Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Skanda Dharmapala 26 Juni 2017 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Skanda Dharmapala 26 Juni 2017:

Dharmadesana beliau selengkapnya:
http://shenlun.org/share/mp3/lian_yuan_26jun2017.mp3

Liputannya adalah sebagai berikut :

Senin, 26 Juni 2017 jam 2 siang, Dalam rangka hari suci Skanda Dharmapala, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Skanda Dharmapala atau biasa disebut Wei Tuo. Upacara ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan, didampingi oleh Bhikkhu Lhama.

Pukul 2 siang, antusias dari umat yang hadir memenuhi ruang bhaktisala, upacara pun segera di mulai. Rombongan Muda-mudi mengiringi para Acarya untuk memasuki ruang bhaktisala, lalu V.A Lian Yuan mempersembahkan dupa dan diiringi lagu pendupaan yang menjadi salah satu lagu pembuka. setelah itu Acarya dipersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan, begitupula dengan para Bhikkhu Lhama.

Sekilas mengenai Skanda Dharmapala di TBSN :
Judul : Raga dan Hati Menghadap Buddha Menyempurnakan Bekal Baru Dapat Terbebaskan dan Terang Meningkat
Sumber : TBSN

Hari ini kita mengadakan homa Bodhisattva Skanda Dharmapala, mudra yang satu ini juga menggunakan mudra Vajra, (Mahaguru membentuk mudra anjali vajra) bijaksara juga aksara HUM. Mantra-Nya adalah: “Om. Wei Tuo Tian Duo. Ma HaTian Duo. Suoha.” Ini adalah mantra hati Dewa Skanda, ada mantra, juga ada wujud-Nya, ada mudra, boleh dijadikan sebuah Sadhana Penjapaan. Sadhana Penjapaan Dewa Skanda seharusnya ada? Sudah ada Sadhana Penjapaan. Skanda dengan sendirinya menjadi sebuah surga, sehingga disebut Dewa Skanda, Ia memiliki sebuah alam surga. Menurut ajaran eksoterik Tanah Han, setiap vihara pasti ada Bodhisattva Skanda dan Sangharama. Kita pergi ke vihara mana pun di daratan China, menurut standar bangunan mereka, lebih dulu memasuki sebuah pintu langit, begitu masuk ada 4 pratima, keempat pratima ini adalah Dhṛtarāṣṭra, Virūḍhaka, Virūpākṣa, dan Vaiśravana, yaitu 4 Raja Langit, Mereka melindungi di sana. Oleh karena itu, begitu memasuki pintu adalah 4 Raja Langit. Masuk lagi, begitu membalikkan badan, akan ada sebuah pratima Bodhisattva Skanda Dharmapala berdiri di sana, menghadap ke depan, di depan pasti aula utama. Triratna di altar utama, kita sebut Buddha Triratna, Mereka adalah Amitabha, Sakyamuni, dan Bhaisajyaguru. Bhaisajyaguru di kanan, Sakyamuni di tengah, Amitabha di kiri. Empat raja langit adalah Dharmapala Agama Buddha, Dewa Skanda ini di tanah Hansetaradengan kepala bagian umum dalam Agama Buddha.

Seperti pratima di depan kita ini, sula penakluk mara-Nya ditadahdi atas tanah, tangan kiri-Nya menekan sula penakluk mara; juga ada kedua tangan beranjali, sula penakluk mara ditaruh sejajar di atas kedua siku tangan. Dulu, bhiksu/ni masuk ke vihara, melihat Skanda menaruh sula penakluk mara di siku tangan, vihara ini boleh ditumpangi; jika menekan tanah, tidak boleh ditumpangi. Skanda di Rainbow Temple kita menekan tanah, artinya tidak boleh ditumpangi. Namun, ini juga semacam kebetulan. Kita sendiri juga tidak bermaksud tidak memperkenankan orang menumpang. Karena kedua pratima ini bukan dibuat oleh Rainbow Temple, juga bukan dibuat oleh Ling Shen Ching Tze Temple. Ling Shen Ching Tze Temple biasanya sangat pelit. Kedua pratima ini melindungi di sini, Mereka berasal dari mana? Acarya Lianhua Changren dari Shifang Tongxiuhui, Hong Kong pesan di daratan China, satu adalah Dharmapala Skanda, satu adalah Sangharama. Saat itu, Mereka berdasarkan ukuran standar, dibuat sesuai tempat mereka, karena mereka di sana mau mempersembahkan dua pratima Buddha yang sangat berharga,Skanda dan Sangharama. Namun, pada saat pembuatan, tiba-tiba menjadi sedikit lebih tinggi, ruang antara langit-langit dan lantai Shifang Tongxiuhui tidak dapat memuatkedua pratima ini. Masalah datang, siapa yang mau kedua pratima ini? Tentu saja, villa lebih besar, Acarya Changren mengatakan mau memberikan kedua pratima ini kepada Rainbow Temple. Rainbow Temple sangat senang, mau ditaruh di altar utama juga tidak muat, juga tidak dapat ditaruh, sehingga lebih baik ditaruh di altar homa. Kedua pratima ini adalah pemberian langit untuk Rainbow Temple, sangat agung! Bahkan gratis……… selengkapnya baca di sini

Upacara dimulai berdasarkan tata ritual dari membaca mantra pembersihan dan dilanjutkan dengan mantra pengundang, setelah seluruh prosesi tata ritual dilakukan, selanjutnya membentuk mudra Skanda Dharmapala, bervisualisasi “Di atas samudera, langit cerah tak berawan, cakra candra terbit dari permukaan samudera, di tengah cakra candra ada bijaksara HUM, bercahaya. Warna bijaksara, bercahaya, cahaya berubah sesuai permohonan sadhaka; memohon tolak bala visualisasi bijaksara bercahaya putih, memohon kemakmuran visualisasi bijaksara bercahaya kuning, memohon keharmonisan visualisasi bijaksara bercahaya merah, memohon penaklukan visualisasi bijaksara bercahaya biru.
Bijaksara HUM di tengah cakra candra berputar, berubah menjadi Dharmapala Skanda, berwibawa mengenakan baju jirah, tangan memegang sula penakluk mara. (gaya tangan memegang sula bermacam-macam, atau satu tangan menekan sula menancap ke tanah, satu tangan lagi bertolak pinggang; atau kedua tangan beranjali, menahan sula dengan pergelangan tangan, dan lain-lain). Kening Dharmapala Skanda memancarkan seberkas sinar putih, langsung menyinari kening kita; tenggorokan memancarkan seberkas sinar merah, langsung menyinari tenggorokan kita; cakra hati memancarkan seberkas sinar biru, langsung menyinari cakra hati kita. Ketiga cahaya dari putih, merah, dan biru melebur di dalam jiwa raga sendiri.”

Setelah itu membaca mantra Skanda Dharmapala :“嗡。韋陀天多。摩訶天多。梭哈。(Om. wei tuo tian duo. ma ha tian duo. suo ha.)”.

Mempersilahkan V.A Lian Yuan memberkati sarana puja dan kayu homa, dan melakukan simabandhana pada tungku homa, kemudian satu persatu persembahan di masukkan ke dalam tungku di lanjutkan dengan memperagakan berbagai mudra.

Setelah itu memasuki samadhi dan membaca gatha usai samandhi :

現前韋陀天 未來樓至佛 xian qian wei tuo tian, wei lai lou zhi fu
救苦大菩薩 誓願護眾生 jiu ku da pu sa, shui yuan hu zhong sheng
寶杵鎮魔軍 災障變吉祥 bao chu zhen mo jun, zai zhang bian ji xiang
無量功德海 我今敬頂禮 wu liang gong de hai, wo jin jing ding li

Dilanjutkan mantra 8 yidam dan penyaluran jasa, puja Amitabha, mantra sataksara, namaskara dan diakhiri dengan mantra paripurna.

Kemudian Vajra Acarya menyampaikan ceramah Dharma yang bisa temen – temen dengar secara langsung di atas.

Selesai menyampaikan ceramah dharma, Vajra Acarya mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka sarana dan memberikan abhiseka pemberkahan Skanda Dharmapala

Upacara telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :

Untuk download Tata Ritual Sadhana Penjapaan Skanda Dharmapala, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/liturgi/sadhana-penjapaan-dharmapala-skanda/

Untuk download Mantra Skanda Dharmapala beserta bulatan penjapaan, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-skanda-dharmapala/

Untuk download Artikel Skanda Dharmapala, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/artikel-lain/dewa-skanda/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment