Berikut ini Tanya Jawab Seputar Pendaftaran Sarana di VVBS : 1. Bagaimana cara menjadikan Mahaguru Lian Sheng sebagai guru Spiritual kita (bersarana kepada Mahaguru Lu Sheng Yen) ? Jawab :
Majalah dharma talk edisi Maret 2012 telah terbit dalam versi electronic dan dapat di baca dan download selengkapnya di : https://www.shenlun.org/dharma-talk/2012/maret/. Berikut ini salah satu artikel yang berjudul Belajar Buddha Sangat Penting Dalam Hidup yang Sementara Ini dari Majalah dharma talk edisi Maret 2012
Penjelasan 7 Jenis Kertas Sembayang (Kertas Mulia)
Dalam aliran Zhen Fo Zong, Mahaguru tidak menentang pemakaian kertas mulia atau lazim disebut kertas sembahyang, baik itu kertas sembahyang yang sudah umum beredar di kalangan Buddhis. Kertas sembahyang dapat diandalkan dalam upaya menyelamatkan serta mensejahterakan makhluk luas. Maha Dewi Yao Chi yang menyebarluaskan penggunaan kertas sembahyang ini ke segenap umat Zhen Fo Zong di seluruh dunia. Di alam bardo, uang yang digunakan adalah uang emas dan perak, kita dapat membakarkan uang kertas emas yang memiliki kekuatan tersendiri dan memperoleh pemberkatan silsilah.
Semua mantra (dharani) boleh di baca, tidak ada pembatasan antara boleh atau tidak boleh membaca. Sukhawati Vyuha Dharani gunanya agar dapat terlahir di Sukhawati-loka. Bermanfaat untuk diri sendiri, pun bermanfaat bagi orang lain. Pahalanya besar sekali. Ada juga orang berkata, tidak boleh membaca Ksitigarbha Sutra. Sebetulnya Ksitigarbha Sutra patut dibaca. Meskipun Ksitigarbha Sutra khusus membicarakan keadaan di neraka, namun sebenarnya pencapaian Bodhisattva Ksitigarbha sudah berada di tingkat madya. Di antara Buddha Sakyamuni dan Maitreya adalah Ksitigarbha. Ksitigarbha Sutra mulia sekali, karena di dalamnya disebutkan, “ membaca Ksitigarbha Sutra, pahalanya besar sekali.” Orang yang tidak mengerti lalu berkata, tidak boleh membaca Ksitigarbha Sutra, karena bisa mengundang hantu, karena sutra ini berbicara mengenai keadaan di neraka.” Sebetulnya Bodhisattva Ksitigarbha bukan hanya mengurusi makhluk hidup di neraka saja, Buddha Sakyamuni pun menitipkan semua makhluk hidup kepada Bodhisattva Ksitigarbha. Beliau di hormati oleh dewa dan manusia. Oleh karena itu, setiap orang patut membaca Ksitigarbha Sutra, bukannya tidak patut. Jadi adalah salah jika ada orang berkata, “Tidak boleh membaca Ksitigarbha Sutra.”
Selanjutnya adalah masalah wajra dan wajraghanta (lonceng). Mereka berkata, “Hanya Acarya saja yang boleh membunyikan wajraghanta dan mengangkat wajra.” Ini juga tidak benar. Setiap siswa Wajrayana boleh mengangkat wajra dan membunyikan wajraghanta. Karena dalam bersadhana,wajra, wajraghanta dan japamala (tasbih) di perlukan. Ketiga benda ini merupakan peralatan dasar sadhana. Melarang orang mengangkat wajra dan membunyikan wajraghanta bukankah berarti menghambat usaha orang untuk menapaki jalan kebajikan?……