Abhiseka Sang Guru

Majalah dharma talk edisi Juni 2014 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : https://www.shenlun.org/dharma-talk/2014/juni/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Abhiseka Sang Guru dari Majalah dharma talk edisi Juni 2014

Abhiseka Sang Guru

Mengapa kalimat yang sama berhasil pada satu orang dan tidak berhasil pada orang lain? Ini berkaitan dengan adanya kekuatan abhiseka dari Sang guru. Sewaktu sebuah sadhana Tantra diajarkan oleh seorang guru yang telah berhasil, sadhana itu menjadi suatu sadhana ampuh yang membawa hasil. Bila kita hanya belajar suatu ilmu dari sebuah buku tanpa menerima abhiseka dari guru kita, yaitu tanpa kekuatan bersarana kepada guru, sadhana itu tidak akan membawa hasil. Jadi, dalam latihan Tantra, setiap visualisasi, mantra, dan mudra harus diajarkan kepada kita dan diberkati oleh guru kita. Abhiseka seperti itu diperlukan untuk mencapai kontak batin dengan cepat.

Sewaktu Milarepa belajar dibawah bimbingan Lhama Ngogdun, ia tidak mendapatkan kontak batin apa-apa. Akhirnya, setelah bertemu dengan mula gurunya, Marpa, yang memberinya abhiseka, ia pulang ke rumah dan mulai berlatih dan bisa mendapatkan kontak batin.

Sebenarnya, sadhana tersebut adalah sadhana yang sama karena Lhama Ngogdun adalah juga siswa Marpa. Namun, diperlukan abhiseka dari mula guru untuk mendapatkan kekuatan bersarana sebelum Milarepa mendapatkan keberhasilan. Karena itu, pembacaan mantra “Namo Gurubei, Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya” adalah untuk membangkitkan kekuatan bersarana. Dari mantra Catur Sarana ini, semacam kekuatan yang dengan akrab mengikat sang murid dengan mula guru akan muncul.

Sewaktu kita membaca mantra ini, kita harus dengan sepenuh hati meminta sang guru, Triratna, dan semua dharma untuk memberi kita kekuatan. Bila tidak begini, kekuatan bersarana tidak akan ada. Kita harus membaca mantra ini 1 juta kali untuk mendapatkan kekuatan bersarana yang asli. Ini adalah sadhana yang sangat penting dalam Catur Prayoga.

Banyak siswa tidak menyadari bahwa intisari dari mantra Catur Sarana terletak pada permohonan kita kepada sang guru dan Triratna untuk memberi kita kekuatan dan berkat.

Dalam menjalankan langkah liturgi ini, kita harus terlebih dahulu melakukan visualisasi, kemudian membaca mantranya. Visualisasi yang dilakukan harus sangat jelas, dengan sang guru dan Triratna (Budha,Dharma, dan Sangha) bergabung untuk membentuk seutas sinar putih yang sangat terang yang masuk lewat cakra mahkota kita. Setelah visualisasi, kita membaca mantra Catur Sarana. Tentu saja tidak mudah di dunia ini bagi seseorang untuk menemukan guru yang baik. Juga tidak mudah bagi seorang guru untuk menemukan murid yang baik.

Tetapi, asalkan kita mendambakan Kebenaran Alam Semesta, asalkan kita mempunyai pikiran untuk mencapai Kesadaran Alam Semesta,maka sewaktu kita berdoa dengan tulus, guru kita itu akan muncul untuk mengajarkan dharma dan memberi kita kekuatan dan akan selalu disamping kita. Jadi, sewaktu seorang murid sejati telah siap, sang guru akan muncul. Kita tidak perlu takut bahwa tidak ada seorang guru sejati yang akan mengajarkan kita dharma.

Asalkan seorang murid telah melakukan persiapan yang matang, gurunya akan muncul didepannya. Ini adalah hal yang sangat penting.

Om Mani Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Alasan Mengundang Ketiga Yidam – Saya telah belajar sejak dari awal bahwa ketiga yidam itu adalah penguasa-penguasa utama di alam-alam roh.
    • * Abhiseka Sang Guru – Bila kita hanya belajar suatu ilmu dari sebuah buku tanpa menerima abhiseka dari guru kita, yaitu tanpa kekuatan bersarana kepada guru, sadhana itu tidak akan membawa hasil.
    • * Pengejaran Kesaktian – Bila pengejaran kesaktian merupakan tujuan dari seorang Budhis, ia sudah masuk ke jalan sesat.
    • * Menghormati Dan Berdoa – Kita harus menghormati semua makhluk tanpa membeda-bedakan. Bila berdoa dengan hati yang tulus, maka bisa menggetarkan hati para dewa dan Bodhisattva sehingga mendapat petunjuk dari mereka.
    • * Tiga Tahap Dalam Meditasi – Tahap 1: ketenangan awal ketika roh terkonsentrasi di cakra dahi. Tahap 2: Ketenangan absolut dimana cakra dahi bergerak dengan sendirinya –berbuat tanpa melakukan. Tahap 3: Penyatuan; cakra dahi mandi dan segalanya tercapai.
    • * Ada DanTiada Vihara – “Ada Vihara” atau “Tiada Vihara”, semuanya baik. Tidak usah menilainya dengan pandangan awam. Masing-masing memiliki fungsi dan makna tersendiri.
    • * 【釋經文】一時,佛在舍衛國。祇樹給孤獨園。.
    • * Peranan Dharmapala – Peranan Dharmapala dalam Kisah berkaitan dengan Guru ThubtenDargye, Peranan Dharmapala dalam Kisah berkaitan dengan Guru Sutrayana, Peranan Dharmapala untuk dapat tidur tanpa gangguan.

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di https://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di [email protected] atau [email protected] untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: [email protected]
Website: https://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment