HOMA (Bagian IV): Makna Api

Majalah dharma talk edisi September 2012 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2012/september/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul HOMA (Bagian IV): Makna Api dari Majalah dharma talk edisi September 2012


HOMA (Bagian IV): Makna Api

Ini adalah ceramah ke-4 saya tentang puja api homa. Apakah makna dari menyalakan api di tungku homa? Karena api menimbulkan panas dan sinar, maka api dapat digunakan untuk melambangkan terang. Setelah di bakar, semua bahan persembahan menjadi abu, hanya kekosongan yang tersisa. Jadi, ini bisa melambangkan penyucian karma buruk kita. Ingat bahwa tujuan utama berlatih Tantra adalah penyucian tubuh, ucapan, dan pikiran.

Api juga bisa melambangkan prajna (kebijaksanaan). Sewaktu api sedang bergolak, kita melihat pergerakan prajna. Api juga melambangkan kekuatan pikiran dalam bentuk konkrit. Sewaktu kita berkonsentrasi pada nyala api, kekuatan kemauan kita akan dapat mengubah bentuk nyala api. Api juga melambangkan Maha Nirvana. Sewaktu seorang sadhaka meninggal dunia, tubuhnya akan dikremasi. Setelah itu di bakar, tak ada yang tersisa kecuali kekosongan. Kita berkata bahwa almarhum telah kembali pada kesadaran alam semesta atau alam Sukhavati. Ketenangan abadi adalah salah satu karakteristik dari Maha Nirvana. Jadi, api dapat melambangkan banyak hal.

Menyangkut topik penyucian, saya ingin sedikit membahas tentang “visualisasi tulang belulang” yang menggunakan api untuk membakar dan berakhir dengan ketenangan absolut. Sakyamuni Buddha mengajarkan dharma ini kepada para siswa-Nya di masa lampau yang mengalami kesulitan mengatasi nafsu. Visualisasinya adalah sebagai berikut:

  • 1. Bayangkan jari jempol membusuk sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, hanya tulang yang tersisa.
  • 2. Bayangkan anggota tubuh lainnya membusuk dengan cara yang sama.
  • 3. Bayangkan tubuh kita penuh dengan kotoran seperti air seni, darah yang bau, dan sebagainya.

Air seni, darah kotor, dan organ-organ dalam tidak pernah dianggap bersih. Bagaimana dengan kotoran telinga, ingus, dan keringat? Juga sama kotornya.bSewaktu tikus berkeliaran disekeliling mayat, pemandangannya juga tidak akan enak.

Bagi mereka yang bernafsu birahi besar, suruh mereka memeluk dan mencium tulang belulang sebagai pengganti manusia. Kelihatannya enak yah mencium bagian kulitnya karena kulitnya halus dan empuk. Akan mengerikan bila ia disuruh mencium apa yang di dalamnya! Pemandangannya akan memadamkan nafsu birahi.

Sewaktu Sakyamuni Buddha mengajarkan visualisasi tulang belulang, Beliau ingin kita bervisualisasi sebagai berikut:

  • 1. Jempol kaki kita mulai membusuk.
  • 2. Seluruh tubuh kita mulai membusuk.
  • 3. Hanya tulang belulang yang tersisa.
  • 4. Setelah semua insan disekeliling kita juga mengalami nasib yang sama. Maka hanya tulang belulang yang tersisa.
  • 5. Api Dalam (kundalini) dinyalakan dan membakar tulang belulang menjadi abu.
  • 6. Api ini membakar tulang belulang lainnya dan mengubahnya menjadi abu.
  • 7. Akhirnya hanya kekosongan yang tersisa.

Dulu sewaktu saya masih memberikan pelayanan konsultasi feng shui, saya membantu memindahkan (dan menguburkan kembali) tulang belulang wanita. Dari foto, jelas bahwa almarhum itu adalah seorang wanita yang sangat cantik selagi ia masih hidup. Bagaimana setelah mati? Hanya tulang belulang. Dengan mengubah diri sendiri menjadi tulang belulang, kita akan dapat memadamkan nafsu kita. Dengan mengubah orang-orang yang kita sukai menjadi tulang belulang, kita akan meninggalkan keduniawian. Sewaktu semua gadis cantik dan pria ganteng di dunia ini hanyalah tulang belulang, kita tidak lagi mempunyai nafsu birahi.

Saya ulangi lagi “visualisasi tulang belulang” yang di ajarkan Sakyamuni Buddha. Ubah diri sendiri menjadi tulang belulang. Ubah semua insan menjadi tulang belulang. Nyalakan api dan bakar semua tulang belulang ini menjadi abu. Hanya kekosongan yang tersisa. Jangan hanya memandang diri di cermin. Lihatlah diri yang didalam juga. Semakin kita melihat apa yang didalam, semakin kecil nafsu kita. Bagi mereka yang penuh dengan nafsu, saya rasa mereka harus berlatih “visualisasi tulang belulang”.

Karena hidup ini hanyalah mimpi, dengan merenungkan konsep ini secara mendalam, nafsu kita akan mengecil. Ini akan sangat membantu kita dalam upaya melatih diri. Dengan memandang tubuh kita sebagai kotoran, kita akan dapat memahami makna mendalam dari api homa. Kita menggunakan api homa untuk melambangkan terang, kebijaksanaan, kesucian, dan Nirvana.

Demikian untuk hari ini.
Om Ma Ni Pad Me Hum

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Homa (Bagian IV): Makna Api – Api juga bisa melambangkan prajna (kebijaksanaan). Sewaktu api sedang bergolak, kita melihat pergerakan prajna. Api juga melambangkan kekuatan pikiran dalam bentuk konkrit. Sewaktu kita berkonsentrasi pada nyala api, kekuatan kemauan kita akan dapat mengubah bentuk nyala api.
    • * Hanya Ketulusan Hati – Seluruh tata ritual hanyalah suatu yang ditetapkan oleh orang-orang dan yang paling penting adalah ketulusan dan konsentrasi dari diri kita masing-masing dan dengan demikian para Buddha Bodhisattva pasti memberikan adhistana pemberkatan.
    • * Jangan Memancing Lagi – Saya pribadi berpendapat bahwa karma membunuh merupakan dosa yang paling utama, tidak ada karma yang bisa menandingi lagi. Siapa saja yang umat agama Buddha, bagaimana pun juga harus menjaga sila yang pertama yang paling berat.
    • * Ekajati – Ekajati biasa dikenal dengan nama A Song Ma (阿松瑪) dan salah satu dharmapala dari aliran tantra merah (Nyingmapa) yang mengatakan bahwa dharmapala ini merupakan perwujudan dari Tahtagata Samantabhadra.
    • * Rompi Naga – Rompi Naga memiliki kekuatan Adhistana, tetapi bukan setiap hari dipakai, karena 3 Raja pernah mengatakan bahwa Rompi Naga apabila tidak sesuai dengan yang memakainya maka akan seperti orang yang aneh.
    • * Dewa Bintang Utara Pembasmi Mara (北極玄天上帝蕩魔天尊) – Gadis tersebut menunjuk rupang Dewa bintang utara pembasmi mara dan berkata yidam inilah yang telah menolongnya, Dalam hati saya berkata “sangat tepat” karena pada waktu itu Dewa bintang utara pembasmi mara mau menolong gadis itu saya tidak memberitahukan kepada orang tuanya dan kepada siapa pun.
    • * Mahaguru Lu Datang Menjemput – Jika mahaguru tidak datang maka saya waktu menjelang ajal tidak akan mengatakan satu patah kata pun, apabila mahaguru datang maka saya akan berkata dan ini merupakan suatu bukti.
    • * Zhenfo Zong Membuktikan Asli dengan Asli – Semua kunci yang diajarkan di dalam Sadhana Tantra Zhenfo, juga asli, kita semua harus hargai, itu kunci yang terpenting, mengajari Anda bagaimana menjapa mantra, mengajari Anda bagaimana visualisasi, mengajari Anda bagaimana menyingkirkan khayalan dengan pikiran yang bersih, benar-benar memasuki pusat Buddhadharma.
    • * Menghormati Naga dan Langit – Sesungguhnya kita tidak boleh meremehkan alam dewa maupun langit karena di langit ada suatu tempat di mana banyak sekali Bodhisattva yang sedang melatih diri dan dharmakaya para Buddha. Kita semuanya harus memberikan penghormatan kepada langit dan para naga.
    • * Asal Muasal Agama Buddha Tantrayana – Sesungguhnya, dulu kala, Agama Buddha Tantrayana sudah ada orang yang menekuninya di empat tanah suci, terutama daerah Uddiyana, banyak siddha yang menyembunyikan identitas, sebentar hilang sebentar muncul, naik ke langit tanpa diketahui orang.
    • * Keanehan dalam Upacara Penyelamatan Arwah – “Mahaguru Lu, memiliki kekuatan gaib, dan mengetahui bahwa arwah tidak berada di tempat tersebut, mengapa tidak memerintahkan dewa bumi, dewa walikota untuk mencari arwahnya?” Saya menjawab “Ini demi menyelamatkan semua makhluk dan agar makhluk bisa membangkitkan keyakinan. Seandainya Anda tahu data tersebut salah dan Anda tetap melakukan ritual penyelamatan arwah maka di dalam hati pemohon pasti akan timbul suatu keraguan. Oleh karena itu saya melakukan semua ini hanya demi penyelamatan arwah”
    • * Persembahan Segera – Apabila Anda melihat barang yang Anda senangi dan berpikir ingin mempersembahkan kepada Avalokitesvara berada di cakra puncak kita lalu bervisualisasi persembahan berubah menjadi banyak, inilah yang disebut persembahan segera, dan ketika itu juga Anda menjapa mantra persembahan dengan demikian merupakan sesuatu yang berpahala.
    • * Sadhana Rahula – Beliau memiliki mantra, mudra, dan cara visualisasi, ketiga unsur utama ini menjadi unsur dalam bersadhana, TBF juga akan menuliskan tatacara Rahula, kita semua boleh pelajari.
    • * 【無智亦無得】--無智

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment