Air Pelupa

Majalah dharma talk edisi Februari 2016 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2016/februari/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Air Pelupa dari Majalah dharma talk edisi Februari 2016

Air Pelupa

Seorang Bodhisattva tua (Sebutan untuk umat Buddha lansia yang taat beragama) yang sudah lama menjadi umat| Zhenfo Zong telah menguasai Sadhana Tantra Satya Buddha dengan baik. Tiada hari dilewatinya tanpa bersadhana. Dengan Bodhisattva Avalokitesvara sebagai Adinata, setiap hari ia menjapa mantra sebanyak ratusan ribu kali. Doanya selalu terkabulkan. Baik berkah, kemakmuran, umur panjang, maupun keturunan, semuanya sudah ia miliki. Anak cucunya pun sangat berbakti.

Menjelang hari ajalnya, ia yang semestinya terlahir di alam suci, tiba-tiba melihat almarhum suaminya menampakkan diri menawarkan secangkir “air pelupa” untuk diminum.

la tidak menaruh curiga atas fungsi air tersebut dan langsung meneguknya, la segera lupa pada semua Sadhana Tantra yang ia tekuni, lupa pada Adinata, lupa pada mantra, bahkan lupa bahwa dirinya pernah bersarana pada Buddha, bersarana pada Dharma, dan bersarana pada Sangha.

Yang memenuhi benaknya kini adalah:

  • *Almarhum suami.
  • *Alam manusia yang duka.
  • *Perpisahan yang menyedihkan.
  • *la mencintai aku.
  • *Aku mencintai dia.

Bagaikan sehelai rumput di bawah terpaan angin (Artinya hidup tanpa pendirian tetap). Si Bodhisattva tua sudah lupa akan kekuatannya bersadhana. Yang dipikirkannya hanyalah berkumpul dengan almarhum suami. Si Bodhisattva tua menuju arah “neraka”, saya menghalangi di gerbang alam neraka.

Si Bodhisattva tua menuju “alam preta”, saya menghalangi di gerbang alam preta.

Si Bodhisattva tua menuju “alam hewan”, saya menghalangi di gerbang alam hewan.

Si Bodhisattva tua menuju alam Asura, saya juga menghalanginya.

Saya bertanya pada si Bodhisattva tua, Anda sudah tidak kenal saya?”

“Tidak kenal.”

“Saya adalah Mula Acarya!”

“Apa itu Mula Acarya?”

Tamatlah sudah! Bodhisattva tua yang sudah lama bersarana dan sudah bertahun- tahun menekuni sadhana dan menjapa mantra ini, begitu bertemu dengan arwah penagih hutang (Hutang yang dimaksud tidak selalu berupa materi, bisa saja berupa budi atau I dan lain sebagainya), yakni almarhum suaminya, langsung kehilangan segala kekuatan sadhananya lewat secangkir “air pelupa”, la hanya tahu mencari- cari almarhum suami, tidak tahu lagi arah tujuan sebenarnya. Saya sudah kewalahan menghalangi jalannya. Tepat pada saat itulah Adinata dari Bodhisattva tua itu, Bodhisattva Avalokitesvara, tiba dengan membawa ratnakalasa. Bodhisattva Avalokitesvara yang mengenakan perhiasan itu memercikkan air suci dengan ranting willow pada diri si Bodhisattva tua. Si Bodhisattva tua tiba-tiba sadar dan mengarungi samudera hidup dan mati.

Dengan menjapa Mantra Adinata “Om. Mani Padme. Hum.” dirinya segera menuju Hutan Bambu Ungu Laut Selatan. Saya menjadi lega melihatnya, dan berterima kasih pada Bodhisattva Avalokitesvara yang berkenan membawanya pergi…

Om Mani Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Antara Terlahir di Surga dan Telahir di Sukhavatiloka bagian 2 – Kita telah mengulas bahwa Sukhavatiloka tercipta dari kekuatan ikrar Amitabha Buddha, ini berbeda dengan kelahiran di surga, sebab kelahiran di surga hanya membutuhkan praktik dasa-kusala-karma. Bagaimana cara terlahir di Sukhavatiloka?
    • * Air Pelupa – Menjelang hari ajalnya, ia yang semestinya terlahir di alam suci, tiba-tiba melihat almarhum suaminya menampakkan diri menawarkan secangkir “air pelupa” untuk diminum.
    • * Apakah Menyapu Kuburan Ada Pahalanya? – “Menyapu batin, berpahala besar.”
    • * Dewa Bumi Cilik Menapakkan Diri – Dewa Bumi tua yang berwibawa, tak disangka melempar tongkatnya, langsung menjadi bocah yang berusia sepuluh tahun lebih, rambutnya hitam pekat, wajah bagaikan bunga persik, melompat-lompat, luar biasa lugu.
    • * Mencetak Sutra Satya Buddha – Ternyata karunia yang ia peroleh bahkan lebih luas, yakni, 1. leluhur naik ke surga. 2. memperoleh hadiah utama, membeli tiga rumah mewah. 3. ketiga anaknya lulus ujian masuk universitas yang diidam-idamkan. 4. ia sendiri naik jabatan.
    • * Piket Dua Dewa Rejeki –Semua itu dikarenakan restoran ini dipiket oleh dua Dewa Bhumi, bagaimana tidak menjadi jaya!
    • * Sesi Tanya Jawab – Ketika berjalan sambil menyebut nama Buddha apakah perlu membentuk mudra, kedua mata apakah perlu setengah dipejamkan?
    • * Raja Dan Dharmaraja– Raja manusia di dunia saha adalah raja sebuah negeri, memiliki banyak daerah kekuasaan, dan Namun dibandingkan dengan Dharmaraja, Dharmaraja sendiri memiliki siswa.
    • * Tathagatha Usnisa Vijaya Dharani– Sang Buddha berkata pada Dewa Indra, dharani ini disebut Tathagatha Usnisa Wijaya Dharani Pembasmi Segenap Alam Samsara, mampu menghapus semua karma buruk dan melenyapkan semua penderitaan dari jalan kejahatan.
    • * Arti Mantra Bhagavati Usnisa Vijaya– terang mahasiddhi yang dicapai dari perbauran antara terang Tathagata Usnisa yang sempurna di alam semesta dan terang kita sendiri, itulah arti mantra Bhagavati Usnisa Vijaya.
    • * Konsentrasi Penuh Dapat Memperoleh Kontak Batin – Setelah siswa memperoleh kontak batin pertama dari Sadhana Catur Prayoga, baru dapat dibilang benar-benar memperkuat sraddha. Berkat adhistana Mahaguru, siswa baru bisa melangkah masuk ke pintu Dharma.
    • * Jangan Terjerumus Dalam Khayalan, Tenangkan Hati Dengan Menjapa Mantra dan Sutra –Muncul pikiran yang tidak benar boleh diacuhkan, tetapi juga tidak boleh terjerumus dalam khayalan, merubah pikiran tersebut menjadi Nama Agung Buddha, Mantra Hati atau keagungan Buddha Bodhisattva, lama-kelamaan, akan hilang dengan sendirinya.
    • *【釋經文】五根、五力、七菩提分

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment