Mengalahkan Musuh Terbesar

Majalah dharma talk edisi Mei 2014 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : http://www.shenlun.org/dharma-talk/2014/mei/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Mengalahkan Musuh Terbesar dari Majalah dharma talk edisi Mei 2014

Mengalahkan Musuh Terbesar

Hari ini saya akan bicara tentang makna sejati dari bhavana. Istilah Mandarin “Xing Zhe” berarti orang yang melatih rohani. Sun Go Kong, karakter utama dalam Kisah Perjalanan Ke Barat, juga disebut sebagai Sun Xing Zhe karena ia adalah seorang sadhaka bermarga Sun.

Sebagai sadhaka, tahukah anda makna sejati dari bhavana? Sayang sekali banyak umat Buddha yang tingkah laku dan pikiran nya tidak patut diteladani. Dalam pandangan saya, mereka tidak akan mencapai keberhasilan apa-apa. Pembicaraan pada hari ini adalah untuk memastikan supaya kalian semua memahami makna mendalam dari bhavana.

Kalian semua tahu bahwa ke 4 jenis utama ritual Tantra adalah penolakan bala (santika), peningkatan kesejahteraan (paustika), keharmonisan (wasikarana), dan penundukkan kejahatan (abhicaruka). Dari ke 4 jenis, yang paling akhir adalah yang paling penting. Jangan salah sangka bahwa dengan menggunakan ilmu abhicaruka (penundukkan), saya menyuruh kalian untuk menundukkan orang lain sehingga apapun yang kalian lakukan menjadi lancar.

“Kita adalah musuh terbesar diri kita sendiri”, kata seorang filsafat. Kita harus menundukkan diri kita sendiri. Pendek kata, tujuan utama bhavana adalah untuk menundukkan keakuan kita.

Saya coba jelaskan dengan cara lain. Kita telah menumpuk banyak karma buruk semenjak masa yang tak terhingga. Karena penuh dengan karma buruk, kita harus menundukkan semua kebiasaan buruk kita itu. Sebagai sadhaka, kita harus menundukkan “loba, dosa, moha” dan indra “penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, sentuh, dan pikiran”. Yang pertama disebut “tiga racun”.

Yang kedua disebut “6 perampok” oleh Sakyamuni Buddha. Ke 6 indra di tubuh kita ini menimbulkan berbagai jenis loba. Misalnya, mata kita melihat hal yang indah, telinga kita mendengar musik yang merdu,hidung kita mencium wewangian, lidah kita mencicipi makanan lezat. Jadi tubuh dan pikiran kita penuh dengan ketidakmurnian.

Semua kilesa ini harus dibersihkan. Kita harus menggunakan cara yang sangat halus dalam menundukkan ke 6 indra ini.

Kita harus belajar masuk dalam Samadhi. Hanya kebijaksanaan yang dihasilkan oleh Samadhi dapat digunakan untuk menundukkan ketiga racun dan ke 6 indra. Untuk masuk dalam Samadhi, kita harus menundukkan ke 6 indra.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita harus berguru kepada seorang Guru yang benar-benar memahami dharma Buddha. Ini terdengar mudah, tapi sungguh tidak mudah.

Pada akhirnya, kita harus bersarana kepada diri sendiri. Dengan kata lain, kita harus menundukkan diri sendiri dan berlindung pada diri sendiri.

Dalam meditasi mendalam, kita akan menjumpai kesadaran ke 9 yaitu Amala. Apakah itu? Itu adalah sifat Buddha. Kita akan menyadari bahwa semua insan mempunyai sifat Buddha.

Kita sesungguhnya bersarana kepada sifat Buddha diri sendiri sewaktu kita bersarana kepada Buddha. Jadi bila ada hal yang harus ditundukkan, itu adalah diri kita sendiri. Bila kita harus bersarana, itu adalah sifat Buddha diri sendiri.

Dalam kesadaran paling mendalam, sifat Buddha dan kesadaran alam semesta saling terkait.

Jadi, ketika Sakyamuni Buddha mencapai keBuddhaan, ia menyatakan, “Semua insan mempunyai sifat keBuddhaan”. Sifat Buddha kita tersembunyi dalam kesadaran paling mendalam kita.

Pada akhirnya kita tidak bersarana kepada guru kita. Kita bersarana pada sifat Buddha diri sendiri yang ada di dalam kita. Dua halini sangat penting. Aliran Zen menghargai “ajaran langsung”, dengan akibat bahwa kita harus selalu merenungkan sifat Buddha dalam diri sendiri, menyalakan lampu dalam benak kita dan membangunkan sifat Buddha kita. Aliran Tantra selalu mengajarkan umatnya, “Anda adalah seorang Buddha”. Mengapa? Kita tidak hanya berbicara tentang Buddha saja; kita berbicara tentang sifat Buddha yang ada dalam kesadaran paling mendalam di diri kita.

Jadi sewaktu saya bernamaskara kepada semua insan, ini diartikan bahwa saya sesungguhnya bernamaskara kepada sifat Buddha mereka. Kita harus menghormati sifat Buddha dan diri kita dalam kesadaran paling mendalam itu. Kita harus menundukkan ke tiga racun yang telah terkumpul semenjak masa tak terhingga. Kita harus menundukkan ke 6 indra. Inilah makna sejati dari bhavana. Itu saja untuk hari ini.

Om Mani Padme Hum.

Dalam majalah dharma talk ini berisi penjelasan mengenai:

    • * Mengalahkan Musuh Terbesar – “Kita adalah musuh terbesar diri kita sendiri”, kata seorang filsafat. Kita harus menundukkan diri kita sendiri. Pendek kata, tujuan utama bhavana adalah untuk menundukkan keakuan kita.
    • * Empat Penyebab Utama Kegagalan Dalam Melatih Tantrayana – Kesalahan pertama adalah“tidak mempunyai keyakinan”, Kesalahan kedua adalah “ragu-ragu”, Kesalahan terakhir adalah “tidak membuat ikrar Bodhi.”
    • * Ceroboh Karena Terlalu Rutin – Tata cara latihan nya terlalu mudah. Sewaktu kita harus menjalankan hal yang sama setiap hari, itu menjadi hanya suatu kerutinan.
    • * Empat Hal Penting Dalam Berlatih Tantrayana – Hal penting pertama dalam Tantrayana adalah“keyakinan yang tak tergoyahkan”.
    • * Empat Hal Penting Untuk Dapat Kontak Batin Dengan Dharmapala – Sediakan pratima (patung) sang dharmapala, Berdoa kepada dharmapala itu, Membaca mantra nya atau sering menyebut nama nya, Persembahan, doa, dan pembacaan mantra tidak boleh sekali-kali saja.
    • * Berlatih Ilmu Duniawi – Bila anda ingin belajar ilmu-ilmu non-tradisional ini, anda harus bertekad menolong orang lain.
    • * Operasi Gaib – Ketika itu, 5 orang ini mengatakan akan menjalankan operasi dan mulai proses membedah tubuh dari bagian atas ke bawah, si penderita pun merasakan dan sempat berteriak……….
    • * Menjadi Acarya: Dalam Mimpipun Menuntut Menjadi Acarya – Apakah anda ingin mengetahui apa rasanya menjadi “Acarya?” bagaimana seharusnya menjadi “Acarya” menurut pandangan anda?
    • * Acarya Sejati – Yang Mulia Rinpoche mengatakan: “Acarya yang sejati haruslah orangyang telah hatinya terang melihat sifat sejati, terbangkit bodhicittanya,membabarkan dharma menolong umat manusia.
    • * Nasehat Untuk Para Guru – Sebagai seorang biksu/Acarya, adalah memalukan bila anda tidak mengetahui dharma Buddha yang diajarkan oleh Sakyamuni Budha.
    • * Menyelamatkan Mereka Yang Tidak Berjodoh – Di jaman Sakyamuni Buddha dulu, ia menjelaskan arti dari “tanpa jodoh” kepada komunitas sangha.
    • * 【釋經文】如是我聞 (二) & (三)

Terima Kasih atas dukungan dan doanya.
=======================================================================================================

Bagi temen temen sedharma yang ingin mendapatkan hard copy majalah dharma talk dapat mengisi formulir berlangganan majalah dharma talk yang dapat di http://www.shenlun.org/dharma-talk

Bagi temen temen sedharma yang berminat menjadi donatur dharma talk , dapat  mengisi formulir donatur dharma talk yang dapat di peroleh di sini dan mengirimkan kembali ke redaksi Dharma Talk melalui email, post atau fax vihara.

Majalah Dharma talk juga menerima :

      • * Pemasangan kolum sutra atau mantra -Untuk informasi lebih lanjut mengenai setting, ukuran, tipe kolom mantra dan sutra dapat menghubungi redaksi melalui email di dharma.talk@shenlun.org atau contactus@shenlun.org untuk keterangan lebih lanjut
      • * Pemasangan iklan. Iklan yang terpasang di dalam Majalah Talk akan di baca dan di lihat hampir semua umat zhen fo zong dan orang yang berjodoh di seluruh Indonesia, karena majalah ini di bagi bagikan ke berbagai wilayah indonesia dan beberapa kota di negara Malaysia.

Selain dari beberapa cara yang telah di jelaskan di atas, Majalah dharma talk juga membuka cara lain bagi temen temen yang berminat untuk membantu upaya redaksi melakukan penyampaian dharma dengan:

      • * Berpartisipasi dalam tim Dharma Talk
      • * Mengirimkan cerita pengalaman kontak batin yang di alami
      • * Mengirimkan cerita yang mengandung Dharma yang berkesan
      • * Mengirimkan Foto/Gambar unik yang berhubungan dengan Budha Dharma

Redaksi Majalah Dharma Talk
Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (聖輪雷藏寺)
Jalan sayangan Lrg. Rumah Kuning Lama No. 619 Palembang
Telp. (0711) 350 798 Fax. (0711) 320 124
Email: contactus@shenlun.org
Website: http://www.shenlun.org
Blog : http://blog.shenlun.org
Facebook: http://www.facebook.com/ViharaVajraBhumiSriwijaya
Youtube: http://www.youtube.com/j1ngen

Leave a comment

Your comment