Liputan dan Dokumentasi Upacara Pertobatan Raja Liang dan Ulkamukhayoga Ksitigarbha 26-31 Juli 2011 di VVBS Palembang

Temen – temen,
berikut ini adalah dokumentasi Upacara Pertobatan Raja Liang dan Ulkamukhayoga Ksitigarbha 26-31 Juli 2011

Liputannya adalah sebagai berikut

Dalam rangka bulan 7 imlek (chio ko / phu tu) yang sering disebut bulan Ulambana, sangatlah baik jika kita mendaftarkan arwah penagih hutang, leluhur kita pada upacara yang ada penyeberangannya. Karena pada bulan 7 imlek ini, semua roh – roh diberi kesempatan untuk mengunjungi keluarganya yang berada di dunia. Banyak yang bilang bahwa bulan ke 7 imlek ini adalah bulan hantu, atau pada bulan ini pintu neraka dibuka sehingga para hantu berkeliaran, dll. Walaupun begitu, sungguh kesempatan ini kita tidak boleh lewatkan untuk mendaftarkan leluhur kita, karena hanya kita yang masih berada di dunia ini yang mampu membantu mereka membuat pahala atau menyeberangkan mereka. Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menyelenggarakan dua buah upacara besar pada tanggal 26 Juli – 31 Juli 2011. Upacara tersebut adalah Upacara Pertobatan Kaisar Liang dan Ulkhamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva. Upacara ini dipimpin oleh Vajra Acarya Lian Yuan (釋蓮元金剛上師), di dampingi oleh Dharmacarya Lian Xing dari Taiwan, para Bhikkhu Lhama (眾法師護壇 : 釋蓮菩法師, 釋蓮霞法師, 釋蓮泰法師, 釋蓮手法師), Pandita Dharmaduta (講師) dan para Pandita Lokapalasraya (助教).

Para umat sangat antusias mengikuti Upacara Pertobatan Kaisar Liang dan Ulkhamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva terbukti dari banyaknya umat dari luar kota yang ikut hadir diantaranya umat dari Medan, Jakarta, Cilacap, Lubuk Linggau, Prabumulih serta umat Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya sendiri. Sebelum upacara dimulai, umat yang hadir menuliskan nama keluarga mereka baik yang masih ada maupun yang telah meninggal untuk di daftarkan di Upacara Pertobatan Kaisar Liang dan Ulkamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva. Selain itu umat dari luar kota maupun luar negeri yang tidak dapat hadir, mereka berpartisipasi melalui formulir pemberkahan dan penyeberangan secara online. Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi.

Selasa, 26 Juli 2011 pukul 19.30 WIB Pembukaan upacara Pertobatan Kaisar Liang di awali dengan prosesi penjemputan rombongan Vajra Acarya yang di iringi dengan pelantunan Mantra Hati Padmakumara, yang dilanjutkan dengan mempersilakan Vajra Acarya untuk mempersembahkan dupa dengan diiringi lagu pendupaan. Setelah itu perkenalan Vajra Acarya dan para tamu dari luar kota, kemudian puja bakti dimulai dari mantra pembersihan hingga menjapa mantra Padmakumara putih “Om. Gu lu. Lian Sheng. Xi Di. Hum”. Setelah melafalkan mantra, mempersilahkan Vajra Acarya untuk mewakili umat mempersembahkan persembahan pertobatan. Setiap Bab dalam Upacara Pertobatan Raja Liang ini mempunyai persembahan yang berbeda – beda. Pada Bab 1 ini persembahannya adalah dupa.
Rabu, 27 Juli 2011, upacara pertobatan BAB 2 di mulai pada pukul 16.00 WIB, persembahannya adalah bunga. Pukul 19.00 WIB di mulai Bab 3, persembahannya adalah lilin. Kamis, 28 Juli 2011, upacara pertobatan BAB 4 di mulai pada pukul 14.00 WIB, persembahannya adalah air. Pukul 16.00 WIB dimulai BAB 5 persembahannya adalah buah. Pukul 19.00 WIB dimulai BAB 6, persembahannya adalah teh. Pada hari kamis berlangsung 3 BAB karena BAB 4-6 tidak memakan waktu yang panjang, sehingga satu hari bisa dilaksanakan sekaligus 3 bab. Jumat, 29 Juli 2011, pukul 16.00 WIB dimulai BAB 7 persembahannya adalah makanan ringan (seperti biskuti, roti,dll). Pukul 19.00 WIB dimulai pertobatan BAB 8 persembahannya adalah batu permata (contohnya seperti tasbih, gelang yang terbuat dari batu, dll segala jenis yang terbuat dari batu). Sabtu, 30 Juli 2011 yang merupakan hari terakhir untuk upacara pertobatan Kaisar Liang yaitu Bab 9 dimulai pukul 16.00 WIB, persembahannya adalah kitab suci. Pukul 19.00 WIB dilaksanakan BAB terakhir yaitu BAB 10, persembahannya adalah kain (bisa berupa pakaian, hatta, dll). Upacara bab 10 merupakan penutupan dari Upacara Pertobatan Kaisar Liang yang ditutup dengan prosesi menghantar rombongan Vajra Acarya untuk meninggalkan Bhaktisala.

Minggu, 31 Juli 2011 bertepatan dengan bulan 7 tanggal 1 imlek, Ulkamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva di mulai pada pukul 14.00 WIB. Upacara dimulai dengan prosesi penjemputan rombongan Vajra Acarya. Yidam dari Ulkamukhayoga ini adalah Ksitigarbha Bodhisattva. Upacara berjalan dengan lancer sesuai dengan aturan yang ada. Upacara selesai pada pukul 17.30 WIB. Vajra Acarya mewakili Maha Guru untuk memberi abhiseka pemberkahan Ksitigarbha Bodhisattva.

Selama upacara yang berlangsung selama 6 hari ini, inti dari ceramah Vajra Acarya adalah beliau menjelaskan bahwa pertobatan Kaisar Liang merupakan sebuah upacara pertobatan yang terbesar (sejarah terbentuknya upacara Pertobatan Kaisar Liang dapat di lihat di http://www.shenlun.org/dharma-talk/2008/juni/ atau di website shenlun http://www.shenlun.org/artikel-lain/sejarah-terbentuknya-kitab-kaisar-liang/). Ada berbagai jenis pertobatan yaitu pertobatan Satya Buddha, Pertobatan Avalokitesvara Bodhisattva, Pertobatan Ksitigarbha Bodhisattva, dll, semuanya sangat bagus untuk kita. Asalkan kita melakukan pertobatan dengan hati yang tulus dan sungguh – sungguh dalam melakukan pertobatan maka dapat mengikis karma buruk kita. Setiap selesai upacara pertobatan, Vajra Acarya menjelaskan inti dari masing – masing BAB (BAB 1 – 10).

  • Bab 1 intinya Kita harus membangkitkan Bodhicitta dan Sad Paramitha. Manfaat dari bersarana. Karma datang dari sebab dan akan hilang dari sebab (Perbuatan). Beberapa hal yang menimbulkan karma buruk. Dengan kekuatan sepuluh penjuru Buddha, dan Dharma tidak terkecuali dan kekuatan ikrar, menyeberangkan umat, melindungi umat.

  • Bab 2 intinya orang yang berbuat amal sungguh – sungguh hanya sekedar / tidak mau beramal artinya seperti petani yang membajak sawah tetapi tidak menabur bibit, bagaimana bisa tumbuh. Pahala (功德/gong de) tidak bisa diukur tidak bisa di timbang, kekuatannya tidak dapat terlukiskan oleh kata – kata. Penjelasan mengenai Bodhicitta (Bodhicitta dapat menggugah hati para Dewa, Arahat, Buddha atau mencapai Anuttara Samyaksamboddhi, dll).

  • Bab 3 intinya tentang sebab akibat. Jika tidak ada perbuatan maka pasti tidak ada akibatnya. Lakukanlah perbuatan baik semampu kita mulai dari sekarang, karena jika tidak kita lakukan, setelah meninggal kita pasti akan menyesalinya. Berbuat amal jangan melihat orang lain, menunggu orang lain atau mempunyai perasaan berbeda. Contoh : dia tidak beramal maka kita tidak beramal juga, dia tidak berbuat maka kita juga tidak berbuat. Perbuatan tersebut berdasarkan dari emosi dan kesombongan belaka. Perbuatan kebajikan apa yang dapat dilakukan oleh Semua makhluk agar dapat melepaskan kesusahan atau penderitaan? pertama pastilah kita harus berbakti kepada orang tua, memberi makan orang tua, kemudian menghormati atasan, bersarana kepada Buddha, beramal, tidak ada perbedaan terhadap sesama makhluk, dll.

  • Bab 4 intinya pembalasan langsung dari hukum sebab akibat. Dalam bab 4 ini juga menceritakan tentang keadaan neraka, dan memberitahukan nama – nama neraka. Dalam bab ini menyuruh kita agar dapat sadar.

  • Bab 5 intinya Ketamakan akan hal duniawi merupakan awal dari kesusahan, jika berlarut – larut akan menjadi sepuluh macam penderitaan dan perbuatan buruk. Kita melakukan pertobatan harus dengan hati yang lembut, damai, iklas, senang, gembira, penuh perlindungan, dan hati Buddha.Baik yang betul maupun yang salah, baik yang ringan maupun yang berat, mulai sekarang dan seterusnya bersama – sama kita menyatakan pertobatan ini dengan rasa cinta kasih tidak ada perasaan dendam dalam pemikiran kita.

  • Bab 6 intinya menjelaskan tentang melepaskan dendam dari sang ke-Aku-an. Adanya sang “aku” maka lahirlah penderitaan dan tidak ada sang “aku” maka lenyaplah penderitaan. Ada ke-aku-an maka dia yang membuat penderitaan sendiri. Kita hanya tahu bahwa saya berbuat saya yang akan senang. Tidak memperdulikan bahwa perbuatan kita itu menyebabkan orang lain menderita. Ini membuat orang lain menjadi dendam dan menderita sakit hati. Dendam tidak akan muncul apabila kita melupakan dan sadar jika dendam itu membuat penderitaan serta tidak damai di hati.

  • Bab 7 intinya manfaat melakukan pertobatan untuk diri kita sendiri. Keberuntungan dapat melaksanakan acara pertobatan ini di alam manusia maka sebagai makhluk kita merasa sangat beruntung sekali. Sebagai manusia kita memiliki 8 macam keberuntungan yang kita dapatkan dari melaksanakan pertobatan ini. Mewakili alam langit, alam dewa Bhumi dan alam Brahma untuk bernamaskara memberi hormat kepada Buddha.

  • Bab 8 intinya mewakili asura dan dewa – dewa yang berbudi baik, asura dan dewa, Raja Naga, Raja Mara, raja dan manusia, Pangeran Raja, orang tua, ibu dan ayah, orang tua, ibu dan ayah yang telah meninggal, atasan, guru, Bhikkhu dan bhikkhuni, Bhikkhu dan bhikkhuni yang telah meninggal untuk bernama skara kepada Buddha.

  • Bab 9 intinya mewakili orang – orang yang ada ada di dalam neraka, mewakili 6 alam, mewakili para penghuni penjara dan sejenisnya.

  • Bab terakhir (bab 10) intinya kita melakukan penyaluran jasa untuk semua makhluk tanpa terkecuali.

  • Saat upacara Ulkamukhayoga Ksitigarbha Bodhisattva Vajra Acarya Lian Yuan membabarkan dharma mengenai penyeberangan roh. Seperti yang kita ketahui, bahwa Ksitigarbha merupakan Yidam dari Ulkamukhayoga. Bodhisattva Ksitigarbha memiliki ikrar yang sangat besar, yaitu selama neraka belum kosong, Bodhisattva Ksitigarbha akan menetap di neraka. Jadi alangkah baiknya jika kita membaca mantra Bodhisattva Ksitigarbha, karena ini juga bisa untuk menyeberangkan roh penagih hutang kita, atau untuk roh janin. Ada orang yang bertanya pada Vajra Acarya, “Vajra Acarya, saya tidak pernah aborsi, sebenarnya apa itu aborsi?” Vajra Acarya menjelaskan bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa mengeluarkan janin di dalam tubuh itu aborsi. Tapi sebenarnya dalam Buddhadharma, yang disebut aborsi adalah segumpalan darah dari orang yang terlambat datang, dan tidak ingin punya anak sehingga datang ke dokter dan di suntik sehingga mengeluarkan segumpal darah itu sudah di sebut aborsi, minum obat untuk mengugurkan juga dikatakan sebagai aborsi. Berbeda dengan kedokteran yang mengatakan bahwa aborsi adalah wujud yang sudah berbentuk bayi baru dikatakan aborsi, kalau di Buddhadharma, segumpalan darah itu sudah dikatakan janin. Makanya orang yang pernah mengaborsi tersebut, rahimnya sering diangkat akibat penyakit (kista, dll) karena roh janin tersebut merasa tidak senang, maka roh janin tersebut menunggu sampai waktunya orang yang melakukan aborsi tersebut tubuhnya lemah. Ketika tubuhnya lemah, maka roh janin itu langsung memberi orang yang aborsi tersebut penyakit. Itulah sebabnya kita harus menyeberangkan mereka. Ada yang mengatakan bahwa laki-laki tidak ada, memang laki – laki tidak memiliki rahim, tapi laki – laki termasuk pembunuh utama, karena ketika sang suami meng”iya”kan untuk melakukan aborsi, maka dosanya sama. Apabila ada roh janin ya ditanggung bersama oleh suami istri tersebut.

    Upacara Pertobatan Kaisar Liang dan Ulkamukhayoga berjalan dengan sukses dan sempurna berkat pancaran Cahaya Adhistana dari Maha Guru dan Para Buddha Bodhisattva.

    Terima kasih kepada seluruh teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya upacara ini. Semoga kita semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva serta mendapat perlindungan dari Dharmapala dan makhluk suci lainnya.

    Semoga Mahaguru selalu memutar roda dharma.

    Om Mani Padme Hum.

    Leave a comment

    Your comment