Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Raja Naga 5 Oktober 2013 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Raja Naga 5 Oktober 2013 :

Dharmadesana beliau selengkapnya:

Liputannya adalah sebagai berikut :

Mahaguru pernah mengatakan bahwa Raja Naga pernah memberitahu kepada Mahaguru “Memang benar bahwa Dewa Rejeki Jambhala kuning adalah Dewa terkaya di langit. Karena aliran Satyabudha memilih jambhala Kuning sebagai satu dari ke 8 Yidam Utama, Jambhala telah menjadi sangat terkenal di seluruh dunia. Banyak Tantrika sekarang mulai bersadhana Jambhala Yoga karena berpendapat bahwa mereka ingin melepaskan diri dari masalah keuangan terlebih dahulu sebelum mulai berkonsentrasi penuh pada upaya mencapai Pencerahan. Itu tak apa apa. Orang perlu mengatasi masalah keuangan-nya sehingga ia dapat berkonsentrasi dan duduk bermeditasi. Sewaktu akhirnya ia mencapai keberhasilan meditasi, maka kebijaksanaan akan muncul. Kebijaksanaan harus muncul untuk bisa mencapai pencerahan. Karena begitu banyak siswa zhen fo zong berlatih Jambhala Yoga, bahkan sampai menjapa mantra Jambhala sambil berjalan dan sambil tidur, Jambhala menjadi luar biasa sibuk!”

Raja Naga melanjutkan lagi, “Bagaimana kami boleh membiarkan Jambhala bekerja terlalu sibuk? Di langit, Jambhala memang merupakan Dewa Terkaya, tapi di lautan, Raja Naga lah Dewa Terkaya. Jambhala terlalu repot, tapi saya menganggur sekali!”. Begitu yang pernah disampaikan oleh Mahaguru. Sehingga selain memohon rezeki kepada Jambala Kuning, kita juga bisa memohon rezeki kepada Raja Naga.

Sabtu, tanggal 5 Oktober 2013 jam 7 malam, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan Raja Naga. Upacara ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan.

Sebelum upacara dimulai, terlihat shixiong shijie yang sedang menulis kayu homa Raja Naga, menulis formulir maupun menulis amplop yang berisi kertas sembayang, kemudian di tempat penjualan muda – mudi terlihat berbagai persembahan untuk altar dan persembahan untuk homa, dikarenakan ini adalah homa Raja Naga maka terlihat obat – obatan untuk homa tersedia beberapa mangkuk.

Di ruang bhaktisala altar persembahan homa Raja Naga dan juga pratima Raja Naga yang terlihat sungguh anggun dan berwibawa. Selain itu juga, ada umat yang mempersembahkan sebuah kue ulang tahun dengan aksesoris kue bebentuk naga, kemudian berwarna biru, sedikit bergelombang, sehingga kue tersebut kelihatan seperti suasana di laut.

Upacara dimulai pukul 7.30 malam, rombongan Acarya dengan diiringi muda – mudi memasuki ruang Bhaktisala. Kemudian Vajra Acarya mempersembahkan dupa diiringi lagu “Pendupaan” yang dilanjutkan dengan lagu “lu xiang zan” dan “qing jing zan”. Prosesi tata ritual upacara dari penjemputan Vajra Acarya hingga pelafalan mantra Mahaguru untuk memohon adhistana pemberkahan itu sama seperti biasa, yang membedakannya yaitu dimana setelah pelafalan mantra tersebut, memasuki tahap inti yaitu membentuk mudra yidam, bervisualisasi yidam dan melafalkan mantra yidam.

Untuk visualisasi Raja Naga sebagai berikut 觀想大海上面,萬里無雲晴空,月輪從海上生起虛空。月輪中有一個種子字 密字,密字旋轉化爲龍王。唸 : 嗡。啞吽。梭哈。召請虛空五佛放出光灌頂龍王及眾等。唸灌頂真言三遍嗡 吽針啥啞。龍王升上天祈願龍王速成佛。龍王化爲五方佛加持行者。行者向龍王佛祈願。 Bervisualisasi di atas samudra, langit cerah tak berawan, cakra candra terbit dari permukaan samudra dan di tengahnya terdapat bijaksara “MI”. Bijaksara tersebut berputar, berubah menjadi Raja Naga. Kemudian memanjatkan mantra “Om ah Hum Suo ha” untuk memohon kehadiran Panca Dhyana Buddha. Bervisualisasi Panca Dhyana Buddha hadir di angkasa kemudian memancarkan cahaya dan memberkati Raja Naga serta Sadhaka. Melafalkan mantra abhiseka “Om hum zhen sha ya” kemudian visualisasi Raja Naga terbang ke angkasa dan dan berubah menjadi Panca Dhyana BUddha. Sadhaka mendoakan semoga Raja Naga segera menjadi BUddha, kemudian Panca BUddha memberkati Sadhaka dan Sadhaka dapat membuat permohonan kepada Raja Naga.


mantra Raja Naga : Na mo. San man duo. mu to nan. wa ri la mi.

Bhikkhu Lhama mempersilahkan Vajra Acarya memberkati sarana puja dan kayu homa, memutar Japamala memberkati, dan melakukan Sima Bhandana pada Tungku Homa dengan Tongkat Vajra, tungku pun dinyalakan. Satu per satu persembahan dimasukkan ke dalam tungku. Selesai mempersembahkan, Vajra Acarya memperagakan mudra tolak bala dan pemberkahan.

Setelah selesai puja api homa, sebelum kembali ke Dharmasana, Vajra Acarya memberkati altar Dirgahayu yang digelar, dimana disana telah ada nama – nama donatur dari upacara ini.

Upacara dilanjutkan dengan mantra 8 yidam, puja Amitabha Buddha, penyaluran jasa, mantra Sataksara, Namaksara dan diakhiri dengan Mantra Paripurna. Kemudian Vajra Acarya menyampaikan ceramah Dharma yang bisa temen – temen dengar secara langsung di atas. dan juga pada homa kali ini, api berbentuk seperti Raja Naga. Vajra Acarya ada menunjukkannya dan temen – temen bisa lihat di video dokumentasinya.

Selesai menyampaikan ceramah dharma, Vajra Acarya mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka sarana dan memberikan abhiseka pemberkahan Raja Naga

Upacara telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :

Untuk download Mantra Raja Naga beserta bulatan penjapaan, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-raja-naga/

untuk download sutra Raja Naga beserta bulatan penjapaan, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/sutra/sutra-raja-naga/

Untuk download Mudra Raja Naga, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

untuk download Dokumen Penyalinan sutra Raja Naga, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/salin-sutra/penyalinan-sutra-raja-naga/

Untuk download Artikel Raja Naga, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/artikel-lain/raja-naga/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment