Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Jambala Kuning 4 Oktober 2015 di VVBS Palembang

Temen – temen, Amituofo
Berikut ini adalah Video Dokumentasi dari Liputan dan Dokumentasi Upacara Api Homa Pemberkahan Jambala Kuning 4 Oktober 2015 :

Dharmadesana beliau selengkapnya:
http://shenlun.org/share/mp3/lian_yuan_4okt2015.mp3

Liputannya adalah sebagai berikut :

Minggu, 4 Oktober 2015 jam 2 siang, VVBS menyelenggarakan Upacara Api Homa Pemberkahan dan Penyeberangan Jambala Kuning. Upacara Api Homa ini dipimpin oleh V.A Lian Yuan.

Dalam Tantrayana Satya Buddha, tidak ada yang tidak mengenal Jambala Kuning. Beliau terkenal sebagai Dewa terkaya di langit. Jambala Kuning juga merupakan salah satu 8 Yidam dalam Zhenfo Zong (Tantrayana Satya Buddha). Sekilas mengenai Jambala Kuning yang ada di TBSN Indonesia : Jambhala Kuning ( Huang Cai-shen /黃財神 ) adalah Vaisravana Devaraja, wujudnya dalam Tantra Tibet adalah : Tubuh berwarna kuning, duduk setengah bersila, kepala mengenakan mahkota ratna, mahkotanya berhiaskan ratna mutu manikam, wajahnya bulat, subur dan penuh wibawa, tubuh mengenakan untaian kalung ratna mutu manikam, tangan kanan membawa sebuah ratna yang berbentuk seperti buah jeruk, angan kiri memegang Nakula ( Tikus Harta ) , Nakula ini memuntahkan benda berharga yang tak terhingga banyaknya.

Jambhala Kuning merupakan manifestasi dari Vaisravana Devaraja yang merupakan salah satu dari Catur Maharajika, merupakan Devata Pelindung Dharma dan memiliki kemampuan dalam menganugerahkan berkah.

Jambhala Kuning merupakan salah satu dari Asta Mahadinata ( 8 Yidam ) dalam Zhenfo Zong, merupakan satu-satunya Jambhala yang masuk dalam jajaran tersebut. ( Vaisravana Devaraja juga merupakan kakak dari Mahadewi Sri Lakshmi )

Jambhala Kuning merupakan salah satu dari Panca Jambhala dalam Tantra Tibet : Jambhala Kuning, Jambhala Merah, Jambhala Putih, Jambhala Hijau dan Jambhala Hitam.

Vaisravana Devaraja Penguasa Utara ( Jambhala Kunig ) bersemayam di bawah Empat Surga Sebelah Utara , melindungi Benua Uttarakuru, lokasinya adalah Istana Kristal di tingkat empat dari Gunung Sumeru, parivara ( Para kerabat ) Nya adalah para yaksha dan rakshasa. Oleh karena itu untuk menambahkan sumber daya dan harta , hendaknya terlebih dahulu menghaturkan pujana kepada rakshasa.

Contohnya adalah : Saat menghaturkan dana amrta, kita akan melafal : “Burung Garuda, Rakshasa dan Hariti, Para Makhluk Halus yang berkelana, semua terpuaskan oleh amrta.”

Dikarenakan Parivar dari Catur-maharajika kebanyakan meruapakan rakshasa, oleh karena itu menghaturkan pujana kepada rakshasa berarti juga menghaturkan pujana kepada Jambhala, berpujana kepada Dewa Rejeki.

Asalkan sadhaka mengetahui cara berpujana kepada rakshasa, maka Jambhala akan menerima manfaatnya secara langsung, Beliau akan menyukai Anda dan menganugerahkan sumber daya kepada Anda, seperti : Mendapat tambahan uang lembur, naik jabatan, naik gaji, bisnis semakin membaik, semakin banyak order dan lain sebagainya.

Di Surga, yang paling makmur adalah Catur-maharajika :
Vaisravana Devaraja di sebelah Utara, Dhrtarastra Devaraja di sebelah Timur, Virudhaka Devaraja di sebelah Selatan dan Virupaksa Devaraja di sebelah Barat.

Yang paling makmur di dunia manusia ( bumi ) adalah : Drdha Prthivi, Dewa Gunung dan Para Dewa Bumi.

Yang paling makmur di laut, danau, sumur dan sungai adalah Raja Naga.

Jambhala Kuning ( Vaisravana Devaraja ) yang paling makmur di surga dapat dikatakan merupakan Dewa Rejeki Teragung.

Vaisravana Devaraja / Jambhala Kuning memiliki sifat Dharmapala, merupakan Vidyaraja pelindung Buddha Dharma, memiliki kekayaan dan berkah terbesar.

Dalam Tantra Timur, Jambhala Kuning / Vaisravana Devaraja membawa sebuah stupa ratna yang dapat menghasilkan berbagai benda berharga yang tak terhingga banyaknya untuk didermakan kepada para insan, untuk menambah berkah karunia para insan. Drdha Prthivi ( Jian-lao Di-shen ) menopang kedua kaki Jambhala Kuning , Yaksha Lamba dan Vairambha berada di samping kiri dan kanan dari Drdha Prthivi . Jambhala Kuning adalah Devaraja Yang Memiliki Kemakmuran dan Kehormatan Yang Sangat Agung, Beliau melindungi Surga Utara……….baca artikel ini selengkapnya di sini

Sekilas mengenai Jambala Kuning yang ada di artikel VVBS : Zhambala Kuning sebenarnya adalah perwujudan dari Maha raja Vaisravana “北方多聞天王” (bei fang duo wen tian wang). Dan Maha raja Vaisravana sendiri adalah salah satu dari “Catur Lokapala Maha Raja” yang berada di langit bagian utara memiliki nama lain sebagai Maha Raja Bahu-sruta yang juga adalah Prabha Vidya Dharmapala dan juga seorang Maha Dewata penuh welas-kasih yang selalu memberikan perlindungan dan berkah kesejahteraan kepada para makhluk hidup dengan Yaksa dan Raksasa sebagai pelayannya. Pada umumnya Maha raja Vaisravana tampil dalam wujud tangan kiri yang menopang sebuah Ratna Setupa yang di dalamnya terdapat berbagai macam benda – benda mustika berharga dikarenakan karena Zhambala Kuning adalah salah satu perwujudan dari Maha Raja Bahu-sruta, maka di tradisi Tantra Tibet, Ratna Stupa itu berwujud Tikus Sakti yang dapat memuntahkan berbagai macam benda-benda mustika berharga. Akan tetapi semua ini hanyalah simbol-simbol perwujudan saja, sedangkan pada kenyataannya, Zhambala Kuning adalah Maha raja Vaisravana.

Dalam Tantrayana Zhen Fo Zong Zhambala Kuning termasuk salah satu dari Delapan Yidam Besar. Menurut Maha Guru Lian Sheng, tidak sedikit para siswa Zhen Fo Zong yang hidup dalam kesusahan ekonomi. Dan para siswa yang hidup dalam kesulitan ekonomi berharap agar Maha Guru sudi menurunkan dan mengajarkan dharma yang dapat membantu mereka membebaskan diri dari kesulitan ekonomi. Maha Guru tahu sekali Maha raja Vaisravana adalah dewa yang paling kaya raya makmur di alam surga utara, dan juga beliau adalah seorang Dewata Pelindung Dharma (Dharmapala) yang senang memberi bantuan kepada para umat manusia, selain itu Maha raja Vaisravana mempunyai banyak sekali rahasia-rahasia Dharma yang agung, beliau memiliki kekuatan yang dapat berubah wujud…………….baca artikel ini selengkapnya di sini

Karena ini merupakan Jambala Kuning, wow!! tidak mungkin di lewatkan. Umat berbondong – bondong hadir ke vihara untuk berpartisipasi, siapa yang tidak ingin memohon rezeki. Ada yang menulis kayu homa, ada juga yang membeli persembahan seperti coklat, susu, arak, dll. Terlihat di ruang bhaktisala, Pratima Jambala yang didudukkan di atas beras, ada yang meletakkan uang di atas beras tersebut untuk dipersembahkan kepada Jambala Kuning.

Upacara dimulai pukul 14.00 WIB, Vajra Acarya dengan diiringi barisan muda – mudi memasuki ruang Bhaktisala. Kemudian Vajra Acarya mempersembahkan dupa diiringi lagu “Pendupaan”. Setelah selesai, Vajra Acarya dipersilahkan duduk. Banyak umat yang berjodoh bisa hadir dan berpartisipasi dalam Upacara ini, baik hadir secara langsung maupun berpartisipasi melalui formulir atau kayu homa.

Upacara dimulai dari Mantra Pembersihan hingga Mantra Padmakumara. Kemudian bersama – sama membentuk mudra Jambala Kuning, Bervisualisasi di tengah kepulan asap dari tiga batang dupa yang disembahkan, muncul sebuah cakra chandra, di tengah cakra chandra terdapat bijaksara ZHEN berwarna kuning dan memancarkan cahaya kuning. Bijaksara ZHEN yang berada di tengah cakra chandra berputar, berubah menjadi sesosok Jambhala Kuning yang berbadan kuning, duduk setengah bersila, dengan mengenakan mahkota emas, di atas mahkota emas dihiasi dengan berbagai ratna permata, berwajah bundar, tampak berwibawa, tubuh-Nya dihiasi dengan kalung dari batu berharga, tangan kanan-Nya memegang sebuah pusaka, layaknya sebuah jeruk, tangan kiri-Nya merangkul seekor tikus pusaka. Bervisualisasi jempol kaki kanan Jambhala membengkak dan amat sakit. Sadhaka memanjatkan mantra “Om. Ah. Hum. Suo ha” 3x untuk memohon kehadiran Panca Dhyana Buddha. Bervisualisasi Panca Buddha berada di atas Jambhala Kuning dan masing-masing memancarkan lima berkas cahaya memberi abhiseka kepada Jambhala Kuning. Sementara sadhaka menjapa mantra Abhiseka 3 kali “Om Hum Zhen Sha Ya”. Berkat abhiseka dari Panca Buddha, maka bengkak dan sakit yang diderita Jambhala Kuning pada jempol kaki kanannya pun pulih kembali, dan Jambhala Kuning pun tersenyum. Selanjutnya mulut tikus pusaka pun terbuka, melimpahkan berkah sesuai kehendak sadhaka. Melafalkan mantra Jambala Kuning : 嗡。針巴拉。 查冷查那耶。梭哈。Om. Zhen Ba La. Cha Leng Cha Na Ye. Suo Ha. sebanyak 21 x.

Bhikkhu Lhama mempersilahkan Vajra Acarya memutar Japamala untuk memberkati, kemudian memberkati sarana puja dan kayu homa, dan melakukan Sima Bhandana pada Tungku Homa dengan Tongkat Vajra, tungku pun dinyalakan. Satu per satu persembahan dimasukkan ke dalam tungku, kemudian susu, arak, parfum, dan kayu homa. Selesai mempersembahkan, Vajra Acarya memperagakan mudra tolak bala pemberkahan dan penyeberangan. Proses puja api homa tersebut diiringi Mantra Jambala Kuning, shixiong shijie dengan khyusuknya berdoa. Vajra Acarya pernah mengatakan bahwa saat Vajra Acarya sedang melakukan puja api homa, hendaknya shixiong shijie dengan tulus melafalkan mantra, bervisualisasi dan berdoa kepada Yidam. Dalam Puja Api Homa kita bisa bervisualisasi ditengah tungku, api yang berpijar membakar diri sendiri, sehingga semua karma buruk terbakar menjadi hawa hitam, keluar melalui pori – pori, diri sendiri menjadi bersih. Karma buruk pun lenyap. Visualisasi bijaksara Cen berubah menjadi Adinata dan masuk ke cakra hati sadhaka, Sadhaka dan Adinata menjadi satu dan masuk ke dalam tungku homa sehingga tubuh Sadhaka menjadi bersih. Sadhaka, yidam dan api menjadi satu kesatuan.

Setelah selesai puja api homa, sebelum kembali ke Dharmasana, Vajra Acarya memberkati altar Dirgahayu dan altar Ksitigarbha yang digelar untuk upacara ini, Kemudian memberkati Liontin, gantungan kitab dan lain sebagainya untuk diberikan kepada donatur majalah Dharma Talk serta memberkati pratima yang baru (3 Dewi dan Maha Dewi Yao Chi), dan kembali ke Dharmasana.

Upacara dilanjutkan dengan melafalkan Gatha Usai Samadhi : 北方天王咸富足,一切財寶降無數;
現前一切皆圓滿,是為佛門護法住。(Raja Vaisravana yang memiliki berkah bertumpah ruah. Berkenan melimpahkan berkah tak terhingga; Kini segalanya tampak sempurna, Sudi kiranya menjadi Dharmapala bagi umat Buddha).

dilanjutkan mantra 8 yidam, puja Amitabha Buddha, penyaluran jasa, mantra Sataksara, Namaksara dan diakhiri dengan Mantra Paripurna. Kemudian Vajra Acarya menyampaikan ceramah Dharma yang bisa temen – temen dengar secara langsung di atas.

Selesai menyampaikan ceramah dharma, Vajra Acarya mewakili Mahaguru untuk memberikan abhiseka pemberkahan Jambala Kuning

Upacara telah berjalan dengan sukses dan sempurna, berkat pancaran cahaya adhistana dari Mahaguru, para Buddha Bodhisattva, Yidam, Dharmapala, serta makhluk suci lainnya.

Terima kasih kepada teman – teman yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan ini.
Semoga anda semua selalu diberkati oleh Mahaguru dan para Buddha Bodhisattva, yidam, para Dharmapala serta Makhluk Suci lainnya.

Om Mani Padme Hum

Informasi terkait :

Untuk download Tata ritual sadhana Jambala Kuning, silahkan ke sini :
https://www.shenlun.org/liturgi/tata-ritual-sadhana-jambala-kuning/

Untuk download Mantra Jambala Kuning beserta bulatan penjapaan, silahkan ke sini :
https://www.shenlun.org/mantra/mantra-jambala-kuning/

Untuk download Mudra Jambala Kuning, silahkan ke sini :
https://www.shenlun.org/lainnya/download/mudra/

Untuk download Screen Saver Jambala Kuning, silahkan ke sini :
https://www.shenlun.org/multimedia/gratis-screen-saver-jambala-kuning/

Untuk download Artikel Jambala Kuning, silahkan ke sini :
https://www.shenlun.org/artikel-lain/jambala-kuning/

Informasi menarik lainnya :
https://www.shenlun.org
http://blog.shenlun.org

Om Mani Padme Hum.

Leave a comment

Your comment