Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Jambala Merah 11 Oktober 2015 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Jambala Merah 11 Oktober 2015 :

Dharmadesana V.A Lian Yuan selengkapnya:

Dharmadesana V.A Lian Pu selengkapnya:

Liputannya adalah sebagai berikut :

Minggu, 11 Oktober 2015 jam 2 siang, VVBS menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Jambala Merah. Upacara Api Homa ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan.

Sekilas mengenai Jambala Merah yang ada di TBSN Indonesia : Tubuh Rakta Jambhala ( Hong Caishen ) Berwarna merah, berkepala gajah dan berlengan empat, tangan kanan pertama membawa lobak, tangan ke dua memegang parasu penakluk mara ( kapak ) , tangan kiri pertama membawa daun lobak dan tangan ke dua membawa japamala. Rakta Jambhala berdiri di atas Nakula berwarna biru ( Tikus Yang Memuntahkan Mustika ), sedangkan nakula ada di atas padmasana berkelopak delapan. ( Wujud Rakta Jambhala ada yang berlengan dua, berlengan empat, berlengan enam, berlengan delapan maupun berlengan dua belas ).

Rakta Jambhala ( Jambhala Merah / Hong-cai-shen ) atau Ganesh mulanya adalah Dewa Rejeki dalam Agama Brahman, merupakan salah satu dari empat Dewata Agung dalam Agama Hindu. Mulanya dalam Agama Hindu ada Tiga Dewata Utama, yang satu adalah Dewata Samhara atau Shiva ( Mahesvara / Da-zi-zai Tian ) , kemudian adalah Dewa Pencipta atau Brahma ( Da-fan Tian ) dan Dewa Pelindung atau Vishnu ( Bian-jing Tian ), selain itu ada satu lagi Dewata Penguasa Sumber Daya yang sangat termasyur, yaitu Gajavaktra , putra dari Dewa Shuiva, Ganesh.

Ganesh sangat ternama di India dan Tibet ; Saat Tantrayana makin berkembang, Ganesha memasuki jajaran Lima Jambhala Agung Tantrayana , disebut sebagai Penguasa Sumber Daya Tantra Tibet, mempunyai Dharmabala nan agung, mampu menganugerahi ratna manikam serta harta kekayaan, merupakan Raja Penganugerah Berkah. ( Lima Jambhala Agung dalam Tantrayana adalah : Jambhala Kuning, Jambhala Merah, Jambhala Putih, Jambhala Hijau dan Jambhala Hitam )

Dalam menekuni Sadhana Rakta Jambhala, yang terutama adalah pujana, harus membuat Rakta Jambhala bersukacita, usai sadhaka bervisualisasi menjadi Yidam Sadhana, membuka ulu hati sendiri, kemudian menghaturkan pujana kepada Rakta Jambhala dengan memanifestasikan Caturpuja Devi : Vajranrtya, Vajragita, Vajramala dan Vajralasye, supaya Rakta Jambhala bersukacita ; Kemudian sambil menjapa Mantra Hati Rakta Jambhala ( Om Ganabadiye Suoha ) , sambil mengelus belalai Rakta Jambhala, tiga kali ; Bervisualisasi segala permohonan kita keluar melalui belalai Rakta Jambhala, asalkan dengan tulus berpujana, membuat Rakta Jambhala bersukacita, maka baik itu ketenaran maupun kemakmuran, segala yang dimohonkan pasti dikabulkan………..baca artikel ini selengkapnya di sini

Karena ini merupakan Jambala Merah, yang tidak kalah hebatnya seperti Jambala Kuning, maka tidak mungkin di lewatkan. Umat berbondong – bondong hadir ke vihara untuk berpartisipasi, siapa yang tidak ingin memohon rezeki. Ada yang menulis kayu homa, ada juga yang membeli persembahan seperti susu, arak, dll. Terlihat di ruang bhaktisala di tempat mandala Homa terdapat Pratima Jambala yang didudukkan. Kemudian di altar Jambala, terlihat juga berbagai jenis persembahan yang dipersembahkan yaitu pisang, wortel, dll. Sebelum hari upacara, sewaktu puja bakti, Bhikkhu Lhama dan Vajra Acarya ada menginformasikan bahwa selain wortel, kita boleh mempersembahkan pisang untuk Jambala Merah.

