Melatih Yang Asli Dengan Meminjam Yang Palsu Untuk mencapai Buddhata Sejati

Majalah dharma talk edisi Januari 2009 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2009/januari/
Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Melatih Yang Asli Dengan Meminjam Yang Palsu Untuk mencapai Buddhata Sejati dari Majalah Dharma Talk edisi Januari 2009

Sembah sujud pada Y.M. Liao Ming, Guru Sakya Zheng Kong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye, sembah sujud pada Triratna Mandala. Gurudhara, acarya pemandu kebaktian Acarya Lian Yi, para acarya, dharmacarya, para lama, para umat se-Dharma, juga umat se-Dharma di internet, salam sejahtera. Pernah Ada Siswa Mempersembahkan Lukisan Qi Bai-shi dan Giok Lima Naga Dari Dinasti Han Kepada Mahaguru Saya lebih dulu mengulas barang antik yang sempat dibahas kemarin malam di ruang makan Vihara Ling Shen Ching Tze. Seorang siswa pernah memberikan saya sebuah lukisan.

Lukisan ini dibawa oleh seorang siswa dari China daratan ke Indonesia, setelah satu atau dua generasi kemudian, siswa ini memberikan lukisan tersebut pada saya. Tahun ini tahun tikus, lukisan Qi Bai-shi ini kebetulan lukisan tikus yang melukiskan tikus makan anggur, juga ada lilin. Lukisan ini asli atau palsu, kita tidak tahu. Sampai suatu hari, putra Qi Bai-shi, Qi Liang-mo datang bersarana, setelah ia bersarana, ia mengesahkan lukisan ayahnya ini dengan mengeluarkan contoh teraan stempel ayahnya, kemudian dicocokkan dengan contoh teraaan stempel di lukisan tersebut, tidak ada beda sedikit pun. Jadi, Qi Liang-mo mengatakan bahwa lukisan ini memang karya asli. Saya genap menyepi 6 tahun, beberapa tahun kemudian, saya teringat lukisan ini, setelah saya keluar dari pertapaan, saya mencari di Miyuan, Arama Nanshan, dan Villa, bagaimana pun juga lukisan ini tidak saya temukan. Saya bertanya pada setiap orang, tak seorang pun melihat lukisan ini. Lukisan ini sempat mengundang diskusi barang antik.

Apakah lukisan ini ada atau tidak, itu masalah lain. Sebuah lukisan asli Qi Bai-shi juga bernilai tinggi, sayang kalau sampai hilang, hati terasa pedih! Saya teringat lagi di rumah saya ada sebuah lukisan Xu Bai-hong, Acarya Lian Chuan mengatakan bahwa judulnya adalah “Angkat Pecut Anda”; namun setelah Acarya Dehui periksa di internet, judulnya adalah “Letakkan Pecut Anda”. Lukisan itu terjual mahal dengan Dollar Hong Kong, bila dikurs ke Dollar Amerika adalah 9 juta dollar. Xu Bai-hong hanya seorang pelukis terkenal dari republik pada tahuntahun permulaan. Lukisan Xu Bai-hong di rumah saya ini, entah asli atau tidak, jika asli, harganya sangat tinggi! Lukisan Xu Bai-hong itu masih ada, saya akan lihat begitu pulang nanti.

Bicara tentang barang antik, Acarya Lian Chuan mengatakan bahwa ia punya sebuah lukisan Shi Tao. Shi Tao lebih awal daripada Qi Bai-shi. Lukisan Shi Tao sangat terkenal, ia seorang pelukis tinta yang sangat terkenal, seperti Bada Shanren! Acarya Lian Chuan membawa lukisan tersebut untuk diperlihatkan pada kita, lukisannya memang bagus sekali, namun entah asli atau palsu. Waktu itu saya berkata, karena menurut Anda itu palsu, kalau begitu untuk Anda saja. Saya bilang untuknya, ia pun bersujud dan memberi penghormatan lalu bawa pergi. Begitu saya pikir, kolektor mengatakan itu asli, sementara Lama Biyan sama sekali belum pernah melihat barang antik, saya berpikir dalam hati, tidak beres, saya pun ambil kembali. Hati saya pedih. Kolektor barang antik berkata pada saya, giok lima naga dari Dinasti Han boleh dilelang di tempat pelelangan Hong Kong mana saja, harganya luar biasa, saya mana boleh sembarangan memberikan pada orang lain, memang saya sudah pikun, barang semahal ini! Mungkin saja harganya sepuluh juta Dollar Amerika.

Malamnya, begitu saya pulang, saya simpan giok ini di tempat yang sangat rahasia, tak disangka Bodhisattva keluar dan berkata pada saya, di hadapan Saptabuddha, Anda berkata bahwa Anda mau berikan pada Lama Biyan, Anda mana boleh mengambil kembali? Semua Buddha, Bodhisattva, makhluk-makhluk suci, dan Vajra Dharmapala mendengarkannya dan melihatnya. Itu hanya semacam harta kekayaan, baik asli maupun palsu hanya buat dilihat saja. Kolektor mengatakan ini barang asli! Tak disangka, Bodhisattva mengatakan seperti itu pada saya, saya merasa sangat sedih, jadi ini memang berkah Lama Biyan. Giok lima naga itu asli atau palsu, saya tidak peduli, namun karena kemarin malam di Dharmasala Utama saya katakan mau berikan barang ini pada Anda (Mahaguru bicara pada Lama Biyan), Anda pun bersujud dan terima saja, itu milik Anda. Anda jangan kembalikan pada saya, saya tidak akan terima. Karena saya bilang satu tetap satu, dua tetap dua, milik Anda tetap milik Anda. Jika itu asli, secepatnya dilelang; jika itu palsu, jadikanlah barang pelipur lara.

Sadhana Tantra Zhenfo Punya Bukti Nyata

Selanjutnya kita membahas topik utama. Malam ini, Lama Biyan berceramah tentang “penyakit”. “Penyakit” ini bukan hanya secara fisik, juga secara mental. Mahaguru juga mengalaminya, setiap orang pun mengalaminya. Menurut pandangan kita sebagai sadhaka, tubuh kita ini “palsu”, sehingga penyakit juga “palsu”, jangan anggap “sejati”. Apa yang “sejati”? Yang “sejati” adalah “Buddhadharma”. Segala sesuatu di dunia ini palsu, termasuk lukisan asli, barang antik asli, barang-barang berharga, semuanya “palsu”. Ingatlah bahwa yang saya berikan pada Anda itu “palsu”, menurut Anda ini palsu, memang benar. Oleh karena itu, saya memberikan barang yang “palsu” untuk Anda, manusia yang “palsu”; tidak ada satu hal pun yang “sejati”, benda “sejati” yang sesungguhnya adalah “Buddhadharma”. Jadi, penyakit yang saya derita, saya tidak mengira itu sejati, saya memanfaatkan tubuh saya untuk menekuni Buddhadharma yang sejati. Hari ini, banyak orang belajar dan menekuni Buddhadharma, mereka juga mengalami bukti nyata. Saya pernah mengajari Anda semua Sadhana Satya Vajrakila Kalachakra, sekarang sudah ada orang melihat sinar, melihat asap, melihat api, melihat yidam. Ada yang mencapai kontak yoga dalam menekuni Sadhana Satya Vajrakila Kalachakra. Ada yang mencapai kontak yoga dalam menekuni Sadhana Yidam. Akhir-akhir ini terdengar banyak orang telah mencapai kontak yoga. Oleh karena itu, Sadhana Tantra Zhenfo kita ini sejati. Jadi, tekunilah Buddhadharma dengan sungguh-sungguh, ini paling sejati. Mengenai lukisan kuno, barang antik, tentu saja dalam masyarakat duniawi ini banyak yang menginginkannya, sementara dalam aspek spiritual, itu bukan benda yang sejati. Seperti uang, semua orang butuh dalam aspek duniawi, makanya kita sering menyebutkan “Om. Money coming home.”; jika dalam aspek spiritual, kita menyebutkan “Om. Mani Padme Hum.”, ada bedanya. Dalam hidup ini, kita seharusnya punya hal-hal yang bersifat duniawi, namun kita justru lebih butuh lagi hal-hal yang bersifat spiritual.

Mahaguru Mengajari Para Siswa Lewat Teladannya Mematuhi Sila Dengan Keras

Tadinya, kebaktian malam ini dipandu oleh Acarya Lianhua Dehui. Karena beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengomeli Acarya Dehui, ia pun berpikir, minggu ini ia memandu kebaktian, takut saya omeli dia lagi, ia pun segera menyuruh Acarya Lian Yi untuk menggantikannya. (Mahaguru tertawa) Karena ia berhasil kabur, saya tidak akan mengomelinya lagi. Bicara tentang sifat dan kebiasaan, saya merasa manusia mempunyai sifat dan kebiasaan. Acarya Lian Ning punya sifat dan kebiasaan, nama “Ning” nya sangat bagus, yang berarti “ketenangan”. Acarya Lian Ning berarti “paling tidak tenang”! Sementara Acarya Dehui, Anda tidak boleh mengatakan ia tidak punya “kecemerlangan”, ia tetap memiliki “kecemerlangan”, hanya saja “kecemerlangan” ini telah memancari Vihara Ling Shen Ching Tze, selebihnya ia tidak pancari. Nama Dharma ini juga sangat menarik. Acarya Lian Huo tidak di sini. Nama Dharma Acarya Lian Huo juga bagus sekali, karakter “api” nya sangat kuat, hanya saja usianya berangsurangsur menua, sekarang ia sangat damai, emosi lebih berkurang. Acarya Lian Huo berarti elemen “api”, Acarya Lian Ning berarti tidak “tenang”, “Dehui” berarti memancari Vihara Ling Shen Ching Tze! Ceramah Acarya Lian Yi bagus sekali, hidup ini memang harus ada harapan. Pekerjaan di Miyuan sangat melelahkan, justru untuk mengabulkan harapan seluruh insan. Bicara tentang sifat dan kebiasaan, saya ada sebuah cerita lucu. Sebuah perusahaan sedang mengadakan rapat, menghendaki seluruh personil perusahaan untuk berpantang minum arak, karena minum arak bisa menyebabkan pekerjaan tertangguh. Direktur berikut seluruh personil memutuskan untuk melarang seluruh karyawan minum arak.

Usai rapat, direktur dan segenap anggota dewan komisaris pun berdiri, setiap orang menuang segelas arak, gelas diangkat dan merayakan keputusan berpantang minum arak, kemudian arak di Bottom up, bukan Cheers. Diminum habis, wajah mereka semua pun bersemu merah. Inilah sifat dan kebiasaan. Sebenarnya, Mahaguru boleh minum arak, sewaktu saya masih muda, saya pernah tiga kali mabuk, selain itu, tidak pernah lagi. Pertama kali mabuk, waktu itu Mahaguru di Vihara Yuan Xiang tempat Sdri. Luo Yu-qin, saya suit dengan seorang ketua ormas yang sangat hebat minum arak, siapa yang kalah kalah, minum segelas besar arak beras. Akhirnya ketua ormas itu jatuh ke kolong meja, saya masih bertahan, berjalan ke toilet, lalu muncrat ke seluruh toilet, saya memang sudah mabuk. Kemudian dari Feng Yuan saya kembali ke Taichung, sepanjang perjalanan saya melihat bulan, dua buah, tiga buah, empat buah. Kedua kali mabuk, waktu itu masih muda, masih nekat, waktu itu ada dua orang sedang beradu minum arak di sebuah pesta. Saya bilang, siapapun di antara kalian berdua yang kalah, saya yang minum! Waktu itu saya masih muda dan bersemangat. Habis minum, saya pun mabuk. Saya mabuk sebanyak 3 kali. Sejak itu, saya masih minum arak, namun tidak akan minum melewati dosis dan tidak pernah mabuk.

Saya memang boleh minum arak. Namun, demi para insan, saya berpantang minum arak. Sekarang, saya tidak menyentuh setetes pun. Karena, begitu saya minum, seluruh bhiksu akan ikut saya minum, saya menyebutnya amrta, mereka juga menyebutnya amrta, mereka juga minum. Sewaktu Mahaguru masih muda, Mahaguru pintar menari. Grace mengangguk, ia pernah melihat saya menari, tarian saya sangat bagus. Dulu ia juga menari, ia menari di Taiwan, konon menari sampai akhirnya, ia pulang sambil menjinjing sepasang sepatu hak tingginya, karena kedua kakinya sudah tidak sanggup lagi. Acarya Richard Yan di sini, apakah mantan istri Anda bisa menari? Anda lihat dia mengangguk. Ia sangat pintar menari. Sepertinya, saya pernah menari bersama Anda. Lama Lili juga sangat pintar menari, sepertinya saya juga pernah menari bersama Lama Lili. Namun, sekarang tidak boleh, selangkah pun tidak boleh, karena begitu Mahaguru menari, semua yang berpakaian kasaya merah pun menari. Saya katakan pada kalian, saya boleh menari, kalian tidak boleh menari, namun demi seluruh bhiksu, saya tidak boleh menarikan satu tarian pun, bahkan satu langkah pun tidak. Banyak masalah seperti itu, tadinya Mahaguru boleh lakukan, sekarang tidak boleh lagi. Mahaguru berbuat demikian demi harapan para insan, kelak semua orang bersadhana bersama-sama, mencapai kebuddhaan bersama-sama. Ini demi menambah pahala Anda semua dan mengikis rintangan karma sendiri.

Mahaguru Berharap Siswa Yang Mengerti Penerjemahan Terjun Dalam Karir menerjemahkan Buku

Acarya Lian Yi menyampaikan tentang meningkatkan pahala sendiri dan mengikis rintangan karma sendiri. Kebenaran mulia berarti mencapai Buddhata hati sejati. Acarya Lian Yi mengatakan bahwa Mahaguru menulis buku berarti sedang membimbing para insan. Tadinya buku saya hanya diterbitkan di Taiwan, karena “Ma Jian-ji” dari Hong Kong, ia bawa buku saya dari Taiwan, tanpa persetujuan, ia mencetaknya, tentu saja ini disebut membajak. Namun, begitu saya tiba di Hong Kong, saya berterima kasih padanya, seharusnya saya berikan padanya sebuah plakat yang bertuliskan: “Menyebarluaskan Buddhadharma”.

Tanpa Ma Jian-ji, distribusi buku saya tidak akan sampai ke seluruh dunia, Zhenfo Zong pun terbatas hanya di Taiwan saja. Sekarang, di seluruh dunia sudah banyak siswa Zhenfo Zong, saat ini buku saya sudah boleh didistribusikan di Taiwan, kita melangkah ke depan dengan berorientasi pada tujuan menyebarluaskan ke seluruh dunia, kita lakukan dengan berorientasi pada target ini. Buku saya tentu harus tersebar ke setiap negara di seluruh dunia, bahkan harus diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, dengan demikian barulah dapat tersebar ke seluruh insan. Saya berharap yang mengerti menerjemahkan, seperti yang mengerti Bahasa Perancis, sekarang siswi dari Perancis, Fan Xiu-ji, ia sangat serius menerjemahkan buku ke dalam bahasa Perancis, kemudian didistribusikan dalam versi bahasa Perancis, ia mengerjakan sendiri. Ia adalah titisan dari Yaochi Jinmu. Ia sendiri mengeluarkan dana, mengeluarkan tenaga, menerbitkan buku berbahasa Perancis, kemudian dijual di toko buku. Juga ada versi bahasa Portugis, Jepang, Inggris, Spanyol, dan Indonesia. Buku yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa terus diterbitkan, ada karakter Chinese Simplified, juga ada karakter Chinese Tradisional.

Saya berharap siswa yang mengerti menerjemahkan bersama-sama terjun dalam karir menerjemahkan buku, ini seharusnya tanggung jawab kalian untuk membabarkan Dharma, kita membabarkan Dharma demi memberikan harapan kepada para insan, sebab Sadhana Tantra Zhenfo memang akan membuat kita mencapai kontak yoga. Seorang siswa dari Jepang, ia telah kontak yoga dengan yidam; siswa dari Brazil telah mencapai kontak yoga dengan Vajrakila; juga siswa dari Seattle, ia telah mencapai kontak yoga begitu pertama kali menekuni Sadhana Dhumapuja. Sadhana Tantra Zhenfo itu sejati, memberikan harapan kepada para insan. Seperti Chen Ren-he yang menjapa mantra hati Guru 8 juta kali, ia segera tiba di Mahapadminiloka, ini semua nyata. Sebenarnya, orang-orang yang mengalami kontak yoga demikian, justru bukan acarya, bukan dharmacarya, bukan pula lama; melainkan umat se-Dharma atau upasaka/upasika. Semua yang mengalami kontak yoga adalah upasaka dan upasika. Oleh karena itu, lama, dharmacarya, dan acarya, kalian harus bersemangat. Anda sendiri adalah acarya, tapi kenyataannya, justru acarya yang tidak mencapai kontak yoga, malah umat yang mencapai kontak yoga.

Hari ini yang kita pegang adalah benda sejati, Buddhadharma itu sejati dan mulia. Sementara, acarya dan dharmacarya hanya sebuah nama palsu. Jika Anda tidak mencapai kontak yoga dengan yidam, tidak mencapai kontak yoga dalam Kye-rim, tidak mencapai kontak yoga dalam Dzog-rim, Anda tidak dapat pergi ke alam suci, tidak dapat mencapai tingkat bodhisattva dan kebuddhaan. Anda adalah
seorang lama, bhiksu, orang yang berprofesi mulia. Acarya, dharmacarya, dan lama adalah rohaniwan, “rohaniwan”–orang yang berprofesi mulia, Anda sendiri saja tidak dapat naik ke surga, tidak dapat ke alam suci, tidak dapat mencapai tingkat kebuddhaan, Anda sebagai orang yang berprofesi mulia juga sebuah nama palsu.
Apa itu “sejati”? Apa itu “palsu”? Semua orang pun tahu, bila Anda telah mencapai keberhasilan dalam sadhana, berarti “asli”; mengenai gelar “guru” apapun, semua itu “palsu”. Anda lihat saja, yang mencapai kontak yoga dari Jepang hanya seorang upasaka; yang mencapai kontak yoga dari Brazil, ia sekarang masih seorang upasaka; yang mencapai kontak yoga dalam menekuni Dhumapuja, ia juga upasaka; yang mencapai kontak yoga dalam menjapa mantra hati 8 juta kali, juga seorang upasaka. Jadi, lama, dharmacarya, acarya, alias rohaniwan orang yang berprofesi mulia harus berusaha keras, harus ada beberapa yang mencapai kontak yoga untuk ditunjukkan pada Mahaguru. Namun, menurut saya seharusnya akan ada yang mencapai kontak yoga, hanya saja mereka menjaga rahasia di dalam hati mereka: saya telah mencapai kontak yoga, namun saya tidak boleh menyombongkan diri, saya hanya menyimpan kontak yoga saya dalam hati, saya sudah pernah ke Mahapadminiloka di Sukhavatiloka Barat, saya juga dapat menyatu dengan yidam saya, yidam dapat menyerap saya, guru juga telah memberkati, Dharmapala juga telah melindungi Anda, namun Anda menjaga rahasia ini, ini juga “sejati”. Anda menjaga rahasia, Anda terus membimbing para insan dengan penuh kerendahan hati agar semua orang mencari harapan yang mulia. Acarya, dharmacarya, dan lama demikian juga sangat luar biasa.

Namun, baik Anda berkata jujur atau dusta, Buddha, Bodhisattva, Yaochi Jinmu, seluruh Dharmapala yang di atas akan melihat dengan sangat jelas. Sebenarnya, saya tidak perlu bertanya pada Lama Biyan apakah giok lima naga itu asli atau palsu, saya boleh bertanya pada Buddha dan Bodhisattva apakah itu asli atau palsu. Saya bisa menanyakannya, namun di mata Buddha dan Bodhisattva, Mereka beranggapan bahwa lukisan kuno, barang antik, barang berharga apapun, semuanya adalah palsu, tidak ada yang asli. Jadi, hari ini saya rela memberikan barang antik giok lima naga dari Dinasti Han yang menurut ahli adalah barang asli kepada Lama Biyan. Namun, yang saya berikan pada Anda itu palsu, saya mau Anda melatih hati Buddhata yang sejati, Anda tidak boleh selalu mengatakan bahwa Anda sakit. Anda harus mencapai Buddhata yang sejati dan menyaksikan Buddhata, itu baru sejati,
selebihnya palsu.
Om. Mani Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini juga berisi penjelasan mengenai:

  • *Vajra Acarya Lian Yuan menceritakan kembali dharma Maha Guru mengenai “mengawali cerita dari sebuah cerita lucu”
  • *Hamparan Besar Awan Hitam yang menjerat siswa yang bernama Lim-Quei Sun (Lin Gui-Sen)
  • *Niat yang timbul tanpa kemelekatan
  • *Menjalankan dan menaati adalah melihat ke dalam diri sendiri, Anda memahami batin anda sendiri dengan sungguh – sungguh. Manusia harus lebih dulu mengubah diri sendiri, setelah muncul terang dalam batin kita, orang lain akan terpengaruh oleh kita, sehingga kondisi akan membaik dengan sendirinya, diri kita yang mempengaruhi orang lain, bukan orang lain yang mempengaruhi diri kita.
  • *Maha Guru menjelaskan ciri – ciri umat Buddha yang sungguh –sungguh berkepercayaan benar

==================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

  • Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
  • Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

  • Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
  • Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
  • Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
  • Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: www.facebook.com/VVBS.Palembang
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment