Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Padmakumara 26 Maret 2018 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Padmakumara Putih 26 Maret 2018 :

Liputannya adalah sebagai berikut :

Bertepatan dengan Hari Suci Mahaguru mengambil sila Upasampada (sila Bhikkhu), 26 Maret 2017 jam 7 malam, VVBS menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Padmakumara Putih. Upacara Api Homa ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan, didampingi oleh V.A Lian Pu, V.A Lian Zui, Bhikkhu Lhama Lian Xia, Pandita Lokapalasraya Andi dan Pandita Lokapalasraya Dedi dari Lubuk Linggau (Vihara Vajra Bumi Silampari).

“Tanpa Mahaguru, maka tiada Sadhana Tantra Zhenfo zong, tanpa Mahaguru maka tiada para siswa Zhenfo zong, tanpa Mahaguru maka tiada Keluarga Besar Zhenfo zong !” Kita harus berterima kasih kepada Mahaguru yang telah menuntun kita semua.

Sekilas mengenai Padmakumara yang ada di TBSN Indonesia : 【 Pengenalan Singkat Pratima Padmakumara 】Padmakumara mengenakan Mahkota Pancadhyani Buddha dan Mahkota Dharmaraja , tangan kanan membentuk Mudra Dharmadesana, tangan kiri membentuk Mudra Memegang Padma, duduk bersila penuh keagungan di atas padmasana berwarna putih, tersenyum penuh keagungan, memancarkan cahaya terang ratusan mutu manikam.

【 Kutipan Dharmadesana Mahaguru Mengenai Padmakumara 】Padma「蓮花 – Lianhua」merepresentasikan kemurnian, tumbuh di lumpur tapi tidak ternodai. Kumara「童子 – Tongzi」merepresentasikan kepolosan dan kesucian, melambangkan Dharmakaya Parisuddhi.

Pada usia 26 tahun , Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu dibukakan Divyacaksu oleh Yaochijinmu, malam itu juga berkelana di Parisuddhi-ksetra Sukhavati, secara langsung menyaksikan Maha Padmakumara Putih yang terang benderang, saat itu terdapat suara yang membisikkan di telinga : Engkau adalah titisan Maha Padmakumara Putih !

Asal muasal Padmakumara adalah Buddha bhumi ke 13 ; Akarnya adalah Mahavairocana Tathagata, sedangkan yang bersama dengan Mahavairocana Tathagata adalah Buddha-locani Bhagavati. Sepasang mata Buddha-locani bermanifestasi menjadi Mahapadminiloka. Amitabha Buddha merupakan Adinata Utama di Sukhavatiloka, sedangkan Padmakumara merupakan Adinata Utama di Mahapadminiloka. Amitabha Buddha bermanifestasi menjadi Padmakumara, sedangkan Padmakumara menitis menjadi Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu.

Maha Padmakumara Putih merupakan manifestasi dari Sarvabuddha-locani-maha-vajra-sri-sarva-buddha-matrka-hrdaya-natha, Buddha-locani Bhagavati juga merupakan manifestasi dari Pancadhyani Buddha, juga merupakan manifestasi dari Buddha Tengah Asali yaitu Mahavairocana Tathagata. Padmakumara merupakan sebutan kolektif bagi 18 Maha Padmakumara di Mahapadminiloka. Maha Padmakumara Putih adalah pimpinan dari 18 Maha Padmakumara, selain 18 Maha Padmakumara masih ada kerabatnya yaitu Padmakumara yang tak terhingga banyaknya.

Oleh karena itu Silsilah dari Zhenfo Zong adalah :
Mahavairocana Tathagata – Buddhalocani Bhagavati – Amitabha Buddha – Padmakumara – Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu………..baca artikel ini selengkapnya di sini

Sekilas mengenai Sadhana Padmakumara yang ada di artikel website VVBS : Sadhana Vajrayoga Padmakumara merupakan sadhana Guruyoga. Karena Padmakumara adalah Maha Acarya Lian Sheng. Ini bisa di telusuri kembali ke buku rohani yang pertama dari Maha Acarya Lian Sheng.

“Dalam keremangan, saya merasakan dengan jelas, ini adalah dunia gaib, saya dituntun oleh suatu kekuatan, melawat ke dunia gaib. Di sana, saya melihat banyak Buddha dan Bodhisattva. Mereka memberi salam kepada saya, tak satu pun yang saya kenal. Saya melihat sekuntum demi sekuntum bunga teratai yang besar-besar, sebesar roda kereta, memiliki aneka warna; di atas masing-masing bunga teratai berdiri seorang bocah (kumara), masing-masing bocah memegang bunga teratai yang beraneka warna. Saya melihat dari langit sebuah tangga terjulur ke bawah, di sekelilingnya berkerumun para Dewa pelindung yang berziarah emas, awan melayang-layang di permukaan lantai. Saya melihat istana bertingkat, terukir amat indah, seluruh lantainya memancarkan sinar emas, perak dan kristal. Saya melihat ada dua saka berdiri tegak di tengah-tengah langit yang berawan. Ada seseorang membisiki saya, sebuah saka adalah Gunung Sumeru, saka lainnya adalah Gunung Karakoram (Khun Lun)…”

Ini adalah cuplikan dari bab “Menjelajahi Dunia Gaib” dalam buku “Berbincang-bincang tentang Ramalan Gaib”, di tulis lebih dari sepuluh tahun yang lalu, terjadi pada saat saya berumur dua puluh lima tahun.

“Saya melihat sekuntum demi sekuntum bunga teratai yang besar-besar, sebesar roda kereta, memiliki aneka warna, di atas, masing-masing bunga teratai berdiri seorang bocah (kumara), masing-masing bocah memegang bunga teratai yang beraneka warna”, alinea inilah yang menggambarkan Padmakumara (bocah bunga teratai)………………………….baca artikel ini selengkapnya disini

Upacara dimulai pukul 19.30 WIB, Vajra Acarya dengan diiringi barisan muda – mudi memasuki ruang Bhaktisala. Kemudian Vajra Acarya mempersembahkan dupa diiringi lagu “Pendupaan”. Setelah selesai, Vajra Acarya dipersilahkan duduk. Banyak umat yang berjodoh bisa hadir dan berpartisipasi dalam Upacara ini, baik hadir secara langsung maupun berpartisipasi melalui formulir atau kayu homa.

Upacara dimulai dari Mantra Pembersihan hingga Sukhavati Vyuha Dharani.

Membentuk mudra Padmakumara Putih, dan bervisualisasi Di atas samudera, langit cerah tak berawan, cakra chandra terbit dari permukaan samudera, di tengah cakra chandra terdapat bijaksara HUM putih, memancarkan cahaya putih yang terang benderang. Bijaksara HUM yang berada di tengah cakra chandra berputar, berubah menjadi Mula Guru yang tampak anggun dan sambil tersenyum, duduk bersila di atas padmasana berwarna putih. Di bagian kening Mula Guru memancarkan seberkas cahaya putih menerangi kening sendiri. Di bagian tenggorokan Mula Guru memancarkan seberkas cahaya merah menerangi tenggorokan sendiri. Di bagian cakra hati Mula Guru memancarkan seberkas cahaya biru menerangi cakra hati sendiri. Demikian tri cahaya melebur ke dalam lahir batin diri sendiri.. Melafalkan mantra Mantra Padmakumara : 嗡。咕嚕。蓮生。悉地。吽。Om gu lu lian sheng xi di hum sebanyak 108 x.

Kemudian mempersilahkan Vajra Acarya memutar Japamala untuk memberkati, lalu Vajra Acarya memberkati sarana puja dan kayu homa, dan melakukan Sima Bhandana pada Tungku Homa dengan Tongkat Vajra, tungku pun dinyalakan. Satu per satu persembahan dimasukkan ke dalam tungku. Selesai mempersembahkan, Vajra Acarya memperagakan mudra tolak bala pemberkahan dan penyeberangan. Proses puja api homa tersebut diiringi Mantra Padmakumara, shixiong shijie dengan khyusuknya berdoa. Vajra Acarya pernah mengatakan bahwa saat Vajra Acarya sedang melakukan puja api homa, hendaknya shixiong shijie dengan tulus melafalkan mantra, bervisualisasi dan berdoa kepada Yidam. Dalam Puja Api Homa kita bisa bervisualisasi ditengah tungku, api yang berpijar membakar diri sendiri, sehingga semua karma buruk terbakar menjadi hawa hitam, keluar melalui pori – pori, diri sendiri menjadi bersih. Karma buruk pun lenyap. Sadhaka, yidam dan api menjadi satu kesatuan.

Setelah selesai puja api homa, sebelum kembali ke Dharmasana, Vajra Acarya memberkati altar Dirgahayu dan altar Ksitigarbha yang digelar untuk upacara ini.

Upacara dilanjutkan dengan mantra 8 yidam, puja Amitabha Buddha, penyaluran jasa, mantra Sataksara, Namaksara dan diakhiri dengan Mantra Paripurna. Kemudian Vajra Acarya menyampaikan cerama Dharma.

Selesai menyampaikan ceramah dharma, Vajra Acarya mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka pemberkahan Padmakumara

Upacara telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :

Untuk download Tata Ritual Sadhana Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/liturgi/sadhana-padmakumara/

Untuk download Mantra Panjang Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-padmakumara/

Untuk download Mantra Pendek Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/mantra/mantra-pendek-padmakumara/

Untuk download Sutra Satya Buddha, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/sutra/sutra-satya-buddha/

Untuk download Penyalinan Sutra Satya Buddha, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/penyalinan-sutra/

Untuk download Mudra Padmakumara Putih, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

Untuk download Artikel Sadhana Vajrayoga Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/lainnya/download/lainnya/

Untuk download Multimedia Interaktif Info Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/multimedia/multimedia-interaktif-info-padmakumara/

Untuk download Multimedia suara Mantra Padmakumara, silahkan ke sini :
http://www.shenlun.org/multimedia/multimedia-suara-mantra-padmakumara/

Informasi menarik lainnya :
http://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment