Namaskara yang Tulus

Majalah dharma talk edisi April 2014 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2014/april/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Namaskara yang Tulus dari Majalah dharma talk edisi April 2014

Namaskara yang Tulus

Tersirat dalam satu kali namaskara dalam sadhana mahanamaskara Tantrayana adalah puluhan ribu namaskara. Kita tidak boleh meremehkan ritual mahanamaskara karena ini sepenuhnya mengajarkan kita bagaimana untuk menundukkan keakuan dan kesombongan kita. Dengan bernamaskara di hadapan para Buddha dan Bodhisattva, kita bertobat dan menyerahkan tubuh,ucapan, dan pikiran kita sepenuhnya kepada para Buddha dan sang yidam.

Satu namaskara adalah semua namaskara. Dalam satu namaskara, kita memberi hormat kepada semua Budha. Ini adalah ritual unik dalamTantra dan pahalanya sungguh besar. Jadi jangan kita anggap remeh. Sewaktu kita bersadhana bersama, banyak orang melakukan mahanamaskara seperti ini, cepat sekali. [Maha Acarya memperagakan dan para pendengar tertawa].

Hampir tidak ada energi dalam melakukannya. Juga tidak terlihat hikmat. Kita harus tahu bahwa rasa hikmat harus datang dari dalam, dari hati kita. Kita menggunakan visualisasi untuk menciptakan rasa megah dan hikmat itu.

Sebagian orang mungkin secara salah merasa bahwa setelah berpartisipasi dalam beberapa puja bakti bersama, mereka sudah menguasai semua langkah ini, termasuk bagaimana membentuk mudra. Kelihatannya sangat mudah dan sederhana. Mereka sungguh tidak tahu bahwa ada seni yang rumit didalamnya.

Itu sebabnya mengapa ulasan yang terperinci tentang sadhana diperlukan. Dengan pengetahuan ini, kita belajar menghargai kebesaran dari Dharma Tantra sehingga bisa menjalankan sadhana yang tidak asal-asalan. Dalam puja bakti bersama, sebagian orang selesai dengan cepat; keseluruhan. tata cara bisa diselesaikan dalam 20 menit. Bila kita bertanya kepada mereka bila mereka mendapat perkembangan kesadaran atau persepsi selama latihan tersebut bila mereka mendapat perkembangan kesadaran atau persepsi selama latihan tersebut,mereka menjawab, “Tidak, tapi perduli amat? Yang penting saya sudah melakukan semua langkah-langkah yang diharuskan.

Maha Acarya menyuruh saya melakukan 200 kali latihan dan saya dapat menyelesaikan beberapa latihan dalam satu hari. [tawa pendengar]. Dalam waktu cepat, jumlah 200 itu akan dapat dicapai. Tetapi,mengapa saya masih mempunyai banyak masalah? Mengapa rintangan saya masih besar?” [tawa pendengar]. Tentu saja, rintangan mereka masih besar. Mereka belum betul-betul meresapi sadhana tersebut.

Mereka belum dapat melibatkan hati dan pikiran mereka selama proses bersadhana. Mahanamaskara adalah suatu tindakan yang sangat hikmat dimana kita memasuki suatu keadaan pikiran untuk memberi hormat kepada semua Buddha dan Bodhisattva di alam semesta. Para Buddha dan Bodhisattva sangat anggun dan agung. Kesadaran Agung dari alam semesta sungguh besar dan luas.Sewaktu kita bertobat dan merendahkan diri dengan cara memberi hormat kepada kesadaran alam semesta, kita sedang menuju kepada kedewasaan rohani.

Ini bukanlah langkah biasa yang bisa dilakukan asal-asalan.Jadi, saya harap anda semua mendapat pengertian yang jelas tentang langkah ketiga ini, mahanamaskara. Itu sebabnya juga mengapa setiap dari Catur Prayoga –Catur Sarana, Mahanamaskara, Maha Puja, dan sadhana Vajrasattva — adalah latihan yang terpisah. Coba renungkan ini: mengapa kita perlu meluangkan waktu yang terpisah untuk melatih mahanamaskara? Pahala yang dihasilkan sungguh luar biasa tak terbatas. Setiap hari, sebelum kita mulai bermeditasi, kita harus melakukan mahanamaskara.

Secara fisik, ini akan menguatkan badan kita,sedangkan secara rohani, ini membangkitkan rasa hormat dan pengabdian kita. Disaat yang sama, sinar dari bertrilyun Buddha dan Bodhisattva akan menyinari kita, dan kita akan begitu tergugah oleh berkat seperti ini. Dibandingkan dengan namaskara biasa, sebuah mahanamaskara yang disertai dengan visualisasi seperti ini memberikan hasil yang sangat berbeda. Selagi melakukan mahanamaskara, kita dapat menundukkan keakuan bila kita dapat sepenuhnya menyerahkan tubuh dan pikiran kita untuk menerima sinar dari bertrilyun Budha dan Bodhisattva. Dengan menerima sinar yang menyorot kita dan berkah dari para Budha dan Bodhisattva, kita rela melepaskan semua kekuatan negatif dan karma buruk yang telah kita lakukan. Hanya namaskara yang dilakukan dengan cara ini lah yang menghasilkan pahala paling besar.

Hari ini, saya telah berbicara tentang ketiga langkah pertama dalam sadhana Dharma Satyabudha. Besok, kita akan lanjutkan sehingga keseluruhan liturgy dapat dibahas dalam beberapa hari mendatang ini.Setuju?

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Namaskara yang Tulus –.Tersirat dalam satu kali namaskara dalam sadhana mahanamaskara Tantrayana adalah puluhan ribu namaskara.
    • * Perihal Berguru – Bila anda sudah mendapatkan pengertian yang baik mengenai Vajra Guru yang sejati dan mengangkat guru kepadanya, anda akan menerima berkat nyata dari silsilah guru murid dimana anda sudah tentu akan berhasil dalam latihan anda.
    • * Tantrayana –Boleh dikatakan bahwa semua aktivitas sehari-hari didalam tantrayana merupakan sadhana.
    • * Mencari dan Berlindung – Banyak orang telah mencari dan berlindung. Ini sama dengan banyak sungai mengalir ke danau-danau lalu terus mengalir ke lautan.
    • * Guru, Apakah Yang Kau Miliki? – Vajra Master sejati adalah orang yang mempunyai kebijaksanaan agung — jadi ia mengajarkan tentang Kebijaksanaan.
    • * Meningkatkan Ketawaran Akan Keduniawian – Dengan bangkitnya ketawaran akan hal duniawi, bukannya kita jadi membunuh diri, tetapi justru membina batin, meninggalkan dunia yang pusing dan memasuki kehidupan Budhisme memasuki kehidupan Budhisme.
    • * Asalkan Bersungguh-sungguh Sadhana, Maka Berkah Akan Semakin Besar! – Asalkan anda tekun sadhana bersungguh-sungguh, berkah anda semakin lama akan semakin besar.
    • * [Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo] AMOGHAPASA AVALOKITESVARA – Bodhisattva Amoghapasa Avalokitesvara, bertubuh putih, berwajah 3 berlengan 4, setiap wajah bermata 3,tangan kanan memegang japamala.
    • * 【釋經文:如是我聞(一)

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment