Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Dewi Matsu 11 Desember 2016 Di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Dewi Matsu 11 Desember 2016 di VVBS Palembang :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Dalam rangka partisipasi kegiatan Kirab Budaya Garuda Srioeidjaja, Minggu, 11 Desember 2015, VVBS menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Dewi Matsu (Tian Shang Sheng Mu – 天上聖母). Upacara ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan, didampingi oleh para Bhikkhu Lhama dan Pandita Lokapalasraya Andi (dari Lubuk Linggau).

Berdasarkan Artikel di TBSN :
【 Pengenalan Singkat Pratima Tianshangshengmu 】 Kepala mengenakan Mahkota Menembus Surga, Tubuh mengenakan mantel, kedua tangan di depan dada memegang Papan Titah Kumala, atau tangan kanan memegang Ruyi dan tangan kiri di atas lutut ( atau di pegangan kursi ), berparas agung penuh kasih.

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】
Tianshangshengmu disebut juga Mazu, mampu menggerakkan roh untuk menolong insan dimanapun berada, bahkan telah menaklukan dan menerima “Qianliyan , Shunfenger” ( Mata Ribuan Li, Telinga Ribuan Li ) menjadi pengawalnya ; Menampilkan abhijna, menolong para insan di samudera.

Asal muasal Mazu : Di Meizhou Putian Tiongkok ada keluarga bermarga Lin, ada satu generasi dimana marga Lin ini melakukan banyak sekali perbuatan kebajikan, yaitu dikala terjadi paceklik mereka gemar berdana kepada rakyat miskin. Diantaranya terdapat seorang pelatih diri Tao yang sering datang ke rumah mereka untuk menerima dana makanan, demikian selama tiga thaun . Akhirnya Taoist ini memberikan petunjuk fengshui bagi keluarga Lin, sehingga generasi demi generasi keluarga Lin lulus ujian kenegaraan, menjadi pejabat, dan bahkan diantaranya lahirlah seorang Suciwan Wanita, yaitu Lin Moniang.

Beranjak dewasa, Lin Moniang berjumpa dengan seorang Taoist yang bernama Xuantong Daozhang, Beliau mentransmisikan Metode Tao yang sangat berharga “Jiu-zhuan Xuan-gong Fa” kepada Lin Moniang. Setelah Lin Moniang memperoleh keberhasilan dalam bhavana, mampu melakukan perjalanan astral, serta menjalin afinitas dengan Avalokitesvara Bodhisattva dan Yaochijinmu. Yaochijinmu membawanya berjumpa dengan Dewa Indra, sehingga Beliau dianugerahi gelar : “Tian-hou” “Tianshangshengmu” ( Ibu Suci Surgawi ) , serta “Tianhou Niangniang Miaoxing Yvnv” , inilah Mazu, Tianshangshengmu. ……………… (baca selengkapnya di TBSN Indonesia)

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB pagi. Barisan muda mudi menjemput rombongan Vajra Acarya tiba di ruang Bhaktisala. Kemudian mempersilahkan Vajra Acarya Pemimpin Upacara untuk mempersembahkan dupa diiringi lagu pendupaan. Upacara berjalan sesuai dengan tata ritual upacara api homa dari Mantra Pembersihan hingga mantra Padmakumara untuk memohon adhistana dari Mahaguru. Setelah itu memasuki tahap inti yaitu bervisualisasi Dewi Matsu.

Untuk visualisasi Dewi Matsu : Di atas samudera, langit cerah tak berawan, cakra chandra terbit dari permukaan samudera, di tengah cakra chandra terdapat bijaksara [Hum] memancarkan cahaya. Untuk warna dari bijaksara tersebut tergantung dari permohonan. Bila permohonan tolak bala maka bervisualisasi bijaksara tersebut berwarna putih dan Dewi Matzhu juga memancarkan cahaya putih. Bila memohon berkah rezeki (paustika) warnanya kuning, bila memohon cinta kasih (wasikarana) warnanya merah, bila memohon penaklukan (abicaruka) warnanya biru. Bijaksara tersebut berputar kemudian berubah menjadi Dewi Matzhu. Di bagian kening Dewi Matzhu memancarkan seberkas cahaya putih menerangi kening kita. Di bagian tenggorokan Dewi Matzhu memancarkan seberkas cahaya merah menerangi tenggorokan kita. Di bagian cakra hati Dewi Matzhu memancarkan seberkas cahaya biru menerangi cakra hati kita. Demikian tri cahaya melebur ke dalam lahir batin diri kita

Melafalkan Mantra Dewi Matsu : 嗡。 阿利也。蘇利哆。陀密。梭哈。om. A li ye. su li duo. tuo mi. suo ha.

Kemudian V.A pemimpin upacara menuju ke tempat puja api homa, sebelumnya melakukan pemutaran japamala terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan memberkati sarana puja, memberkati melakukan simabandhana pada tungku homa. Setelah itu tungku pun dinyalakan. Vajra Acarya memperagakan mudra terlebih dahulu, kemudian kembali ke kursi Dharmasana dan satu per satu barang homa di berkati lalu di masukkan ke dalam tungku oleh Bhikkhu Lhama Lian Zui. Barang persembahan homa kali ini 1 jenis dalam jumlah yang banyak, ada juga persembahan perhiasan, lalu daging, dan lain sebagainya.

Setelah semua persembahan dimasukkan ke tungku, Vajra Acarya kembali menuju tungku homa dan memberkati tungku homa, serta memberkati pratima yang ikut serta dalam Kirab Budaya Garuda Sriwijaya ini. Kemudian dilanjutkan dengan penyaluran jasa hingga mantra paripurna. Upacara Api Homa berjalan dengan sukses dan sempurna.

Selesai upacara api homa, Vajra Acarya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu – tamu yang hadir baik dari dalam kota, luar kota maupun luar negeri yang ikut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Garuda Sriwijaya ini.

Upacara Api Homa telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :
* Untuk download Mantra Dewi Matsu silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-dewi-matsu/

* Untuk download Mudra Dewi Matsu, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment