Buddha Bakti

Majalah dharma talk edisi November 2015 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2015/november/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Buddha Bakti dari Majalah dharma talk edisi November 2015

Buddha Bakti

Dalam Sutra Purva Pranidhana Bodhisattva Ksitigarbha tercatat hal sebagai berikut: Bodhisattva Ksitigarbha pernah terlahir sebagai seorang gadis Brahmana. Gadis ini amat berkarunia, memiliki iryapatha yang benar, sehingga disegani oleh orang banyak dan dilindungi oleh para dewa.

Namun, ibu dari gadis Brahmana ini menganut aliran sesat dan sering menghina Triratna. Oleh sebab itu, setelah meninggal, rohnya terjerumus ke Neraka Avici, sangat menderita.

Demi menolong ibunya, gadis Brahmana ini melakukan persembahan pada Tathagata Padmasamadhi Svaraja. Akhirnya, gadis Brahmana berhasil memasuki neraka untuk memberi pertolongan sehingga ibunya bisa terbebas dari siksaan neraka dan naik ke surga.

Juga tercatat:

Bodhisattva Ksitigarbha pernah terlahir sebagai gadis bernama Jyotinetra. Kasusnya sama, Ibu dari Jyotinetra setelah meninggal terjerumus ke alam samsara, amat tersiksa. Hal itu disebabkan ibu Jyotinetra terlalu banyak membunuh hewan. Terutama suka menyantap anak penyu.

Ada seorang Arahat memberi petunjuk pada Jyotinetra agar berkenan melakukan persembahan pada Tathagata Suddhana Padmanetra. Demi menyelamatkan sang ibu, Jyotinetra dengan tulus melakukan persembahan dengan sepenuh hati, juga menyatakan ikrar akan menyeberangkan makhluk luas, yakni dirinya baru mencapai pencerahan apabila makhluk luas sudah mencapai pencerahan.

Ibu dari Jyotinetra terlahir kembali. Pertama menjadi seorang pelayan, meninggal pada umur 13 tahun. Lalu, terlahir sebagai biarawan, meninggal pada usia 100 tahun. Terlahir di negeri tanpa kecemasan dan akhirnya menjadi Buddha.

Arahat yang dimaksud pada waktu itu adalah Bodhisattva Aksyayamati. Ibu dari Jyotinetra adalah Bodhisattva Vimoksa. Jyotinetra adalah wujud sebelumnya dari Bodhisattva Ksitigarbha.

Saya memuja Bodhisattva Ksitigarbha:

Namo Mahamaitri-bakti Bodhisattva Mahasattva Ksitigarbha. Berwelas asih melakukan kebajikan dan berikrar menyelamatkan makhluk luas. Tongkat sakti mampu menggebrak gerbang neraka. Mutiara suci di telapak tangan mampu membuat alam ini terpaku. Dengan suara penuh kebijaksanaan yang menembusi mega manggala. Ia tampil sebagai penyelamat bagi umat manusia yang menderita di dunia.

Saya pribadi sangat menghormati dan mengagumi keagungan bakti Bodhisattva Ksitigarbha. Saya menjadikan ikrar agung Bodhisattiva Ksitigarbha sebagai ikrar diriku, juga mengangkat Bodhisattva Ksitigarbha sebagai yidam dalam Sadhana Adinatayoga yang kutekuni.

Sewaktu kecil, saya pernah mendengar kisah seorang yang bernama Yang Fu. Yang Fu pamit pada ibunya lalu pergi seorang diri ke Sichuan untuk mencari Buddha melalui Mahaguru Wuji.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang bhiksu tua. Bhiksu tua bertanya,

“Mau ke mana?”

Ia menjawab, “Mencari Buddha melalui Mahaguru Wuji di Sichuan.”

Bhiksu tua berkata, “Buddha tidak ada di sana.”

“Lalu, Buddha ada di mana?”

“Anda pulang saja. Di rumah, Anda akan melihat seseorang yang menutup bahunya dengan sepotong baju berwarna kuning dan memakai bakiak yang terbalik.

Dia adalah Buddha.”

Setelah mendengarkan ucapan bhiksu tua itu, Yang Fu pun segera kembali ke rumahnya. Saat ia tiba di depan rumah sudah hampir tengah malam. Pintu rumah sudah tertutup.

Ia mengetuk pintu.

Ibunya yang sudah tua tahu bahwa anaknya sudah pulang. Begitu senangnya sehingga terburu-buru meraih sepotong baju untuk menutupi bahunya. Baju tersebut kebetulan berwarna kuning. Mungkin juga saking girang mau bertemu dengan anak yang selalu dirindukannya sehingga memakai bakiak pun menjadi terbalik saat membukakan pintu.

Begitu Yang Fu melihat semua ini dan tiba-tiba tersadar.

Sejak itu ia menetap di rumah dan berbakti dengan sepenuh hati pada ibunya.

Ada sebuah kisah ajaib yang bercerita tentang seseorang yang dengan puluhan ribu aksara memberi penjelasan untuk Sutra Bakti.

Saat ia menulis penjelasan untuk Sutra Bakti, cairan dalam bak tinta yang sudah hampir kering tiba-tiba menjadi penuh lagi. Demikian hal tersebut terulang beberapa kali.

Sewaktu kecil, saya amat terharu mendengarkan cerita-cerita ini.

Pada zaman sekarang, saya melihat banyak anak muda menelantarkan orang tuanya. Mereka melupakan budi orang tua, mengecewakan hati orang tua, membuat orang tua merasa kesal, takut, gelisah, susah menyampaikan isi hati, dan menderita.

Anak muda zaman sekarang yang tidak menghormati orang tua sendiri, bagaimana mungkin bisa menghormati orang lain. Mereka sudah kehilangan moral dasar sebagai manusia.

Saya pernah melihat seseorang yang bermaksud menajdi bhiksu untuk mendalami Buddhadahrma. Orang tuanya tidak memahami gagasan mulia ini, lalu menangis tersedu-sedu dan menyatakan lebih baik mati saja.

Batinku sungguh tidak tega, lalu saya berkata, “Bagi umat yang ingin menjalani kehidupan biara, harus terlebih dahulu meminta persetujuan tertulis dari orang tua dan pasangan hidup. Bersujudlah pada orang tua agar mereka memahami hal tersebut justru demi berbakti pada orang tua sehingga hati orang tua menjadi tenang.”

Umat yang sudah menjalani kehidupan biara, walaupun sudah meninggalkan rumahnya, tetap harus menganggap orang tua sebagai Buddha dan berbakti pada orang tua.

Yang paling ideal adalah, kita sendiri yang sudah menjadi kehidupan biara, juga menuntun kedua orang tua untuk menjalani kehidupan biara. Keluarga Buddhis yang total sungguh sempurna adanya. Menurut saya, tidak ada orang yang tidak berbakti yang dapat menjadi seorang Buddha.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Dewa Sungai Tachia – Dewa Sungai Tachia menampakkan diri, di antara para dewa, Dewa Sungai adalah dewa yang berpenampilan paling berwibawa, aura paling terang
    • * Wajah Asli Manusia – Untuk mengamati wajah asli seorang manusia, bukan pada penampilannya, melainkan batinnya, kata-kata manis di bibir itu tidaklah benar, melainkan di dalam batinnya.
    • * Bekas Luka Cinta – Kadang-kadang benteng cinta yang kokoh yang sudah dibangun, malah dengan mudah dihancurkan oleh sepatah dua patah kata saja.
    • * Mencintai Duniawi – Saya merenungi bau duniawi ini. Sebenarnya bau duniawi saya adalah “nyata”, saya akui diriku bukan orang suci pembawaan lahir, atau orang mulia pembawaan lahir.
    • * Buddha Bakti – Umat yang sudah menjalani kehidupan biara, walaupun sudah meninggalkan rumahnya, tetap harus menganggap orang tua sebagai Buddha dan berbakti pada orang tua.
    • * Menyelamatkan Tujuh Nyawa – “Beberapa hari yang lalu, seorang wanita bernama Jiang Min berkunjung ke tempatmu. Anda sempat menasihatinya, dan ia menurut. Maka itu, tujuh nyawa terselamatkan.”
    • * Membangkitkan Bodhicitta, Berguru pada Sila – Ada 7 jenis cara membangkitkan Bodhicitta, salah satunya adalah “Tonglen”.”
    • * Pengulasan Tata Ritual Tantra Lengkap Dan Mendetail: Bagian 26~29 (akhir) : Melafal Nama Buddha, Parinamana, Mantra Sataksara & Paripurna – “Melafal Nama Buddha adalah melatih rupakaya.”, yaitu rupakaya Buddha.
    • *【釋經文】演述「三十七道品」﹝一/三﹞

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment