HOMA (Bagian II): Dukungan Dharmapala, Pemutaran Japamala, Perbatasan

Majalah dharma talk edisi Juli 2012 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2012/juli/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul HOMA (Bagian II): Dukungan Dharmapala, Pemutaran Japamala, Perbatasan dari Majalah dharma talk edisi Juli 2012


Homa Meningkatkan Dukungan Dharmapala

Ini adalah kedua kalinya saya membahas tentang ritual puja api homa. Saya selalu merasakan bahwa kekuatan Dharma saya meningkat 10 kali lipat setelah melaksanakan puja api homa. Saya dulu pernah katakan bahwa saya biasanya dikawal oleh sebanyak 10 Dharmapala kemanapun saya pergi. Setelah acara puja api homa, akan ada minimal 100 Dharmapala mengelilingi saya sehingga meningkatkan kekuatan Dharma saya. Di awal puja api homa, saya melihat kira-kira 10 Dharmapala muncul untuk menerima persembahan saya. Setelah acara homa, saya perhatikan minimal ada 100 Dharmapala. Jadi, puja api homa sungguh merupakan ritual yang penting.

Ada 3 prosedur penting yang harus diperhatikan dalam puja api homa:

  • 1. Melaksanakan prosedur yang disebut “Zhuan Zhu Ming” (Memutar Japamala).
  • 2. Berdoa kepada Yidam Upacara untuk memancarkan sinar –Nya sehingga kita di-adisthana.
  • 3. Mentaati tatacara upacara.

Tatacara “Memutar Japamala”

Berikut ini adalah ritual yang disebut “Fa Lun Chang Zhuan” (Memutar Roda Dharma). Pegang japamala di bagian “Kepala Buddha” dengan tangan kanan dan kemudian bervisualisasi. Berdoalah kepada Yidam untuk meng-adisthana japamala tersebut. Pejamkan mata dan visualisasikan Yidam muncul di angkasa dan memancarkan sinar yang berputar-putar untuk memberkati japamala di tangan kita. Setelah menerima pemberkatan sinar ini, pindahkan japamala ke tangan kiri, lalu pindahkan lagi ke tangan kanan, dan kemudian diputar. Apakah makna dari ritual ini? Setelah diberkati sinar, japamala itu telah menerima sinar murni dari Yidam. Dengan memindahkan japamala dari tangan kanan ke tangan kiri berarti kedua tangan telah menerima pemberkatan sinar murni sehingga kedua tangan boleh digunakan dalam melaksanakan homa! Setelah melakukan prosedur tersebut, kita harus menggantungkan japamala itu di leher sebagai lambang bahwa tubuh kita telah menerima adisthana dari Yidam. Sewaktu kita memasukkan kayu homa dan bahan-bahan lainnya ke dalam tungku, kita harus menggunakan japamala untuk menggosoknya terlebih dahulu. Ini untuk memindahkan sinar murni ke bahan-bahan tersebut. Prosedur ini bukanlah dilakukan untuk asal dibuat-buat, tapi mempunyai tujuan tertentu.

Anda akan melihat saya menggumamkan beberapa kata. Sewaktu saya bervisualisasi Yidam memancarkan sinar untuk memberkati japamala, inilah mudra yang digunakan untuk memberkati japamala.

Tatacara Membuat Perbatasan Suci

Hal penting lainnya adalah menggunakan tongkat Vajra untuk membuat perbatasan suci. Gunakan tongkat Vajra untuk mengetuk tungku 7 kali untuk mengundang Dewa Api untuk membuka mulutnya. Gunakan tongkat Vajra untuk mengetuk 4 sisi masing-masing 7 kali untuk membuat daerah perbatasan altar homa sehingga roh jahat tidak bisa mengganggu. Sewaktu bahan-bahan dimasukkan ke tungku homa, bayangkan bahwa kalian sedang memasukkan bahan-bahan itu ke mulut semua makhluk suci, para Buddha dan Bodhisattva.

Kemudian, kita menggunakan Vajra dan Gantha untuk menguatkan. Sewaktu Gantha diangkat dan dibunyikan, kita harus memvisualisasikan sebuah payung menutup bagian atas altar homa. ini adalah ritual membuat perbatasan untuk mencegah roh jahat.

Mengetuk tongkat di 4 sisi juga merupakan semacam ritual pembuatan perbatasan suci. Vajra dan Gantha digunakan untuk memberkati ritual sehingga permohonan berkaitan dengan santika, paustika, wasikarana, dan abhicaruka dapat dikabulkan.

Puja Api Homa dianggap luar biasa karena banyak hal tercakup di dalamnya. Sewaktu begitu banyak orang menjapa mantra bersama-sama, kekuatan pengundang akan kuat sekali.

Sewaktu menaruh bahan-bahan (kayu) ke dalam tungku, kita mencelupkannya ke madu dan menggosoknya ke japamala. Mengapa? Manis berarti ‘paustika’ (penambahan rejeki) sehingga hidup kita membaik. Kayu homa digunakan untuk melambangkan semua karma buruk kita. Mencelupkannya ke madu menandakan bahwa kita ingin membuang karma buruk itu. Dengan menaruhnya ke tungku, kita akan dapat menolak malapetaka, menambah rejeki, dan meningkatkan kerukunan dengan orang lain. Ngomong–ngomong, tak menjadi masalah apakah kita menggunakan madu atau tidak, asalkan bahan-bahan itu dimasukkan ke dalam tungku untuk dibakar.

Tatacara puja api homa Tantrayana sangatlah agung. Mantra dipanjatkan dengan keras dan seragam sehingga para makhluk suci senang untuk hadir dalam upacara. sewaktu altarnya bersih dan indah, apinya kuat, bahan-bahan persembahannya bersih, saya sendiri akan senang sekali untuk menghadiri acara itu.

Demikian untuk hari ini.