Upacara dimulai pukul 14.00 WIB, Vajra Acarya dengan diiringi barisan muda – mudi memasuki ruang Bhaktisala. Kemudian Vajra Acarya mempersembahkan dupa diiringi lagu “Pendupaan”. Setelah selesai, Vajra Acarya dipersilahkan duduk. Banyak umat yang berjodoh bisa hadir dan berpartisipasi dalam Upacara ini, baik hadir secara langsung maupun berpartisipasi melalui formulir atau kayu homa.

Upacara dimulai dari Mantra Pembersihan hingga Mantra Padmakumara. Kemudian bersama – sama membentuk mudra Jambala Merah, Bervisualisasi Bervisualisasi di atas samudra langit cerah tak berawan, cakra candra terbit dari permukaan laut dan ditengahnya terdapat bijaksara “gang”. Bijaksara tersebut berputar dan berubah menjadi Ganesha. Tubuh Ganesha berwarna merah, berkepala gajah, tangan kanan pertama menggenggam wortel, tangan kanan kedua menggenggam kapak, tangan kiri pertama menggenggam daun wortel, tangan kiri kedua menggenggam japamala. Usai visualisasi dengan jelas, sadhaka memegang vajra di tangan kanan menekan dia tas kepala Ganesha (bila mandala berjarak terlalu jauh, boleh bervisualisasi Ganesha bergeser ke depan sadhaka) Sementara itu bervisualisasi Ganehsa melalui belalai-nya berkenan melimpahkan segala materi yang didoakan sadhaka. Melafalkan mantra Jambala Merah : 嗡 。嘎那巴底耶。梭 哈。Om. Ga na ba di ye. suo ha sebanyak 21 x.

Kemudian mempersilahkan Vajra Acarya memutar Japamala untuk memberkati, lalu memberkati sarana puja dan kayu homa, dan melakukan Sima Bhandana pada Tungku Homa dengan Tongkat Vajra, tungku pun dinyalakan. Satu per satu persembahan dimasukkan ke dalam tungku, kemudian terlihat persembahan yang agak spesial yaitu Manisan ladu, busur dan panah, kapak, miniatur rumah, Vajra dorje. Selesai mempersembahkan, Vajra Acarya memperagakan mudra tolak bala pemberkahan dan penyeberangan. Proses puja api homa tersebut diiringi Mantra Jambala Merah, shixiong shijie dengan khyusuknya berdoa. Vajra Acarya pernah mengatakan bahwa saat Vajra Acarya sedang melakukan puja api homa, hendaknya shixiong shijie dengan tulus melafalkan mantra, bervisualisasi dan berdoa kepada Yidam. Dalam Puja Api Homa kita bisa bervisualisasi ditengah tungku, api yang berpijar membakar diri sendiri, sehingga semua karma buruk terbakar menjadi hawa hitam, keluar melalui pori – pori, diri sendiri menjadi bersih. Karma buruk pun lenyap. Sadhaka, yidam dan api menjadi satu kesatuan.

Setelah selesai puja api homa, sebelum kembali ke Dharmasana, Vajra Acarya memberkati altar Dirgahayu dan altar Ksitigarbha yang digelar untuk upacara ini.

Upacara dilanjutkan dengan mantra 8 yidam, puja Amitabha Buddha, penyaluran jasa, mantra Sataksara, Namaksara dan diakhiri dengan Mantra Paripurna. Kemudian Vajra Acarya menyampaikan ceramah Dharma yang bisa temen – temen dengar secara langsung di atas.

Selesai menyampaikan ceramah dharma, Vajra Acarya mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka pemberkahan Jambala Merah

Upacara telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :

Untuk download Mantra Jambala Merah, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-jambala-merah/

Untuk download Mudra Jambala Merah, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

Untuk download Multimedia suara Mantra Jambala Merah, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/multimedia/multimedia-suara-mantra-jambala-merah/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment