Membakar Kertas Sembahyang

Majalah dharma talk edisi Februari 2013 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2013/februari/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Membakar Kertas Sembahyang dari Majalah dharma talk edisi Februari 2013

teratai Membakar Kertas Sembahyang

Membakar Kertas Sembahyang

Banyak orang berpendapat bahwa membakar kertas emas (kertas sembahyang) sebagai persembahan kepada Buddha, Bodhisattva, Dewa pelindung, para makhluk suci, maupun roh leluhur adalah suatu hal yang sama sekali tidak berguna dan harus segera dihentikan.

Namun, coba pikirkan hal berikut ini. Bila membakar kertas sembahyang adalah suatu hal yang semu dan tak ada gunanya, bukankah memelihara dan memuja patung Buddha merupakan hal yang semu? Sebenarnya, kedua hal diatas (membakar kertas maupun memuja patung Buddha) merupakan contoh dari metode “menggunakan yang semu untuk melatih yang asli”. Contoh ketiga adalah tubuh fisik kita sendiri. Tubuh fisik kita ini terbuat dari 4 unsur (air, api, udara, tanah) dan panca skandha. Untuk mencapai penerangan sempurna, kita (orang-orang yang membina diri) menggunakan tubuh fisik (“diri kita yang semu”) untuk menemukan “diri kita yang asli” (ke Buddhaan). Kita melatih diri kita terus menerus sehingga sifat Buddha diri kita menampakkan diri. Penekanannya adalah pada “membina diri”.

Sewaktu kita melakukan puja bakti kepada para Buddha dan Bodhisattva, sepertinya kita memuja objek-objek seperti kayu, batu, tembaga atau porselin. Namun, dengan bervisualisasi bahwa para Buddha dan Bodhisattva sebenarnya menampakkan diri mereka di hadapan kita dalam bentuk yang terukir pada patung- patung tersebut, kita sebenarnya melatih diri dengan metode “menggunakan yang palsu untuk melatih yang asli”.

Ketika kita membakar kertas sembahyang sebagai suatu persembahan kepada para Buddha, Bodhisattva, Dewa Pelindung, dan makhluk suci lainnya, kita mengharapkan mereka menampakkan diri pribadi mereka untuk menerima persembahan kita itu. Bila hal yang sama dilakukan sebagai persembahan kepada roh-roh leluhur, kita mendoakan mereka supaya mendapatkan kebahagiaan dan kesehatan. Sekali lagi, ini merupakan metode “menggunakan yang palsu untuk melatih yang asli”.

Acarya Lian-Han menanyakan perihal “membakar kertas sembahyang” ini kepada Maha Acarya Lu Sheng Yen. Beliau menjelaskan didalam ceramah beliau, “Asalkan anda mempunyai pengertian tentang doktrin bahwa segala sesuatunya adalah dari pikiran, maka tidak akan muncul kontroversi.”

Membakar kertas sembahyang memang suatu hal yang semu. Demikian pula semua Dharmapun sebenarnya adalah sama. Namun, dengan membayangkan bahwa hal tersebut tidak semu, maka benar- benar terjadilah bahwa hal tersebut tidaklah semu. Supaya hasilnya menjadi efektif, kita harus mempunyai keyakinan bahwa membakar kertas sembahyang itu adalah suatu hal yang nyata dan bernilai. Karena, daya pikir kita itu, maka jadilah kegiatan itu suatu hal yang nyata dan bernilai. Roh-roh leluhur kita memang menginginkan kertas-kertas sembahyang itu. Sedangkan, kita membakar kertas-kertas sembahyang itu sebagai cara kita untuk menyampaikan hormat dan rasa welas asih kita kepada mereka. Bila keinginan dan tujuan kedua belah pihak dapat tercapai dengan teknik membakar kertas sembahyang ini, mengapa harus mengharamkan teknik ini? Membakar kertas sembahyang, memuja patung Buddha, menyebut nama Buddha, dan membayangkan wajah Buddha yang agung, semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu melatih kekuatan kemauan/pikiran kita.

Membakar kertas sembahyang dengan menggunakan kekuatan pikiran dapat mengundang kehadiran para Buddha, Bodhisattva, dan para roh leluhur kita. Para roh leluhur kita akan dapat terlahir di tanah suci (surga).

Sebuah kisah Kisah ini adalah mengenai seorang muda di Taiwan. Maha Acarya Lu Sheng Yen menjadi saksi peristiwa ini.

Anak muda ini menderita penyakit yang sudah tak dapat disembuhkan. Sehari sebelum ajalnya tiba, ia masih merasa segar. Kedua matanya masih terang, ucapannya masih dapat dimengerti, ia tidak terlihat bingung. Namun ia berkata kepada kedua orang tuanya. “Ada banyak orang yang berdiri mengelilingi saya. Sebagian diantara mereka saya kenal. Yang lainnya tidak. Mereka meminta uang dari saya. Bila tidak saya berikan, mereka tidak akan membiarkan saya pergi.” “Tetapi tidak ada orang disini, hanya kami berdua,” kata orang tuanya.

“Sungguh, mereka ada disini. Bahkan paman yang meninggal tahun lalu ada disini. Ia berusaha menarik saya tapi tidak berhasil.”

Kedua orang tuanya terkejut dan segera menaruh sejumlah uang di tangan putranya itu. Ia melihat apa yang ditangannya itu dan berkata, “Ayah dan ibu, apa yang kalian berikan kepada saya bukanlah jenis uang yang diinginkan.”

“Tetapi, ini adalah uang sungguhan, anakku!”, kata orang tuanya dengan rasa takut.

“Sungguh, ini bukan uang.”

Sang ibu mendapat ilham dan segera pergi ke toko terdekat untuk membeli banyak uang kertas sembahyang dan kemudian menaruhnya di tangan putranya sambil bertanya apakah itu uang yang dimaksud.

Sang putra tersenyum dan berkata, “Benar, ini uang yang sebenarnya.” Sehari sesudah itu, ia meninggal dunia.

Ini merupakan kisah nyata, orang mengisahkan cerita ini kepada saya (Maha Acarya Lu Sheng Yen) mengucurkan air mata sewaktu bercerita.

Saya ingin menjelaskan bahwa banyak kejadian aneh terjadi ketika seseorang hampir menjelang ajaknya. Kebanyakan keluarga mempunyai semacam pengalaman mengenai hal ini. Isu penting lainnya adalah mengapa kertas sembahyang yang dicetak didunia ini dapat digunakan oleh dunia lain? Ini merupakan topik yang kontroversi. Neraka merupakan sebuah dunia roh. Kertas sembahyang yang dicetak oleh manusia, setelah dibakar, dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai kebatinan dengan menggunakan kekuatan kemauan kita.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Berpindah Tempat Sewaktu Bermeditasi – Sang Buddha mengajarkan bahwa hanya tubuh Dharma yang merupakan tubuh yang sebenarnya dan bahwa tubuh kebahagiaan dan tubuh transformasi hanyalah penjelmaan dari tubuh yang sebenarnya.
    • * Cara Menghindar dari Malapetaka dan Kematian – Apakah cara ini dapat dipakai terus menerus agar orang tidak mati? Apakah badan jasmani tidak akan pernah rusak? Tentu saja tidak mungkin. Cara ini tidak bisa dipakai untuk selamanya. Untuk memperoleh umur panjang, berbuatlah kebajikan demi orang banyak.
    • * Dupa Hio – Dupa hio yang kita gunakan sebagai persembahan kepada sang Buddha berasal dari berbagai sumber, yaitu Jepang, Tibet, Taiwan, dan sebagainya. Terdapat berbagai kualitas dupa hio. Kualitas dupa hio itu dapat mempengaruhi kesehatan kita. Untuk menunjukkan rasa hormat kita yang dalam, kita harus selalu menggunakan kualitas dupa hio yang terbaik dalam memberikan persembahan kepada para Buddha disamping untuk menjaga kesehatan kita.
    • * Inti dari Sadhana Menghitung Pernapasan – “Pernapasan yang perlahan, dalam, dan teratur menimbulkan pikiran yang tenang yang menembus kesadaran yang lebih halus dan dalam. Sebaliknya, pernapasan yang kasar dan cepat dan disertai kemarahan, penyakit, dan kekesalan hati menganggu hubungan teratur antara pernapasan dan detak jantung dan mengakibatkan kesadaran yang tidak teratur, tidak tenang, dan boros energi.
    • * Meditasi dan Hati Nurani – Dengan memahami hati nurani sendiri, akan mengerti dengan jelas hal positif dan negatif, yang bermasalah atau tidak. Semua adalah berdasarkan hati nurani. Di luar hati nurani, tidak ada lagi pengetahuan atau sesuatu yang dipelajari, tidak ada kesalehan, tidak ada kejahatan. Kesalahan dan kejahatan adalah hasil dari pikiran. Hal ini berlaku dari siswa pemula sampai kepada tingkat orang suci”.
    • * Mengubah Nasib dengan Niat dan Perbuatan Baik – Saya selalu berkata kepada mereka : “mengubah nasib semuanya tergantung pada kedua tangan anda sendiri. Jangan merugikan orang lain. Asal mempunyai kedamaian dalam hati, hal itu sudah cukup baik. Nasib diubah dengan niat dan perbuatan yang baik. Nasib kita ditentukan oleh perbuatan kita. Hanya diri sendiri yang dapat mengubah nasib itu. Untuk mengubah nasib, kembangkanlah niat yang baik.”
    • * Memakai Energi Yin Memperlancar Usaha – Yang dimaksud dengan kekuatan yin (im) memperlancar usaha, saya pernah menggunakannya 2 kali. Saya menggunakan uang kertas sembahyang dan menulis diatasnya. Kemudian saya bakar. Menurut perbandingan, dapat dikatakan bahwa bila kita menggunakan selipat uang yang dipakai di alam mereka (yin), maka kita akan dibantu untuk memperoleh 4 kali lipat. Dana yang kita berikan untuk keperluan mereka di alam yin diatur oleh 2 penguasa alam itu, dan tidak perlu kita kuatirkan.
    • * Kertas Sembahyang – Ketika kita membakar kertas sembahyang sebagai suatu persembahan kepada para Buddha, Bodhisattva, Dewa Pelindung, dan makhluk suci lainnya, kita mengharapkan mereka menampakkan diri pribadi mereka untuk menerima persembahan kita itu. Bila hal yang sama dilakukan sebagai persembahan kepada roh-roh leluhur, kita mendoakan mereka supaya mendapatkan kebahagiaan dan kesehatan. Sekali lagi, ini merupakan metode “menggunakan yang palsu untuk melatih yang asli”.
    • * Membuang Rintangan Bumi Dengan Ilmu Pat-Kwa – Ilmu yang menyingkirkan rintangan bumi dengan Pat-Kwa menggunakan kekuatan chi (prana) yang bersifat maskulin (unsur ‘yang’) untuk menimbulkan perubahan kekuatan bumi.
    • * Mengembangkan Kesadaran Anda – Sebenarnya jalan satu-satunya yang membawa pada pengembangan kesadaran seseorang adalah dengan cara “mendisplinkan atau menstabilkan pikiran anda” atau “membuat pikiran anda tak tergoyahkan”. Ini adalah metode yang telah diwariskan kepada kita 2500 tahun yang lalu oleh Sakyamuni Buddha. Ini adalah sebuah rahasia yang sangat penting. Banyak diantara kita yang telah menggunakan metode ini. Metode ini disebut Meditasi. Hanya dengan pikiran yang “stabil atau berdisiplin” melalui metode meditasi, barulah anda dapat memasuki kesadaran yang paling halus dan dalam.
    • * Mengurangi Karma Buruk Dengan Catur Prayoga – Catur Prayoga nyatanya adalah fondasi dari semua aliran Tantrayana. Semua guru agung di zaman dahulu juga mengajarkan siswa mereka untuk mulai dengan Catur Prayoga. Karena bila tidak, siswa yang memiliki rintangan karma buruk yang serius akan diganggu iblis dan menjadi tersesat.
    • * Roh Pendamping – Secara umum, roh-roh pendamping adalah roh-roh yang mempunyai hubungan pribadi yang erat dengan roh sentral. Kalau bukan anggota keluarganya (leluhurnya), maka mungkin teman- teman dekatnya. Roh-roh pendamping adalah roh-roh yang mengawasi dan merawat roh sentral. Ahli-ahli kebatinan Barat yang melakukan penyelidikan mengenai karakter dan nasib seseorang seringkali pula melakukan penyelidikan tentang roh-roh pendamping.
    • * Om A Hum – Sering membaca “Om A Hum” akan mengubah roh-roh jahat/ kotor menjadi roh baik/ bersih dan akan membuat segala hal yang kotor menjauhi diri anda. Ini sebabnya mengapa seorang Tantrika (sadhaka Tantrayana) menggunakan mantra ini sewaktu memberi persembahan, sewaktu menerima hadiah, dan sewaktu membeli arca-arca.
    • * 究竟涅槃

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen



Baca juga:

  1. Penjelasan 7 Jenis Kertas Sembayang
  2. Cara Melipat Baju dan Celana dari Kertas Mantra
  3. Cara Melipat Uang Kertas dan Tempatnya dari Kertas Sembayang
  4. Cara Melipat Teratai Menggunakan Kertas Sembayang Dengan Metode Ketiga
  5. Cara Melipat Teratai Menggunakan Kertas Mantra

Leave a comment

Your comment