Om Ma Ni Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * HOMA (Bagian II): Dukungan Dharmapala, Pemutaran Japamala, Perbatasan – Dalam Dharma Talk edisi Juli 2012 ini Mahaguru membahas mengenai Homa meningkatkan dukungan Dharmapala, Tatacara “Memutar Japamala”, dan Tatacara membuat perbatasan suci.
    • * Menghormati Guru, Menghargai Dharma, Berlatih Sungguh-sungguh, dan Yakin Dapat Melihat Padmasambhava – Asalkan Anda yakin, menghormati Guru, menghargai Dharma, dan berlatih Sadhana Tantra dengan sungguh-sungguh, Padmasambhava kapan pun akan muncul di depan mata Anda.
    • * Berpulangnya Sang Ayah – Pada waktu kremasi, didapatkan satu butir sarira Vajra, 4 butir sarira ukuran sedang dan banyak sekali sarira-sarira kecil. Dan juga tak terhingga bunga sarira. (Catatan: yang menjemput ayah saya terlahir di alam suci Buddha adalah ibu saya Lú Yù Nü, ibunda telah melatih diri mencapai tingkatan seperti Avalokitesvara).
    • * Catur Mula dan Kemunculan Yidam – Kita melatih yidam hingga mencapai yoga dan otomatis para dakini dan dharmapala mendukung dan melindungi Anda. Oleh karena itu, kita setiap kali melakukan persembahan harus ingat mempersembahkan kepada catur mula. Dan juga setiap melakukan suatu sadhana juga harus mengingat catur mula kita. Kapan yidam muncul dihadapan Anda? Di dalam kitab suci tantra sering disebutkan yidam muncul di hadapan sadhaka. Mengapa yidam bisa muncul? Karena Anda melakukan visualisasi. Kapan yidam bisa muncul? Muncul didalam mimpi sadhaka, di dalam mimpi, yidam bisa memberi petunjuk, meningkat yang lebih dalam. yidam bisa muncul di dalam meditasi sadhaka, yidam memberi pemberkatan, menjamah kepala sadhaka mengajarkan dharma.
    • * Jamah Ubun Kepala – Suatu kali saya melakukan pemberkatan jamah kepala siswa tadi ada di dalam barisan dan menatap saya dan berkata “mohon inisiasi altar mandala saya” dan saya jawab “baik” saya menggenggam beras lalu menaburkan di atas kepalanya dan diatas foto altar yang dibawanya. Saya berkata “Altar Anda sudah di inisiasi”. Siswa tadi setelah pulang ke rumah mendapati altarnya penuh dengan butiran beras, bahkan di lantai pun ada beras. Sungguh sesuatu yang sangat luar biasa.
    • * Peraturan Tantrayana – Dalam hal memberikan penghormatan kepada altar mandala dan para Acarya. Yaitu terlebih dahulu bernamaskara kepada Mula Guru lalu namaskara di altar mandala. Mengapa demikian? Karena altar adalah petunjuk dari Mula Guru yang mengajarkan bagaimana menyusun altar tersebut. Karena ada mula ada akhir, maksudnya mula adalah Mula Guru dan akhir adalah altar mandala.
    • * Bagaimana Dengan Luapan Birahi? Saya pribadi merasa, banyak laki-laki dan perempuan menjunjung 4 benda ini di kepala masing-masing, yaitu: logika, moral, sila, dan hukum. Ada sebagian orang bisa menaatinya, namun, tetap ada orang yang keluar jalur.
    • * Menyepi – Menyepi terbagi lagi menjadi menyepi putih, menyepi merah, menyepi hitam. Menyepi putih maksudnya ialah meminjam cahaya luar untuk membangkitkan cahaya dari diri sendiri. Menyepi merah maksudnya menggunakan cahaya merah untuk menarik cahaya dari dalam diri sadhaka kemudian kedua cahaya tersebut saling mengalir. Menyepi hitam maksudnya cahaya diri sendiri bisa memancar keluar dan semua ruangan yang gelap tersebut berubah menjadi suatu ruangan yang bercahaya terang benderang.
    • * Mulut Dewa Air – Mahaguru Lu mengundang kehadiran dewa air dan memohon menelan semua air bah yang ada di Thailand. Mahaguru melafalkan Mantra Pengundang, dan ketika itu Dewa Air membuka mulutnya dan menelan semua air bah yang ada.
    • * Pabajja – Pada waktu jaman Sakyamuni tidak ada istilah Pabbajja. Yang ada hanyalah Anda mencurahkan pikiran dan jasmani Anda untuk menjalani hidup menjadi seorang biksu. Dan menurut perkataan Sakyamuni tidak ada menjadi biksu sementara dan kembali ke kehidupan duniawi.
    • * Tingkat Tertinggi dari Pelatihan Diri Adalah Alam Cahaya – Tingkatan pencapaian yang tertinggi ialah alam para Buddha dan alam Buddha ini pada dasarnya berupa suatu lautan cahaya. Lautan cahaya yang tidak lahir dan tidak musnah. Kita juga mengetahui bahwa tingkat pencapaian tertinggi dari pelatihan diri kita yaitu mencapai suatu cahaya.
    • * Visualisasi Kalasa dan Air Abhiseka – Pada waktu di abhiseka terlebih dahulu harus bervisualisasi diri Acarya berubah menjadi yidam yang berada di dalam kalasa kemudian melakukan pengundangan prajna yidam untuk masuk di dalam kalasa. Yidam dan prajna yidam bersatu di dalam kalasa dan berubah menjadi air amrta dan pada waktu ini air di dalam kalasa bukanlah air biasa karena telah dilakukan visualisasi dan air ini akan di pakai untuk memberikan abhiseka para siswa. Abhiseka bukanlah hal yang gampang.
    • * 蓮生活佛講心經 -“【無苦集滅道】--道(六)”

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment