Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Acalanatha 1 Januari 2015 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Acalanatha 1 Januari 2015 di VVBS Palembang :

Dharmadesana V.A Lian Pu selengkapnya:

Dharmadesana V.A Lian Yuan selengkapnya :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Mengawali tahun baru 2015,Kamis 1 Januari 2015 Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya menggelar upacara akbar puja homa dengan yidam Acalanatha Vidyaraja. Upacara ini dipimpin oleh Vajra Acarya Lian Pu dan didampingi oleh Vajra Acarya Lian Yuan beserta Bhikhu Lhama.

Upacara homa Acalanatha Vidyaraja ini dihadiri oleh umat se-dharma dan yang non se-dharma kurang lebih ada 300 orang.

Acalanatha, menurut artikel yang ada di Dharma Talk edisi Juli 2008, Mahaguru mengatakan Acalanatha sebenarnya termasuk titisan Vairocana Tathagata, merupakan Sasanacakra Vairocana. Acalanatha boleh dikatakan adalah sosok yang paling
murka di antara sepuluh sosok murka utama. Sepertinya, Tibet dan Nepal tidak begitu berjodoh dengan Acalanatha. Jadi, Anda akan sulit menemukan pratima Acalanatha di Tibet dan Nepal.

Namun, pratima Acalanatha justru mudah ditemukan di Jepang. Baik Sekte Eksoterik Jepang maupun Sekte Esoterik Jepang, semuanya memuja Y.A. Acalanatha. Makanya, Acalanatha paling berkembang di Jepang. Pada masa permulaan Agama Buddha, vidyaraja yang paling awal muncul adalah Hevajra, vidyaraja yang terakhir muncul adalah Kalachakra. Boleh dikatakan, Sutra Kalachakra adalah Sutra terakhir, Hevajra adalah Sutra pertama. Acalanatha muncul sekitar agak awal pertengahan. Pratima Acalanatha ada yang bentuk yab-yum, ada yang bentuk tunggal, juga ada Acalanatha yang satu kaki berdiri, satu khaki berlutut.

Kedahsyatan Acalanatha tidak terhingga, karena Ia adalah Sasanacakra Vairocana Buddha, pratimanya paling ganas, paling galak. Dulu saya sering membandingkan pratima Acalanatha. Seperti kali ini sewaktu saya mengundang Acalanatha dari tengah angkasa masuk ke dalam badan saya, dengan sendirinya saya memperlihatkan wajahnya. Wajahnya itu bibir atas menggigit bibir bawah,
karena Ia memiliki mata batin dan mata prajna, sehingga sorot matanya agak miring. Bahkan gigi taring-Nya mencuat, wajahnya sangat garang. Tangan kiri-Nya memegang tali berukuran raksasa, tangan satu lagi memegang sebilah pedang pusaka. Tangan yang memegang tali itu berfungsi mengikat Mara, ke mana Mara lari, Ia pun mengikat sebuah simpul pada tali lalu dilempar, kemudian Mara pun terikat. Seperti Cowboy, sambil menunggang kuda, tali laso diputar, begitu dilempar, kuda pun terikat. Acalanatha mengikat Mara supaya Ia tidak dapat bergerak, gunanya untuk mengikat Mara………………… (selengkapnya bisa baca di Dharma Talk Juli 2008)

Upacara dimulai pada pukul 02.15 wib, dimana cahaya matahari sangat terang. Upacara berjalan sesuai dengan tata ritual api homa yang telah dipersiapkan. Kali ini persembahan homa yang spesial terlihat yaitu sepiring bunga mawar merah yang berduri, kemudian daging metah, kacang hitam serta satunya lagi seperti ketan hitam. Vajra Acarya Lian Pu mengatakan bahwa setiap persembahan ini untuk Acalanatha mengandung arti tersendiri.

Untuk visualisasi Acalanatha yaitu : Di atas samudera, langit cerah tak berawan, cakra chandra terbit dari permukaan samudera, di tengah cakra chandra terdapat bijaksara [Han] memancarkan cahaya biru. Bijaksara tersebut berputar kemudian berubah menjadi Acalanatha. Tangan kanan memegang Pedang Naga Kulika sejajar dada dan tangan kiri memegang memancarkan feniks api, tangan kiri menggenggam Vajrapasa (Tali Vajra), ada yang berdiri maupun duduk di atas bongkahan batu besar. Satu mata Acalanatha Vidyaraja membelalak lebar dan satunya memicing, bibir mengatup erat dengan taring mencuat ( Gigi atas mencuat ke bawah, gigi bawah mencuat ke atas ) , parasnya krodha, sekujur tubuh memancarkan api.

Mantra Acalanatha : 南摩三滿多。哇日拉。藍。撼。nan mo. san man duo. wa ri la. lan. han.

Selesai upacara api homa, Vajra Acarya menyampaikan ceramah Dharma, silahkan dengarkan di atas.
Upacara Api Homa telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :
* Untuk download Mantra Acalanatha silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-acalanatha/

* Untuk download Mudra Acalanatha, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

* Untuk download Multimedia Interaktif Info seputar Acalanatha, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/multimedia/multimedia-interaktif-info-acalanatha/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment