali.

Berbagai aliran mengatakan bahwa sutra Raja Agung Avalokitesvara tersebut bukan ajaran dari Sakyamuni Buddha melainkan dibuat oleh orang. Karena di pembukaan sutra tersebut tidak terdapat kata – kata “Buddha bersabdha / Fo Shuo”. Menurut pribadi Vajra Acarya, 2500 tahun Sakyamuni Buddha telah Parinibhana, bagaimana kita tahu sutra tersebut merupakan Sabda dari Sang Buddha atau bukan Sabdha dari Sang Buddha. Sebenarnya di dalam sutra Raja Agung Avalokitesvara terdapat Sabdha Sang Buddha Sakyamuni “zhōng yāng yí qiè zhòng shēng zài fó Shì jiè zhōng zhě xíng zhù yú Dì shàng jí zài xū Kōng zhōng cí yōu yú yí qiè zhòng shēng gè ling ān wěn xiū xi……… ” Diceritakan bahwa Sakyamuni melihat sebuah kota dimana kota tersebut telah terjadi perang dan semua penduduknya meninggal, dan roh-nya gentayangan. Di depan pintu kota, Sakyamuni Buddha mengetok pintu 3 xdan berkata zhōng yāng yí qiè zhòng shēng zài fó Shì jiè zhōng zhě xíng zhù yú Dì shàng jí zài xū Kōng zhōng cí yōu yú yí qiè zhòng shēng gè ling ān wěn xiū xi……… (semua makhluk semuanya dapat istirahat dengan tenang).” Seluruh makhluk yang berada di kota baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan di sana dapat terseberangkan. Sungguh sutra yang luar biasa, bisa terhindar dari orang yang ingin mencelakakan kita, bisa terhindar dari kematian, dan masih banyak lagi. Jadi bila ada masalah apa saja, lafalkanlah sutra dan mantra dari Raja Agung Avalokitesvara.

Upacara api homa pemberkahan dan penyeberangan Raja Agung Avalokitesvara telah selesai dengan sukses dan sempurna. Terima kasih kepada seluruh donatur dan umat yang telah partisipasi dalam upacara ini. Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva.

Informasi terkait :
*Sutra Raja Agung Avalokitesvara : http://www.shenlun.org/sutra/sutra-raja-agung-avalokitesvara/
* Penyalinan Sutra Raja Agung Avalokitesvara : http://www.shenlun.org/salin-sutra/penyalinan-sutra-raja-agung-avalokitesvara-%E9%AB%98%E7%8E%8B%E8%A7%80%E4%B8%96%E9%9F%B3%E7%9C%9F%E7%B6%93%E6%89%8B%E6%8A%84%E6%96%87%E4%BB%B6/

*Temukan informasi menarik lainnya di http://www.shenlun.org dan http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment