Kehidupan Suci

Majalah dharma talk edisi Juni 2009 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2009/juni/
Berikut ini salah satu artikel dari dharma talk edisi Juni 2009 yang berjudul Kehidupan Suci
Oleh : M.V.A Lian Sheng

Antara menjalani “Kehidupan Suci” dan “Berbakti kepada Keluarga” Pemikiran ini agak rumit untuk dimengerti, jadi, harap berhati-hati dan tidak berprasangka dalam merenungkannya. Pada suatu masa, ada seorang sadhaka yang sedang melakukan penyepian diri untuk berusaha menjadi seorang Bhiksu, dan tidak
berapa lama berselang, ibunya meninggal dunia.

Si sadhaka yang telah menjadi Bhiksu sama sekali tidak meninggalkan pertapaannya untuk menghadiri pemakaman ibunya, sehingga dia dikecam sebagai anak yang durhaka oleh semua orang. Padahal begitu si sadhaka yang telah menjadi Bhiksu mendengar kabar kematian ibunya, dia langsung menggunakan metode penyeberangan arwah yang diketahuinya untuk mengantarkan ibunya ke alam surga.

Dari luar terkesan bila si Bhiksu adalah seorang anak yang durhaka, tetapi sesungguhnya dia adalah anak yang paling berbakti yang harus menahan segala macam hinaan, cercaan dan godaan Mara dalam pelatihannya menjadi seorang Bhiksu serta kutukan dari orangorang yang salah paham dengan kondisi pemahamannya. Bagi para seluruh insan manusia, “rasa berbakti” berarti bertekad untuk menolong semua orang tua dan keluarga kita yang berasal dari
kehidupan lampau, kini dan mungkin yang akan datang, secara hormat dan tulus. Cara yang dipraktekkan oleh Bhiksu diatas biasa disebut sebagai “Vajra Tanpa Penyesalan”, karena memang tidak ada hal-hal yang patut membuatnya menyesal dan malu.

Disamping itu, seorang Bhiksu tidak akan pernah dapat menghidupi keluarganya dalam hal keuangan sehingga dia akan dianggap egois dan tidak memiliki sifat welas asih karena telah mengacuhkan keluarganya. Kebanyakan orang akan berpikir bahwa dia melarikan diri dari keduniawian untuk kepentingan dirinya sendiri, dalam hal ini tentang hal pelatihan diri yang ingin dilakukan oleh Bhiksu tersebut. Di lain pihak, bila Bhiksu tersebut benar-benar mengabdikan seluruh hidupnya untuk berlatih dan akhirnya kembali untuk menyelamatkan seluruh keluarga dan leluhurnya, maka tindakan penyelamatan yang dilakukannya dapat dianggap sebagai rasa berbakti yang dilandasi oleh welas asih yang besar. Sewaktu Yang Mulia Sakyamuni Buddha meninggalkan istana untuk memulai kehidupan rohani, Beliau meninggalkan seluruh keluarganya. Beliau tidak merawat ayah-Nya, istri-Nya dan anak-Nya. Beliau dianggap sebagai insan yang egois pada mulanya. Tapi begitu Beliau mencapai penerangan, Beliau segera menyelamatkan keluarga-Nya dan dianggap sebagai insan suci yang memiliki welas asih yang besar. Dari awal, Beliau harus berlatih “Vajra Tanpa Penyesalan Yang Tidak Tergoyahkan” untuk bertahan terhadap segala macam hinaan dan prasangka buruk yang ditujukan pada-Nya. Jadi, rasa berbakti dan welas asih tidak dapat diukur dalam ukuran jangka pendek.

Umur kita sebagai insan manusia di dunia ini sungguh sangat pendek, dalam sekilas waktu bagaikan mimpi, tiba-tiba kita sudah berusia 40 atau 50 tahun. Segala perjalanan hidup sangat tidak dapat diperkirakan, kapan sukses diraih, kapan jatuh menimpa, kapan merasakan sedih atau bahagia dan sebagainya. Dalam waktu yang singkat kita akan meninggal dunia. Kita bisa tinggal bersama orang tua, menikah dan memiliki keturunan karena adanya ikatan karma.
Karena timbulnya kemelekatan kita terhadap cinta, kita terlahir sebagai insan manusia. Ikatan karma jugalah yang menjadi alas an utama terbentuknya hubungan antara kakek, ayah ibu, putra-putri, sahabat ataupun musuh dan sebagainya. Kebanyakan dari kita mempunyai ikatan karma cinta, bila waktunya belum memungkinkan, bisa berjumpa dalam kehidupan yang akan datang. Jodoh karma sangat rumit. Bagi mereka yang ingin menjalankan kehidupan yang suci, berpuasa, melatih diri atau bhavana, hidup selibat maupun kehidupan murni yang lainnya, baik untuk jangka waktu yang sebentar ataupun lama sesuai dengan keyakinannya masing-masing, mereka harus berusaha melepaskan kemelekatan mereka terhadap cinta. Umur insane manusia sangat pendek, segala bentuk cinta duniawi seperti apapun tidak akan berlangsung secara kekal.
Bila kita dapat memahami cinta dan mampu melepaskan kemelekatan pada cinta, bila kita dapat sepenuhnya memahami sifat cinta dan mengabaikannya, kita pasti akan mencapai keberhasilan rohani yang besar. Jika khususnya, seorang insan manusia, dalam hal ini seorang sadhaka, dia hidup di dalam lingkungan suasana yang mendukung seperti itu, maka dia dapat berlatih “Maha Vajra”. Secara umum, kebanyakan insan manusia pasti memiliki sebuah keluarga. Bila semuanya mengikuti jejak Junjungan-Nya untuk hidup suci secara penuh, … Waah … bisa kacau, siapa lagi yang akan membuka situs jasaumum ini ? Jadi kita, sebagai insan manusia yang biasa, hendaknya mampu merawat orang tua kita, keluarga kita, mendidik anak-anak kita dan sebagainya. Kita harus berusaha sebaik mungkin melakukan hal-hal tersebut. Kita juga harus berusaha untuk menyeimbangkan waktu kita yang berharga untuk melatih diri (ada keseimbangan antara kehidupan keluarga dan kehidupan melatih diri). Setelah itu, bila kita merasakan adanya sebuah panggilan hati yang kuat, saat itu, barulah kita menjalani kehidupan suci yang sesuai dengan keyakinan kita masing-masing.
Om Mani Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini juga berisi penjelasan mengenai:

  • * Segala hal ikhwal di kolong langit ini adalah Buddhadharma, sebab, tidak peduli siapapun, apapun, semuanya membimbing kita ke jalan kebuddhaan dan Nirvana. Tidak peduli kebajikan atau kejahatan, benar atau salah, baik atau buruk, betul atau keliru, lurus atau sesat, semua adalah Buddhadharma.
  • * Bila kita dapat memahami cinta dan mampu melepaskan kemelekatan pada cinta, bila kita dapat sepenuhnya memahami sifat cinta dan mengabaikannya, kita pasti akan mencapai keberhasilan rohani yang besar. Jka khususnya, seorang insan manusia, dalam hal ini seorang sadhaka, dia hidup di dalam lingkungan suasana yang mendukung seperti itu, maka dia dapat berlatih “Maha Vajra”.
  • * “Ti, Xiang, Yong” adalah tiga istilah (kata) penting yang sering digunakan dalam pembahasan Budhisme sebagai topik filsafat.
  • * Kepercayaan ZhenFo Zong adalah kepercayaan manjur
  • * Y.A. Buddha Hidup Lian Sheng menerangkan bahwa baik, jahat, hidup mati tidak ada bedanya
  • * Mencari seorang maha Rinpoche
  • * Menyaksikan Y.M. Yin Shun dan Guru Thubten Dhargye
  • * Pencapaian tubuh pelangi bagian V
  • * Prinsip alamiah sekte Zen adalah sekte hati Buddha

==================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

  • Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
  • Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

  • Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
  • Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
  • Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
  • Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: www.facebook.com/VVBS.Palembang
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment